33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Pertengahan Tahun, Pajak Genset Diterapkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wajib pajak pengguna genset yang merasa kebaratan dapat melakukan judicial review. Sebab, aturan pengenaan pajak penerangan sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.
Kepala Bidang Pajak Daerah II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agus Wuryanto, menilai, keberatan wajib pajak atas ketetapan ini menjadi hak mereka. Dirinya mengatakan, sebagai pelaksana Undang-Undang pihaknya hanya menjalankan aturan yang ada.
”Jadi itu sudah diatur dalam Undang-Undang. Kita sebagai pelaksana hanya menjalankan aturan,” jelasnya.
Agus menjelaskan, sebelumnya memang ada beberapa pengusaha yang merasa keberatan atas pengenaan pajak genset ini. Alasannya, dalam menggunakan genset mereka membeli alat dan juga bahan bakar sendiri.
”Tapi yang dimaksudkan dalam Undang-Undang adalah listrik yang dimanfaatkan dari genset ini. Tapi memang karena ini aturan baru, jadi wajar kalau ada penolakan. Kami juga hanya menjalankan aturan, kalau tidak melaksanakan kami salah,” kata dia.
Meskipun demikian, dirinya menuturkan tidak semua wajib pajak menolak dikenakan pajak penggunaan genset ini. Beberapa perusahaan, sudah mulai menanyakan untuk mendaftarkan diri. ”Terutama yang kecil-kecil sudah mendaftar. Karena yang keberatan kan yang besar-besar,” jelasnya.
Agus menargetkan, pertengahan tahun ini, pelaksanan pajak genset sudah dapat berjalan lancar. Pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kepada para wajib pajak.
Sebelumnya, penetapan pajak penerangan kepada pemakai genset menuai penolakan dari sejumlah pengusaha. Iswahyudi salah satu pengurus Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jateng menilai kebijakan ini tidak masuk akal. Sebab, dengan biaya sendiri saat menggunakan genset, para pengusaha masih harus membayar pajak kepada pemerintah.
”Ketika listrik mati, aktivitas kami juga terhenti. Siapa yang mau gaji karyawan?. Belum lagi kalau ada alat yang rusak karena listrik mati. Ini pakai genset malah disuruh bayar pajak ke pemerintah,” keluhnya beberapa waktu lalu. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Samsung Super Store Hadir di Global Elektronik

SEMARANG - Potensi pasar elektronik premium di 2017 mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Melihat peluang pasar ini, Samsung Super Store (SSS) kini hadir di Global...

38 Siswa Berprestadi dapat Penghargaan

WONOSOBO - Sejumlah 38 siswa berprestasi SMP 2 Wonosobo mendapat penghargaan dari pihak sekolah, Sabtu (18/6). Mereka merupakan siswa berprestasi di bidang akademik dan...

Ajak Generasi Muda Cintai Tari

KEMAHIRAN menari tradisional, telah mengantarkan Mellytia Ayukristi Endriani, berkeliling ke luar negeri. Di antaranya, ke Jepang, Singapura, Malaysia, Portugal, Macau, termasuk Srilanka. Tentunya pengalaman...

Betonisasi Jalur Banyumeneng-Ungaran Belum Tuntas

DEMAK- Peningkatan jalur penghubung antara Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak dengan Desa Kawengen, Ungaran, Kabupaten Semarang, belum tuntas. Masih ada sekitar 150 meter...

JNE Targetkan Tumbuh 30 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perusahaan jasa pengiriman JNE Regional Jateng – DIJ tahun ini menargetkan pertumbuhan 30 – 40 persen. Target tersebut seiring dengan bisnis...

Ada Persoalan yang Hanya Bisa Dipecahkan Melalui Agama

RADARSEMARANG.COM - Faojin saat ini dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah. Organisasi tersebut membawahi ribuan guru, dosen, ustadz...