33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pak Dirman Akan Perbaiki Sektor Pendidikan di Jateng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said, ingin memperbaiki berbagai problematika di dunia pendidikan di Jateng. Mulai kesejahteraan tenaga pendidikan, pendidikan akhlak atau budi pekerti hingga keterampilan.
“Ada dua hal yang akan kami perbaiki jika dipercaya memimpin Jateng, yakni pendidikan akhlak atau budi pekerti dan keterampilan, dan perhatian kepada guru-guru, termasuk guru agama, dan guru sekolah informal serta honorer,” kata Sudirman Said saat bersilaturahmi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo, Kamis (8/3).
Menteri ESDM periode 2014-2016 ini lantas bercerita soal pengalamannya bertemu dengan guru honorer, yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
“Saya pernah bertemu seorang guru, saya tanya mengajar madrasah mana, kok ndak masuk? Ternyata dia masuk siang, lantas dia bercerita, honornya hanya Rp 10 ribu per hari, kalau tidak masuk ya tidak dapat honor,” jelas pria yang akrab disapa Pak Dirman ini.
Dia mengatakan, kondisi tersebut masih banyak terjadi di Jateng. Sehingga dirinya akan menyelesaikan problematika kesejahteraan guru honorer. “Bayangkan, masa depan seseorang dipertaruhkan dengan biaya Rp10 ribu per hari, ini perlu dibereskan, diperhatikan, karena mereka juga para pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.
Menurut dia, guru adalah ujung tombak dari pendidikan dan berlangsungnya roda pembelajaran. Jika tingkat kesejahteraan guru rendah, menurutnya, akan berimbas pada tak maksimalnya kualitas pendidikan.
Secara khusus, Pak Dirman menyebut pembangunan manusia harus mendapat  prioritas dibanding sektor lainnya. “Saya lebih memilih membangun manusia terlebih dahulu dibanding  membangun pabrik semen. Kita akan tata ulang APBD, infrastruktur penting, tapi manusia harus kita bangun,” tandas mantan Direktur PT PINDAD ini.
Pembangunan manusia melalui pendidikan, imbuh dia, akan membentuk karakter siswa yang memiliki budi pekerti yang baik. Hal itu sekaligus menghindari hal-hal yang kurang baik dalam dunia pendidikan di Jateng.
“Jika pembangunan manusia ini berjalan baik, maka tidak ada lagi masalah-masalah dalam dunia pendidikan, seperti siswa membully atau menganiaya gurunya, dan berbagai persoalan pendidikan lain yang akhir-akhir ini mencuat,”jelasnya.
Dari sisi keterampilan, salah satu strategi yang disampaikan adalah mendorong berdirinya sekolah-sekolah vokasi di Jateng.  “Di 22 janji kerja saya dan Mbak Ida, kami mendorong sekolah vokasional (kejuruan) yang memprioritaskan dan menghasilkan produksi lokal, jika ini terjadi dan terlaksana, maka dalam waktu lima tahun terjadi perubahan skill set di dunia pendidikan kita,” ujarnya optimistis. (fth/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menepis Kebosanan Belajar Sejarah dengan Bermain Peran

RADARSEMARANG.COM - SEJARAH tidak sekadar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang di dalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematika pelajaran bagi manusia...

Disembelih, Ayam Tak Mati

PEKALONGAN - Peristiwa unik terjadi pada seekor ayam milik warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini. Ayam milik Budi Santoso, 34 masih...

Angin Tumbangkan Pohon

RADARSEMARANG.COM - Hujan deras yang disertai angin kencang merobohkan sebuah pohon setinggi 5 meter di Dusun Sudimampir RT 02 RW 11 Desa Danupayan Kecamatan...

Ramadan dan Budaya Pamer di Media Sosial

ADANYA media sosial membawa dampak yang besar dalam segala lini kehidupan masyarakat. Media sosial sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi dengan teman atau saudara yang...

Daerah Minus, Perlu Penghasilan Tambahan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - DPRD Demak mengharapkan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa dan kepala desa (kades) yang bertugas di wilayah Kecamatan Sayung dan Mranggen bisa...

Hukum Bersaksi Atas Kebaikan Mayit

Pertanyaan : Assalamualaikum pak kiai Dr Ahmad Izzuddin M.Ag yang saya hormati, saya ingin bertanya, sudah menjadi tradisi di daerah saya ketika hendak memakamkan mayit,...