33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Puskesmas di Kendal Kekurangan Dokter 

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Kendal masih banyak kekurangan dokter untuk ditempatkan dan bertugas di Puskesmas. Yakni dari kebutuhan untuk 30 Puskemas di Kendal minimal sebanyak 90 dokter. Namun saat ini baru tercatat 55 dokter saja. Sehingga masih ada kekurangan 35 dokter.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Arifani Saadah mengatkana jika di Kendal ini sekarang sudah ada 20 Puskesmas biasa dan 10 Puskesmas dengan fasilitas rawat inap (opname). “Idealnya untuk Puskemas biasa satu puskesmas biasa minimal dua dokter,” katanya, kemarin.
Sedangkan di Puskesmas rawat inap minimal ada lima dokter. Sebab untuk Puskesmas rawat inap dibutuhkan untuk bergantian shift kerja. Sehingga dokter selalu ada setiap saat. “Kekurangan ini karena sejak adanya moratorium pegawai negeri, hingga kini belum ada lagi pengangkatan dokter yang berstatus pegawai negeri,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinkes Kendal, Sri Mulyani mengatakan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)  di Kendal masih jauh tertinggal dari 12 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Ketertinggalan ini karena pada kegiatan PIS-PK, Kendal hanya mendapat dua Puskesmas Lokus.
Sedangkan di 2017 lalu hanya mendapat 13 Puskesmas Lokus dari 30  Puskesmas yang ada di Kendal saat itu. Di sisi lain, tenaga Puskesmas masih tercurah dan terfokus pada persiapan kegiatan akreditasi Puskesmas. “Target Nasional tahun 2019 untuk Program Indonesia Sehat bisa tercapai,” katanya.
Dikatakan, agar pelaksanaan PIS-PK Kendal dapat mencapai target total coverage pada 2019,  mendatang, maka Dinkes merekrut 115 Tenaga Penunjuang Kesehatan. Tenaga tersebut terbagi merata 3-4 orang di setiap Puskesmas yang dikontrak selama 11 bulan. Yakni mulai Februari-Desember 2018 dan akan diperpanjang bila masih diperlukan.
“Target total coverage yaitu 100 persen kunjungan rumah, 100 persen intervensi awal dan 100 persen intervensi lanjut melakukan upaya akselerasi atau percepatan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Pihakya juga akan menggencarkan sosialisasi kepada para pelaksana di Puskesmas. Pelaksanaan PIS-PK dilakukan dengan kunjungan rumah atau Silaturahmi Sehat. Petugas akan mendata tiap-tiap rumah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum.
Jika ditemukan ada anggota keluarga yang perlu penanganan, misalnya menderita penyakit stroke, jantung atau penyakit lainnya, maka petugas akan melakukan pendampingan dalam pengobatannya.  (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Targetkan PBB-P2 Rp 5,7 M

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang mengimbau warga Kota Magelang membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan...

Pelajar SMA Diajak Perangi Berita Hoax

KEBUMEN –Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti mengajak pelajar setingkat SMA se-Kabupaten Kebumen cerdas berinternet. Kecerdasan menggunakan internet bisa untuk memerangi berita hoax atau berita...

Rumah Ludes Dilalap Api

MAGELANG –Suhadi, 77, warga Kampung Jambon Wot RT 06 RW 06 Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang harus kehilangan rumahnya akibat habis dilumat si jago...

Pegiat Drumblek Diminta Lebih Kreatif

SALATIGA - Kepala Dinas Pariwisata Kota Salatiga Sri Danudjo membuka secara resmi Musyawarah Akbar I Paguyuban Drumblek Salatiga, belum lama ini. Musyawarah diselenggarakan di...

Midnight Sale Banjir Hadiah Di Global Elektronik

SEMARANG -Global Elektronik kembali melakukan inovasi dengan menggelar Special Parade Midnight Sale weekday, mulai  20, 21 dan 22 Juni. Program ini untuk yang pertama...