32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Rangka Benang Trik Mudah Menggambar Desain Busana

RADARSEMARANG.COM – BAGI siswa yang sedang atau  pernah duduk di bangku SMK jurusan Tata Busana, menggambar desain busana merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa dengan berbagai alasan. Menjadi tantangan penulis untuk merubah image siswa terhadap mata pelajaran ini, yaitu merubah yang pola dan kebiasaan yang kurang tepat menjadi sesuatu yang pas, mudah dan menyenangkan dalam menggambar desain busana.
Peserta didik mendapat materi dasar desain di  kelas X  semester 1 yaitu tentang unsur – unsur desain dan prinsip desain serta bagian – bagian busana, semester dua mereka mendapatkan materi tentang  hiasan busana dan  lenan  rumah  tangga. Di kelas XI, peserta didik membuat bagian – bagian  tubuh  dan macam – macam  proporsi dengan berbagai sikap serta  membuat desain busana sederhana dengan menerapkan bagian – bagian busana. 
Pengalaman tidak terlupakan waktu pertama kalinya masuk kelas, di mana penulis belum mengenal sebagian besar kondisi peserta didik. Materi sudah disiapkan untuk pertemuan pertama sesuai dengan silabus, yaitu proporsi ilustrasi. Setelah memberi penjelasan secukupnya tentang proporsi rangka benang, rangka balok dan rangka elleps, selanjutnya siswa diberikan tugas membuat satu proporsi ilustrasi untuk desain busana pesta siang. Di sinilah penulis menghadapi situasi yang di luar perkiraan, karena murid tidak segera mengerjakan. Banyak  reaksi dari para peserta didik dalam mengekpresikan materi yang penulis sampaikan, ada yang menutup gambar dengan  tangan , ada yang dimasukkan  ke laci, ada yang bergerombol, ada yang diam  mencari inspirasi.
Setelah 45 menit waktu berlalu, untuk menghilangkan kegundahan hati, maka penulis mencoba bertanya kepada peserta didik. Mengapa belum  membuat gambarnya, mereka menjawab: Bu saya tidak membawa jiplakan proprosi (gambar proporsi telah jadi dan tinggal menjiplak dan memberi  desain busananya), juga tidak membawa angkrek ( proporsi tubuh yang terdiri atas potongan gambar bagian  tubuh yang telah disambung dengan benang.
Untuk memudahkan bergerak sesuai sikap yang diinginkan ,dijiplak dan tinggal memberi desain busananya). Hanya mereka yang membawa angkrek  dan gambar proporsi yang bisa langsung membuat gambar desain. Menurut hemat penulis, ada kesalahan dasar dalam menggambar desain busana. Peserta didik belum  terbiasa melepaskan angkrek atau jiplaan proporsi, sehingga untuk membuat proporsi  mengalami kesulitan. Peserta didik  juga mengalami kesulitan pada waktu membuat proporsi dengan berbagai sikap. Peserta didik belum  mempraktikkan ketiga rangka, untuk memudahkan pembuatan desain busana.
Untuk  mengatasi masalah tersebut, penulis memulai  membuat desain dengan bantuan rangka benang dipapan  tulis. Dengan harapan, para peserta didik mendapat pencerahan dalam membuat desain menggunakan rangka benang,  selain mudah juga dapat membuat berbagai sikap bisa lebih menarik. Penulis coba mendemontrasikan  cara membuat proporsi menggunakan rangka benang, perlahan dan pasti transformasi ilmu pun berjalan dan siswa sudah mulai menikmati pelajaran. Dibarengi dengan penjelasan tentang rangka benang, dan kelebihan pembuatan  proporsi menggunakan rangka benang. Penulis  membuat  garis sumbu dengan tinggi proporsi 9 kali tinggi kepala ( 3 cm x 9) untuk proporsi ilustrasi, kemudian garis – garis letak kepala, bahu, pinggang , panggul, letak lutut, kaki dan telapak kaki. Mengisi dengan daging (istilah bentuk) tiap bagian tubuh.
Para peserta didik mempraktikkan desain proporsi yang pertama adalah posisi dari depan,  para peserta didik bisa mengikuti dengan  mudah. Hasilnya bagus, gambar berikut membuat  proporsi dengan sikap  ¾  atau sikap serong ke kanan dan sikap ¾ atau serong ke  kiri. Para  peserta didik mengikuti setiap langkah dalam  membuat proporsi. Dari ketiga proporsi untuk membuat  desain busana menggunakan rangka benang  telah selesai.  Peserta didik telah mengikuti pembelajaran dengan sungguh- sungguh, sehingga hasilnya tidak mengecewakan.Garis desainnya sudah tampak enak dipandang  luwes. Peserta didik telah mulai membiasakan  melepaskan angkrek dan pola jiplakan proporsi,  lebih berani untuk berekspresi dalam  membuat proporsi berbagai posisi/ sikap. Kesimpulan sementara penggunaan media rangka benang yang dapat penulis sampaikan adalah lebih praktis, lebih ekonomis dari sisi biaya, serta lebih mudah dalam pembuatannya. (as3/aro)
Guru SMK  Negeri 6 Semarang

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here