33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Rangka Benang Trik Mudah Menggambar Desain Busana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – BAGI siswa yang sedang atau  pernah duduk di bangku SMK jurusan Tata Busana, menggambar desain busana merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa dengan berbagai alasan. Menjadi tantangan penulis untuk merubah image siswa terhadap mata pelajaran ini, yaitu merubah yang pola dan kebiasaan yang kurang tepat menjadi sesuatu yang pas, mudah dan menyenangkan dalam menggambar desain busana.
Peserta didik mendapat materi dasar desain di  kelas X  semester 1 yaitu tentang unsur – unsur desain dan prinsip desain serta bagian – bagian busana, semester dua mereka mendapatkan materi tentang  hiasan busana dan  lenan  rumah  tangga. Di kelas XI, peserta didik membuat bagian – bagian  tubuh  dan macam – macam  proporsi dengan berbagai sikap serta  membuat desain busana sederhana dengan menerapkan bagian – bagian busana. 
Pengalaman tidak terlupakan waktu pertama kalinya masuk kelas, di mana penulis belum mengenal sebagian besar kondisi peserta didik. Materi sudah disiapkan untuk pertemuan pertama sesuai dengan silabus, yaitu proporsi ilustrasi. Setelah memberi penjelasan secukupnya tentang proporsi rangka benang, rangka balok dan rangka elleps, selanjutnya siswa diberikan tugas membuat satu proporsi ilustrasi untuk desain busana pesta siang. Di sinilah penulis menghadapi situasi yang di luar perkiraan, karena murid tidak segera mengerjakan. Banyak  reaksi dari para peserta didik dalam mengekpresikan materi yang penulis sampaikan, ada yang menutup gambar dengan  tangan , ada yang dimasukkan  ke laci, ada yang bergerombol, ada yang diam  mencari inspirasi.
Setelah 45 menit waktu berlalu, untuk menghilangkan kegundahan hati, maka penulis mencoba bertanya kepada peserta didik. Mengapa belum  membuat gambarnya, mereka menjawab: Bu saya tidak membawa jiplakan proprosi (gambar proporsi telah jadi dan tinggal menjiplak dan memberi  desain busananya), juga tidak membawa angkrek ( proporsi tubuh yang terdiri atas potongan gambar bagian  tubuh yang telah disambung dengan benang.
Untuk memudahkan bergerak sesuai sikap yang diinginkan ,dijiplak dan tinggal memberi desain busananya). Hanya mereka yang membawa angkrek  dan gambar proporsi yang bisa langsung membuat gambar desain. Menurut hemat penulis, ada kesalahan dasar dalam menggambar desain busana. Peserta didik belum  terbiasa melepaskan angkrek atau jiplaan proporsi, sehingga untuk membuat proporsi  mengalami kesulitan. Peserta didik  juga mengalami kesulitan pada waktu membuat proporsi dengan berbagai sikap. Peserta didik belum  mempraktikkan ketiga rangka, untuk memudahkan pembuatan desain busana.
Untuk  mengatasi masalah tersebut, penulis memulai  membuat desain dengan bantuan rangka benang dipapan  tulis. Dengan harapan, para peserta didik mendapat pencerahan dalam membuat desain menggunakan rangka benang,  selain mudah juga dapat membuat berbagai sikap bisa lebih menarik. Penulis coba mendemontrasikan  cara membuat proporsi menggunakan rangka benang, perlahan dan pasti transformasi ilmu pun berjalan dan siswa sudah mulai menikmati pelajaran. Dibarengi dengan penjelasan tentang rangka benang, dan kelebihan pembuatan  proporsi menggunakan rangka benang. Penulis  membuat  garis sumbu dengan tinggi proporsi 9 kali tinggi kepala ( 3 cm x 9) untuk proporsi ilustrasi, kemudian garis – garis letak kepala, bahu, pinggang , panggul, letak lutut, kaki dan telapak kaki. Mengisi dengan daging (istilah bentuk) tiap bagian tubuh.
Para peserta didik mempraktikkan desain proporsi yang pertama adalah posisi dari depan,  para peserta didik bisa mengikuti dengan  mudah. Hasilnya bagus, gambar berikut membuat  proporsi dengan sikap  ¾  atau sikap serong ke kanan dan sikap ¾ atau serong ke  kiri. Para  peserta didik mengikuti setiap langkah dalam  membuat proporsi. Dari ketiga proporsi untuk membuat  desain busana menggunakan rangka benang  telah selesai.  Peserta didik telah mengikuti pembelajaran dengan sungguh- sungguh, sehingga hasilnya tidak mengecewakan.Garis desainnya sudah tampak enak dipandang  luwes. Peserta didik telah mulai membiasakan  melepaskan angkrek dan pola jiplakan proporsi,  lebih berani untuk berekspresi dalam  membuat proporsi berbagai posisi/ sikap. Kesimpulan sementara penggunaan media rangka benang yang dapat penulis sampaikan adalah lebih praktis, lebih ekonomis dari sisi biaya, serta lebih mudah dalam pembuatannya. (as3/aro)
Guru SMK  Negeri 6 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pesan Sumpah Pemuda: Sarjana Tidak Hanya Cerdas Secara Intelektual Tetapi Mampu Mengaplikasikan Ilmu untuk Mengabdi kepada Masyarakat

Sabtu (28/10/2017) bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Salah satu dosen muda Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Inaki M Hakim (31), membuka sambutan acara...

Jalur Longsor Membahayakan

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Akses jalan dari Desa Kaligono menuju Desa Donorejo, masih tertutup material longsoran yang terjadi pada Rabu (31/1) malam. Padahal, longsor susulan...

Kejati Kekeh Rekomendasi Sesuai Prosedur

SEMARANG-Sedikitnya ada 60 bukti diajukan Kapolda dan Kajati Jateng sebagai termohon I dan II dalam perkara gugatan praperadilan yang diajukan bos Hotel Baron Indah...

Konsumsi Kopi Terus Meningkat

SEMARANG – Produktifitas kopi di Jawa Tengah awal tahun ini mulai membaik. Namun demikian, cuaca yang kurang bersahabat dikhawatirkan akan menurunkan kualitas kopi tersebut. Wakil...

Pemandu Lagu Pindah ke Luar Kota

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan Banser terhadap hiburan karaoke beberapa waktu lalu, Bupati Wonosobo Eko Purnomo memerintahkan Tim Penegak Perda...

Ajukan Rp 22 M Untuk Porprov

SEMARANG -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang mengajukan dana hibah olahraga sebesar Rp 22 miliar pada APBD Murni Kota Semarang 2018. Dana...