31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Dikhusus Latihan Fisik Para Atlet 

Buat Warga, Hanya Pukul 06.00-11.00

RADARSEMARANG.COM – KEPALA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko mengakui GOR Tri Lomba Juang (TLJ) saat ini telah ramai digunakan masyarakat untuk wisata olahraga. Di sisi lain, GOR tersebut digunakan untuk latihan para atlet sejumlah cabang olahraga.
“Tidak terganggu. Jadi, sudah ada jadwalnya. Untuk masyarakat mulai pagi pukul 06.00 maksimal pukul 10.00. Mulai pukul 11.00 jarang ada masyarakat yang menggunakan GOR Tri Lomba Juang. Sedangkan atlet dari berbagai cabang olahraga biasanya latihan sore pukul 03.00 hingga pukul 06.00,” kata Gurun, kemarin.
Dijelaskan, sesuai dengan tujuan sejak awal, GOR Tri Lomba Juang memang dijadikan sebagai fasilitas rekreasi olahraga yang disediakan untuk masyarakat. Selain itu, bisa digunakan untuk latihan fisik para atlet.
“Konsepnya Pak Wali Kota, Semarang sebagai kota atlet, sehingga harus bisa memberikan sarana dan prasarana kepada masyarakat. Tempatnya di GOR Tri Lomba Juang ini. Tidak hanya untuk jogging track, juga Loop Arena dibantu oleh Telkomsel. Termasuk dilengkapi lapangan bulu tangkis, tenis, dan lain-lain,” katanya.
Saat ini ada banyak cabang olahraga seperti altet lari, bulu tangkis, senam, tenis meja, dan masih banyak lagi, memanfaatkan fasilitas TLJ. “Tetapi para atlet ini lebih mengutamakan latihan fisiknya, bukan teknis olahraganya. Kalau sudah mengarah ke teknis, mereka ke lapangan khusus. Misalnya ke lapangan sepakbola di Stadion Citarum,” katanya.
Dijelaskannya, desain rumput sintesis di GOR Tri Lomba Juang ini memiliki kualitas bagus, sehingga sangat nyaman digunakan untuk latihan fisik seperti lari. “Empuk sekali, tidak sakit di tumit. Jadi fungsinya memang sebagai tempat latihan fisik,” katanya.
TLJ juga tidak didesain untuk tempat turnamen kejuaraan. Sebab, peruntukannya bukan untuk turnamen. “Memang kalau dilihat dari lintasan, sudah mengikuti standart internasional, yakni memiliki 8 lintasan. Tetapi karena lokasinya tidak memungkinkan, hanya digunakan latihan. Nantinya sport center akan terpusat di Mijen,” katanya.
Sementara ini, lanjut dia, Pemkot Semarang belum berpikir melakukan pengembangan TLJ untuk dibangun atau ditambah fasilitas lagi. “Kalau melihat ketersediaan tempat, sudah tidak memungkinkan dikembangkan pembangunan lagi,” katanya.
Konsep untuk menggali dan menghidupkan Semarang sebagai kota atlet ini, lanjutnya, akan dikembangkan melalui program pembangunan fasilitas olahraga di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Hal itu didukung dengan kegiatan Pekan Olahraga Masyarakat Kota Semarang (Pormakot). Pak wali mendorong itu,” katanya.
Sejauh ini, kendala pengelolaan di TLJ, lanjut dia, terkadang masih ditemui adanya masyarakat pengguna TLJ yang tidak memerhatikan kebersihan. “Kadang saya mengecek sendiri, di toilet ada yang tidak disiram. Toilet seringkali kotor. Membuang sampah seperti botol mineral sembarangan dan seterusnya. Itu ada. Saya berharap masyarakat turut menjaga kebersihan. Ikut serta memiliki, handarbeni terhadap lapangan yang dibuat pemerintah untuk masyarakat ini,” katanya.
Sedangkan mengenai fasilitas ruko yang disediakan, saat ini telah digunakan oleh masyarakat. “Untuk lantai 1 digunakan untuk usaha. Lantai 2 dan 3 digunakan untuk perkantoran dan organisasi,” katanya. (amu/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here