33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Tiga Hakim PTUN Tangani Gugatan Anin

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang telah menunjuk tiga majelis hakim yang akan menangani perkara yang dilayangkan Suwondo, orang tua Anindya Puspita Helga Nur Fadhila (Anin), siswi yang dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Semarang. Sebagai objek sengketa adalah Surat Pengembalian Siswa ke Orang Tua/Wali dengan Nomor 422/104/II/2018 tanggal 14 Februari 2018 atas nama Anindya Puspita Helga Nur Fadhila yang dikeluarkan oleh Kepala SMAN 1 Semarang, Endang Suyatmi Listyaningsih. Ketiga majelis hakim yang ditunjuk adalah Indah Mayasari sebagai ketua didampingi dua hakim anggota, yakni Oktova Primasari dan Panca Yunior Utomo.
“Agenda sidang belum turun, agendanya masih pemanggilan para pihak. Gugatannya didaftarkan kemarin (Rabu, 7 Maret). Untuk Rabu, 14 Maret agendanya sudah mulai persiapan perbaikan gugatan,” jelas Panitera Pengganti (PP) PTUN Semarang, Sapta Hartana saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Kamis (8/3).
Sapta mengatakan, gugatan dari wali siswa tersebut tercatat dengan nomor registrasi 31/G/2018/PTUN.Smg. Gugatan diajukan oleh Suwondo, warga Jalan Sendangmukti Barat III/177 RT 03 RW 09, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Semarang, melalui 9 tim kuasa hukumnya yang tergabung dalam Tim Advokasi Peduli Anak Bangsa (TAPAB). Mereka adalah Listyani Widiyaningsih, Denny Septiviant, Atatin Malikhah, Aris Septiono, Abdun Nafi Al Fajri, Kahar Muamalshah, Ahmad Rifan Nawawi, Andi Sulistiyo dan Sukarman. Gugatan tersebut diajukan setelah somasi yang dikirimkan kepada kepala sekolah tidak direspons. Somasi itu berisi permohonan agar mencabut objek sengketa surat tersebut.
Dalam gugatannya, lanjut Sapta, Suwondo meminta hakim PTUN memerintahkan tergugat, yakni Kepala SMAN 1 untuk menunda tindak lanjut pelaksanaan surat dalam objek sengketa. Sedangkan dalam pokok perkaranya, ia meminta mengabulkan gugatannya untuk seluruhnya, menyatakan batal atau tidak sah surat dalam objek sengketa, mewajibkan tergugat untuk mencabut surat tersebut, dan menyatakan Anindya Puspita Helga Nur Fadhila sebagai siswi SMAN 1 Semarang, serta mengembalikan harkat dan martabatnya, kemudian menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara tersebut. Sedangkan apabila hakim tidak sependapat dengan gugatan tersebut, memohon diberikan putusan seadil-adilnya.
“Kami memandang penerbitan objek sengketa tersebut sangat dipaksakan dan mengada-ada, karena di dalam Buku Tata Tertib Peserta Didik SMA Negeri 1 Semarang yang sah berlaku di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang milik AN masih bersih dan tidak tertulis pelanggaran apapun,” kata Koordinator Kuasa Hukum Suwondo, Listyani Widiyaningsih. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

JNE Garap Potensi Lokal

SEMARANG - JNE terus aktif dalam menggarap potensi-potensi lokal di Jawa Tengah. Dalam dua pekan terakhir JNE ikut berpartisipasi dalam beberapa event. Yakni Pameran...

Membangun Karakter dengan Pembiasaan Berinfaq

RADARSEMARANG.COM - KALAU berbicara masalah pendidikan karakter serasa makanan sehari-hari di dunia pendidikan. Telah berbagai upaya dilakukan untuk menghasilkan karakter siswa yang baik. Salah...

Pendidikan Karakter Melalui Ziarah Kubur

RADARSEMARANG.COM - SUDAH menjadi hal yang lumrah masyarakat Indonesia melakukan kegiatan ziarah kubur terlebih pada momentum bulan suci ramadhan menjelang lebaran dan juga pada...

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Oleh Dahlan Iskan Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri...

Islam Agama Ramah Perempuan

RADARSEMARANG.COM - ANNGKA kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan terungkap selama 2017...

Anggaran 2018 Difokuskan untuk RPJMD

UNGARAN – Rasionalisasi atau pemangkasan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran 2018 difokuskan untuk kegiatan Rencana Pembangunan Jangkan...