33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Protein dan Vitamin D Cegah Sarcopenia 

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh akan mengalami penurunan, termasuk otot. Meskipun seseorang termasuk pribadi yang senang berolahraga di usia muda, bukan berarti saat memasuki usia tua bisa terbebas dari kemungkinan terkena Sarcopenia.
Sarcopenia adalah kondisi di mana massa dan kekuatan otot akan hilang. Kondisi ini berkaitan dengan masalah kesehatan yang serius seperti kelemahan, kecacatan, morbiditas, dan mortalitas.
Umumnya, kondisi ini memengaruhi 4,6 persen pria dan 7,9 persen wanita yang rata-rata berusia 67 tahun. Penurunan massa otot dimulai pada umur 30 tahun dan biasanya berkurang 3-8 persen per 10 tahun.
“Selain karena faktor usia, sarcopenia bisa juga terjadi karena perubahan kadar hormon, kebutuhan protein berubah, neuron motorik mati dan kekurangan vitamin D,” terang dr Arien himawan, MKes, Sp GK dalam Seminar Awam Geriatri Cegah Penyakit dan Tetap Aktif Ketika Sudah Tak Lagi Muda di Atrium SMC RS Telogorejo, Semarang, Sabtu (10/3).
Menurut Arien, untuk mencegah supaya otot tidak gampang turun, orang dengan usia lanjut perlu memperhatikan asupan yang dikonsumsinya. Dijelaskan, asupan dengan protein dan vitamin D serta Omega 3 dan Omega 6 akan membantu pencegahan sarcopenia.
“Kemudian antioksidan juga, namun semua itu sama saja bohong kalau tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Makannya baik, aktivitasnya kurang ya tidak bisa,” imbuhnya.
Dampak dari adanya aktivitas fisik yang dilakukan, dapat menjadikan metabolisme dan insulin tubuh seseorang bekerja lebih baik. Hal itu akan berdampak pada kerja liver yang secara otomatis juga akan lebih baik.
Arien menyarankan, aktivitas fisik yang dilakukan seperti berjemur saat matahari pagi dengan jalan kaki, jogging hingga bersepeda dengan tahapan waktu. Mulai dari 20-30 menit, kemudian 40 menit, dan maksimal 1 jam.
“Prinsip ini juga berlaku untuk anak muda, hanya saja kan secara fisik tentu sudah berbeda. Disesuaikan saja,” tuturnya.
Terakhir, Arien menyarankan sejumlah makanan juga harus dibatasi oleh orang usia lanjut. Seperti makanan dengan karbohidrat olahan tepung, makanan manis, makanan dalam kemasan hingga makanan yang diawetkan.
“Prinsipnya itu konsumsi vitamin D lebih baik jika dibantu dengan sinar matahari, saya sarankan sekitar setengah delapan. Itu juga dibarengi dengan aktivitas,” tandasnya. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Selamatkan Diri, 11 Jam Sembunyi di Septic Tank

Meski sudah merasa lega setelah terbebas dari penyanderaan dan dipulangkan ke kampung halaman di Desa Kedondong, Demak, rata-rata para korban masih memendam rasa trauma....

Kini, Hasil Pertanian Batang Berkelas Ekspor

BATANG-Kini, Kabupaten Batang memiliki hasil pertanian berkualitas ekspor. Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin berkesempatan memanen paprica hasil penanaman Gabungan...

Forkompinda Kecam Ujaran Kebencian

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Deklarasi Anti Ujaran Kebencian dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kendal. Deklarasi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap hal-hal yang bersifat provokasi,...

Hampir Pensiun, Baru Dilantik PNS

WONOSOBO - Lima pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wonosobo resmi dilantik sebagai PNSdi gedung serba guna Kankemenag, Jumat (19/5). Kelimanya adalah pegawai...

365 Calon Taruna Akpol Disumpah Jujur

SEMARANG - Sebanyak 365 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan penandatanganan pakta integritas seleksi tingkat pusat. Para calon taruna, orangtua serta panitia seleksi...

Penghina Jokowi Segera Diadili

SEMARANG-Berkas perkara penghina Presiden Joko Widodo melalui media sosial (medsos), yakni Slamet Wibowo, 29, warga Cangkiran Mijen,  resmi dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati...