33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Keruk Tanah BKT Butuh Waktu Setahun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Proses pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini telah memasuki tahap awal. Sejumlah alat berat dan beberapa truk telah beraktivitas di areal bantaran sungai BKT untuk melakukan pengerukan tanah. Terutama di dekat Jembatan Majapahit. Saat ini, aktivitas pengerukan mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.30.
“Setiap hari, tercatat rata-rata 50 truk membawa material tanah dari bantaran sungai. Tanah hasil pengerukan dibawa dan dimanfaatkan untuk menguruk rawa-rawa di sekitar Jolotundo Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari,” kata salah satu petugas pencatat truk, Meni, 58, di areal proyek pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), kemarin.
Kegiatan pengerukan tanah tersebut baru berlangsung sejak lima hari lalu. Saat ini, jumlah alat berat yang digunakan baru dua unit dan lima truk. Sehingga intensitas pengerukan belum maksimal. Dikatakan Meni, kontrak kerja pengerukan dilaksanakan satu tahun. “Harapannya, proses pengerukan bisa selesai dalam waktu satu tahun,” katanya.
Meski begitu, pekerjaan pengerukan tersebut akan dikebut agar bisa lebih cepat selesai. Tentu saja, jumlah armada nantinya akan ditambah lebih banyak untuk mendukung percepatan. “Kalau pekerjaan cepat selesai, semua senang, pembangunan ada percepatan. Uang segera cair, pekerja bisa mengerjakan proyek lain,” katanya.
Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, M Farhan sebelumnya mengatakan proyek normalisasi Banjir Kanal Timur memiliki panjang 14,8 kilometer. Ada dua tahap pengerjaan, yakni tahap pertama, Jembatan Majapahit menuju hilir di Tambaklorok kurang lebih sepanjang 6,7 kilometer. Sedangkan tahap kedua, mulai dari Jembatan Majapahit hingga Pucanggading kurang lebih sepajang 7,7 kilometer. “Lebar Sungai Banjir Kanal Timur menjadi 65 meter untuk bagian permukaan. Sedangkan bagian bawah memiliki lebar 50 meter. Bentuk seperti huruf U,” terangnya.
Banjir Kanal Timur saat ini mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi. Selain terjadi penurunan kapasitas saluran akibat sedimentasi, sampah dan bangunan liar juga turut memperparah pendangkalan. Diperkirakan, kata dia, hasil pengerukan sedimentasi Banjir Kanal Timur akan menghasilkan limbah buangan dengan volume 900 meter hingga 1 juta meter/kubik. “Bekas kerukan sedimentasi ini dimanfaatkan untuk menguruk lahan di proyek Kampung Bahari Tambak Lorok dan sawah besar,” imbuhnya.
Sedangakan, total warga yang terkena dampak pembangunan proyek BKT sebanyak 4.097 tanah dan bangunan di 21 kelurahan. Rinciannya, tahap pertama, sebanyak 2.758 warga berada di 12 kelurahan. Sedangkan di tahap kedua sebanyak 1.339 warga. (amu/ida)

Berita sebelumyaManfaatkan Waktu Luang
Berita berikutnyaSekolahku, Rumah Keduaku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Global gelar Pameran HomeTech ke 34

SEMARANG - Menjelang lebaran permintaan elektronik diprediksi mengalami peningkatan signifikan. Melihat kondisi pasar yg bagus, Global Elektronik kembali menggelar pameran HomeTech ke 34 di...

Relawan adalah Sosok Mulia

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala ‘Mentari’ UM Magelang bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kecamatan Grabag mengadakan ‘Apel Siaga dan Pelatihan Vertical...

Jadi Selebgram Demi Ibu

RADARSEMARANG.COM - KESUKAANNYA dengan mix dan match pakaian, mengantarkan Firsa Choirunnisa, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini menjadi selebgram....

Rob Tinggi Masih Mengancam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rob parah masih melanda wilayah Genuk, Semarang, Kamis (24/5). Sejumlah jalan masih terendam rob setinggi 30-40 cm. Rob menggenangi jalan dan...

Renovasi Jatidiri Tak Sesuai Harapan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Grand design renovasi Jatidiri dipastikan berubah. Yang paling mencolok adalah wisma atlet Pusat Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP). Awalnya, wisma atlet...

Bisa Cicipi Makanan secara Gratis, Sudah Pasang Tarif

Adyanisa Septia membantu para pecinta kuliner menemukan tempat makan yang enak lewat akun Instagram-nya. Ya, sudah dua tahun ini, ia menjadi food-grammer kuliner Kota...