33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Diduga Cabuli Murid, Guru SD Dipolisikan

Jika Terbukti, Pemkot Siap Tindak Tegas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Tentu akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku, entah itu honorer ataupun PNS. Bahkan kalau terbukti melakukan tindak pidana, akan dipecat,”
Wakil Wali Kota Semarang – Hevearita Gunaryanti Rahayu
RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Institusi pendidikan di Kota Semarang kembali tercoreng. Kali ini, mencuat kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Karangayu Semarang berinisial FO. Kasus tersebut mencuat, setelah orang tua siswa melaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya.
Adalah Williem Frits Priano Bura, 36, warga Tawang Rejosari, Krobokan Semarang Barat, orangtua murid berinisial CA, 8, siswi yang masih duduk di bangku kelas 3. Williem ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Sabtu (10/3) kemarin. Sedangkan pelecehan yang dialami oleh CA ini terjadi di ruangan salah satu kelas, pada Kamis (8/3) lalu.
Menurut keterangan Williem di depan petugas, dugaan perbuatan itu diketahuinya setelah anaknya tersebut cerita bahwa oknum guru tersebut berbuat tidak senonoh kepada CA. “Dari keterangan anak saya, oknum guru ini diduga melakukan pelecehan dengan cara menggerayangi dan menciumi alat kelaminnya,” ungkap Williem saat melapor ke SPKT Polrestabes Semarang, Sabtu (10/3) kemarin.
Dari keterangan CA, lanjut Williem, sebelum melakukan dugaan perbuatan tersebut, anaknya dan beberapa siswi lainnya dikumpulkan di dalam ruang kelas. Kemudian, pintu ruangan ditutup. “Ya, kemungkinan ada murid-murid lain yang diperlakukan sama dan belum melapor, karena orangtuanya tidak mengetahui,” katanya.
Kejadian dugaan ini telah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Semarang, guna dilakukan penyelidikan. Williem berharap, dugaan kasus ini ditindaklanjuti secepatnya.
Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna saat dikonfirmasi menyatakan akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Nantinya, kasus ini ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Semarang dengan memanggil pihak pelapor maupun korban akan dimintai keterangan.
“Kalau sudah memintai keterangan saksi-saksi, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap terlapor, untuk dimintai keterangan. Kalau terbukti ya kami jerat dengan undang-undang perlindungan anak yang ancamanya (hukuman) 5 tahun ke atas,” katanya.
Menanggapi pelaporan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, turut angkat bicara. Menurutnya, jika tindakan tersebut terbukti, maka tidak bisa ditoleransi. “Kami tidak akan toleransi. Jika ini benar terbukti, akan kami tindak tegas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (10/3) kemarin.
Politisi Partai PDIP ini mengaku telah berkali-kali mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang, kepala sekolah, dan guru untuk tidak melanggar norma susila maupun norma agama. “Guru kan digugu lan ditiru, artinya memberikan contoh. Jadi harus bertindak yang bagus dan contoh bagi siswanya, bukan malah melanggar norma susila. Saya juga sudah sering mengingatkan,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, Mbak Ita –sapaan akrab Hevearita G Rahayu, akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin untuk menindaklanjuti adanya dugaan kasus pencabulan tersebut. “Nanti saya juga akan mengumpulkan kepala sekolah yang berada di bawah naungan Disdik dan Pemkot,” tegasnya.
Jika terbukti bersalah, lanjut Mbak Ita, pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. “Tentu akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku, entah itu honorer ataupun PNS. Bahkan kalau terbukti melakukan tindak pidana, akan dipecat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, sampai pukul 21.00 malam belum bisa dikonfirmasi terkait kasus dugaan pencabulan tersebut. (mha/den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Abu Pasar Kaliwungu Dilabfor

KENDAL—Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran pasar pagi Kaliwungu. Hal itu untuk...

Jatuh dari Lantai 2 UGM

SLEMAN—Mahasiswa DIII Teknik Mesin UGM, Eko Nur As'adi, Sabtu (16/9) lalu, pukul 17.00, tewas akibat terjatuh dari lantai 2 salah satu gedung di Sekolah...

Balap Liar usai Sahur, 36 Remaja Diamankan

SEMARANG - Aparat Polsek Mijen mengamankan 36 remaja yang terlibat aksi balap liar di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen. Tindakan tersebut hasil razia...

Ajak Mahasiswa Jadi Agen Tertib Lalu Lintas

SEMARANG – Tertib lalu lintas menjadi dasar keselamatan bagi para pengendara. Namun, tertib menjadi barang yang sulit untuk dilakukan oleh setiap manusia. Terbukti dengan...

Racuni Teman, Bawa Kabur Sepeda Motor

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tindak kejahatan tidak hanya terjadi pada orang lain saja. Namun,  teman sendiri juga bisa menjadi korban prilaku jahat tersebut. Ini seperti dialami...

Pengawasan TKA Diambil Alih Pemprov

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Semarang saat ini sudah dilimpahkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng. Saat...