33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Belajar Huruf Jawa dengan Metode Talking Stick

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BELAJAR merupakan kebutuhan bagi seseorang,di mana belajar tidak mengenal batas usia maupun waktu. Dari lahir “ceprot” sampai ibaratnya mau masuk liang lahat, manusia berhak untuk belajar. Life long education, pendidikan seumur hidup. Temasuk dalam hal ini belajar membaca huruf Jawa.
Belajar huruf Jawa di zaman now amatlah susah bagi anak-anak sekarang. Survei membuktikan bahwa mereka lebih familiar dengan bahasa “gaul” yang ada di HP atau gadget.Tanpa dipelajari, tetapi mereka lebih sering menggunakannya, akhirnya akan lancar juga.
Lalu, bagaimana dengan huruf Jawa yang merupakan warisan nenek moyang kita yang adi luhung? Apakah akan dibiarkan “mangkrak” begitu saja? Tentunya kita sebagai seorang pendidik tidak bisa tinggal diam saja, tetapi kita punya solusi yang mudah dan menyenangkan dalam belajar huruf Jawa, sehingga anak-anak zaman now semakin handarbeni dan hangrungkepi  Bahasa Jawa sebagai sarana nguri-uri  budaya.
Ada metode yang bisa digunakan untuk belajar membaca huruf Jawa. Namanya metode talking stick atau tongkat berbicara. Ini merupakan metode pembelajaran secara kelompok, dengan bantuan tongkat. Kelompok yang memegang tongkat pertama, membaca bacaan berhuruf Jawa sampai dengan batas yang telah ditentukan. Kemudian anak  yang telah membaca itu memberikan tongkat kepada temannya ,demikian seterusnya dengan batas-batas yang ditentukan.
Dalam penerapan metode ini, guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang terdiri atas 3 orang secara heterogen dengan mempertimbangkan keakraban, kecerdasan, persahabatan ataupun minat yang berbeda.
Adapun urutan dalam penggunaan metode ini adalah sebagai berikut. Guru menyiapkan tongkat/stick dengan panjang kurang lebih 20 cm. Guru membagi kelompok (satu kelompok 3 orang ). Guru menyampaikan materi yang akan dibaca. Siswa secara berkelompok belajar membaca tulisan berhuruf Jawa.
Di sinilah kelihatan keheterogenan masing-masing siswa. Mereka saling melengkapi kekurangan maupun kelebihan dari masing-masing siswa. Bila ada yang kurang jelas ataupun memerlukan bantuan, di sinilah guru sebagai fasilitator memberikan penjelasan maupun arahan kepada para siswa yang memerlukan. Setelah siswa selesai dalam membaca dan diskusi dalam kelompoknya, guru memberikan tanda untuk mengakhiri tahap ini.
Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu siswa untuk membaca dengan waktu yang telah ditentukan dari guru. Demikian seterusnya sampai semua siswa dapat giliran membaca. Pada tahap ini, guru bisa menilai dari masing-masing anak dengan format yang telah disiapkan. Apabila masih dirasa kurang dalam hal ini, maka guru bisa mengulang kembali proses membaca sampai anak merasa tahu.
Metode ini sangat bermanfaat, karena mampu menguji kesiapan siswa ketika akan membaca, yang menuntut kesiapan pribadi dan tanggungjawab yang harus dilakukannya. Dapat juga untuk melatih keterampilan dalam membaca dan memahami materi dengan cepat, tepat dan menyenangkan. Tidak kalah pentingnya adalah untuk mengajak dan melatih anak-anak untuk terus siap dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun,di manapun dan kapanpun. Good Luck! (tj3/aro)
Guru SMP Negeri 32 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bukber Asyik di ACP Cafe

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – ACP Cafe & Resto di Jalan Patiunus 38 Klego Pekalongan bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat yang asyik untuk menikmati menu bukber...

Jateng Kembangkan Wisata di Pantura

SEMARANG - Demi mendongkrak angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng berupaya menggeliatkan potensi wisata...

Para Perajin Kurang Pahami Filosofi Batik

KAJEN-Para perajin batik di Kabupaten Pekalongan, ternyata masih sangat rendah pengetahuannya tentang filosofi batik. Umumnya para perajin batik hanya mengetahui bahwa kain batik adalah...

Jadi Jurnalis, Andalkan Aplikasi

RADARSEMARANG.COM - MENCARI letak gedung dan kelas, menjadi kesulitan tersendiri bagi Agus Sri Giyanti. Tak jarang, mahasiswi Sastra Inggris Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini...

Bank Jateng Jangan Terseret Arus BTN

SEMARANG – Ditunjuknya mantan Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN), Kodradi sebagai Komisaris Utama Bank Jateng, memancing pro dan kontra. Sebab, banyak yang menganggap,...

Novel “Amrike Kembang Kopi,” Inspirasi Nilai Didaktif

KEGIATAN membaca dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang ‘vital’ bagi kehidupan manusia. Ada untaian kata bijak yang selalu kita ingat, bahwa ‘membaca adalah jendela dunia.’...