33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Tuding DPRD Mencla-Mencle

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Magelang, Kamis (8/3) pukul 13.00, menggeruduk gedung DPRD setempat. Selain berorasi dan menggelar  teaterikal mengecam UU MD3, mahasiswa juga berdialog dengan anggota DPRD. Dialog selama 3 jam, berlangsung  panas di ruang sidang paripurna.
Anggota DPRD yang menerima pengunjuk rasa adalah Evin Septa Kamil, Waluyo, Aktib Sundoko, Iwan Soeradmoko, dan Hadiyono Nugroho. Mahasiswa meminta dan mendesak anggota DPRD Kota Magelang untuk menandatangi nota kesepakatan petisi penolakan UU MD3.
Petisi sebagai bukti bahwa DPRD Kota Magelang menampung aspirasi mahasiswa dan akan meneruskan ke tingkat pusat. Ironisnya, dari enam fraksi, hanya ada satu fraksi yang bersedia menandatangani petisi. Yaitu, Fraksi Hannas.
Sekretaris Fraksi Hannas, Aktib Sundoko, menjelaskan, pihaknya bersedia menandatangani nota kesepakatan  atas nama fraksi, bukan kelembagaan DPRD secara utuh. “Karena anggota DPRD punya hak bicara, sehingga saya berbicara dan berani menandatangi nota kesepakatan. Namun ini sebagai fraksi, bukan sebagai kelembagaan DPRD secara utuh.”
Dalam dialog tersebut, Ketua Komisi C DPRD, Evin Septa Kamil mengaku siap meneruskan aspirasi mahasiswa. Meski begitu,  Evin meminta mahasiswa agar tetap santun dan beretika dalam menyampaikan aspirasi. “Tunjukkan bahwa mahasiswa adalah terpelajar.”
Wakil Ketua Bidang Eksternal Organisasi PMII Wilayah Jawa Tengah, Tabah Riyadi, mengaku kecewa karena anggota DPRD Kota Magelang tidak bisa menampung aspirasi mereka. Tabah menilai, anggota DPRD Kota Magelang mencla-mencle. Buktinya, hanya ada satu fraksi yang mau meneken nota kesepakatan petisi penolakan UU MD3. “Terus terang kecewa karena DPRD Kota Magelang tidak bisa bersikap,” tegas Tabah.
Tabah menilai, UU MD3 menciderai penegakan HAM dan hukum. “Bagaimana tidak, melalui UU MD3 anggota dewan yang terhormat kebal terhadap hukum.” Jika nantinya UU MD3 diterapkan, kebebasan dalam menyampaikan pendapat yang menjadi simbol demokrasi, telah mati di tangan DPR. “Sejumlah pasal mengkriminalisasi hak berpendapat rakyat, di antaranya pasal 73 ayat 3 dan 4, pasal 122 huruf (k) dan pasal 245.”
Puluhan spanduk dan poster dibentangkan aktivis PMII. Di antaranya bertuliskan ‘DPRD Bukan Tuhan’, ‘Dewan Pemidana Rakyat’, dan keranda bertuliskan “Demokrasi di Tangan DPRD Mati.  Juga berlangsung teaterikal mahasiswa yang menggambarkan anggota dewan sedang menginjak-injak mahasiswa yang disimbolkan sebagai rakyat. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Duo Cantik Huawei

Oleh: Dahlan Iskan Sebulan terakhir ini pohon tinggi Huawei terus jadi berita besar. Terutama dua anak perempuan pendirinya. Yang dari beda ibu. Direktur keuangannya ditangkap di...

Bandar Sabu Ditembak Mati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Satu dari empat tersangka pengedar dan bandar narkoba yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng tewas ditembak mati. Tersangka...

Dalam 3 Bulan, Selesaikan Ganti Untung Warga

SEMARANG-Perjuangan warga Kebonharjo, Semarang Utara, Kota Semarang, yang terkena gusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu, akhirnya menemukan titik terang. Setelah dilakukan...

20 Anggota TNI AD Naik Pangkat

Sebanyak 20 personil TNI dan 8 PNS TNI-AD mengikuti pelantikan kenaikan pangkat reguler BA/TA dan PNS di halaman Kodim 0707 Wonosobo, Senin (3/4) kemarin....

Aset Bank Jateng Tumbuh 19,92 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Total aset Bank Jateng hingga 31 Desember 2017 mencapai Rp 61,45 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 19,92 persen dari posisi akhir...

Pemindahan PKL Tertunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur ke Pasar Klithikan Penggaron, yang sedianya dilakukan kemarin, tertunda. Penundaan...