33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Jaga Stabilitas Harga, Sinergi BUMD Jakarta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said memiliki trik khusus untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Yakni, memotong atau menyederhanakan mata rantai distribusi.
“Sebenarnya kalau harga naik dan turun itu hal yang biasa, yang penting jangan terlalu ekstrim, seperti harga bawang merah, di Brebes itu harganya Rp 7 ribu saja, tapi di sini ternyata bisa mencapai Rp 24 ribu,” kata Pak Dirman saat mengunjungi Pasar Kota Banjarnegara, Jumat (9/3).
Menurut Pak Dirman, spekulan tidak boleh mendominasi atau mendikte harga. “Salah satu konsep yang bisa dilakukan adalah  Jateng sebagai produsen makanan, seperti sayur mayur, beras dan sebagainya bisa kerja sama, umpamanya dengan Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.
Kerja sama tersebut, kata pria yang sempat menjadi Direktur Utama PT PINDAD ini, bisa dalam bentuk kerja sama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kalau dipercaya masyarakat Jateng memimpin, saya ingin menggandengkan dua BUMD, Jateng-DKI Jakarta. Kalau pasokannya bisa terus-menerus kan harga lebih stabil,” ungkapnya lagi.
Pak Dirman sendiri disambut sangat antusias para pedagang pasar, yang ternyata sangat mengenali sosok Menteri ESDM RI periode 2014-2016 tersebut. “Sambutan warga pasar itu sangat antusias, saya tidak menduga begitu bagus sambutan warga pasar, dan ini sebuah hal yang positif,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Dirman juga memuji penataan Pasar Kota Banjarnegara yang dinilainya cukup rapi.
“Kondisi pasar bersih, tadi di los daging juga rapi, dan pasar tradisional ini sendiri tetap dibutuhkan masyarakat, tidak perlu meniru pasar modern, tinggal pasar tradisional dijaga kebersihan, dan yang terpenting harga-harga stabil,” katanya.
Pak Dirman sangat menaruh perhatian pada keberadaan pasar tradisional. Karena pasar tradisional merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat di daerah. Oleh karena itu, dalam setiap kunjungan ke daerah Pak Dirman selalu menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional di Jateng. (har/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tewas di Kebun Kopi

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Tasmin, 55, warga Dusun Kwarasan Jurang Desa Muneng Kecamatan Candiroto Temanggung ditemukan tewas di bawah pohon sengon di kebun kopi mata...

Idamkan Bentuk Tubuh Curvy

PERNAH punya pengalaman menderita penyakit tifus setelah lulus SMA beberapa waktu lalu, tubuh Berliana Rizki sempat menjadi gemuk. Karena bentuk tubuhnya berubah, mahasiswi Universitas...

Tarif Sekali Tampil Rp 1,5 Juta, Dibagi 15 Personel

Kelompok Barongsai Tri Suci masih relatif baru. Berdiri sekitar lima tahun lalu. Pimpinan kelompok ini, Ie Adiono Istianto, awalnya bergabung dengan kelompok lain. Setelah...

Urgensi Pendidikan Akhlak di Keluarga

RADARSEMARANG.COM - ERA millennial saat ini, masih ada siswa yang belum mempunyai karakter yang baik. Ke sekolah terlambat  masuk kelas, seragam sekolah tidak lengkap,...

Pemerintah Didesak Pro Petani Tembakau

SEMARANG - DPRD Jateng menganggap tuntutan yang diajukan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng yang menolak kebijakan impor tembakau tergolong wajar. Dalam menyikapinya, pemerintah...

Dua Siswa SMPLB Hanya Ujian Sekolah

SEMARANG - Tidak semua siswa setingkat SMP mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Ada pula yang...