33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Dikhusus Latihan Fisik Para Atlet 

Buat Warga, Hanya Pukul 06.00-11.00

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – KEPALA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko mengakui GOR Tri Lomba Juang (TLJ) saat ini telah ramai digunakan masyarakat untuk wisata olahraga. Di sisi lain, GOR tersebut digunakan untuk latihan para atlet sejumlah cabang olahraga.
“Tidak terganggu. Jadi, sudah ada jadwalnya. Untuk masyarakat mulai pagi pukul 06.00 maksimal pukul 10.00. Mulai pukul 11.00 jarang ada masyarakat yang menggunakan GOR Tri Lomba Juang. Sedangkan atlet dari berbagai cabang olahraga biasanya latihan sore pukul 03.00 hingga pukul 06.00,” kata Gurun, kemarin.
Dijelaskan, sesuai dengan tujuan sejak awal, GOR Tri Lomba Juang memang dijadikan sebagai fasilitas rekreasi olahraga yang disediakan untuk masyarakat. Selain itu, bisa digunakan untuk latihan fisik para atlet.
“Konsepnya Pak Wali Kota, Semarang sebagai kota atlet, sehingga harus bisa memberikan sarana dan prasarana kepada masyarakat. Tempatnya di GOR Tri Lomba Juang ini. Tidak hanya untuk jogging track, juga Loop Arena dibantu oleh Telkomsel. Termasuk dilengkapi lapangan bulu tangkis, tenis, dan lain-lain,” katanya.
Saat ini ada banyak cabang olahraga seperti altet lari, bulu tangkis, senam, tenis meja, dan masih banyak lagi, memanfaatkan fasilitas TLJ. “Tetapi para atlet ini lebih mengutamakan latihan fisiknya, bukan teknis olahraganya. Kalau sudah mengarah ke teknis, mereka ke lapangan khusus. Misalnya ke lapangan sepakbola di Stadion Citarum,” katanya.
Dijelaskannya, desain rumput sintesis di GOR Tri Lomba Juang ini memiliki kualitas bagus, sehingga sangat nyaman digunakan untuk latihan fisik seperti lari. “Empuk sekali, tidak sakit di tumit. Jadi fungsinya memang sebagai tempat latihan fisik,” katanya.
TLJ juga tidak didesain untuk tempat turnamen kejuaraan. Sebab, peruntukannya bukan untuk turnamen. “Memang kalau dilihat dari lintasan, sudah mengikuti standart internasional, yakni memiliki 8 lintasan. Tetapi karena lokasinya tidak memungkinkan, hanya digunakan latihan. Nantinya sport center akan terpusat di Mijen,” katanya.
Sementara ini, lanjut dia, Pemkot Semarang belum berpikir melakukan pengembangan TLJ untuk dibangun atau ditambah fasilitas lagi. “Kalau melihat ketersediaan tempat, sudah tidak memungkinkan dikembangkan pembangunan lagi,” katanya.
Konsep untuk menggali dan menghidupkan Semarang sebagai kota atlet ini, lanjutnya, akan dikembangkan melalui program pembangunan fasilitas olahraga di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Hal itu didukung dengan kegiatan Pekan Olahraga Masyarakat Kota Semarang (Pormakot). Pak wali mendorong itu,” katanya.
Sejauh ini, kendala pengelolaan di TLJ, lanjut dia, terkadang masih ditemui adanya masyarakat pengguna TLJ yang tidak memerhatikan kebersihan. “Kadang saya mengecek sendiri, di toilet ada yang tidak disiram. Toilet seringkali kotor. Membuang sampah seperti botol mineral sembarangan dan seterusnya. Itu ada. Saya berharap masyarakat turut menjaga kebersihan. Ikut serta memiliki, handarbeni terhadap lapangan yang dibuat pemerintah untuk masyarakat ini,” katanya.
Sedangkan mengenai fasilitas ruko yang disediakan, saat ini telah digunakan oleh masyarakat. “Untuk lantai 1 digunakan untuk usaha. Lantai 2 dan 3 digunakan untuk perkantoran dan organisasi,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

IAIN Salatiga Tambah Profesor

SALATIGA – Prof Dr H Zakiyuddin Baidhawy MAg menambah jumlah guru besar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Saat ini IAIN Salatiga memiliki...

Mudahkan Layanan Perizinan dengan SIAP Jateng

SEMARANG -  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng kembali membuat terobosan baru dengan memberlakukan sistem pengajuan perizinan secara online. Hal itu...

Ketika Bayu Ahmad Kembangkan Bisnis Carica

Menuju sukses, tidak mudah bagi pelaku usaha. Butuh keberanian, keuletan, dan segudang inovasi produk. Itu saja tidak cukup. Itulah yang dilakoni Bayu Ahmad, owner...

Menanamkan Pendidikan Akidah Islam pada Anak Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - BUKAN hal yang mudah untuk menjaga, melestarikan, dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadapa Allah SWT. Sebagai orangtua memangku tanggung...

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Oleh Dahlan Iskan Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya. Soal...

Galakkan Penggunaan Sandang Pangan Lokal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tingginya angka impor belakangan ini, menyebabkan nilai rupiah melemah. Praktis, daya beli masyarakat menurun. Karena itu, Pemprov Jateng mendorong gerakan pemenuhan kebutuhan pangan...