33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Notaris Pemberi Suap Diperiksa

Kasus OTT di BPN Kota Semarang

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyidikan dugaan kasus suap dengan tersangka Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Windari Rochmawati, terus bergulir. Bahkan kemarin Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang telah memeriksa enam orang notaris sebagai saksi. Keenam notaris itu diduga sebagai pemberi suap. Hal itu dibuktikan dari nama yang tertulis di 9 dari 116 amplop berisi uang suap yang disita dari tangan Windari.
Kajari Kota Semarang, Dwi Samudji, mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang notaris sebagai saksi. Ia menyebutkan, salah satu saksi yang dipanggil berinisial M, orang yang memberi amplop saat terjadinya penangkapan terhadap Windari. Namun demikian, Dwi enggan menyebutkan lebih jauh hasil pemeriksaan oleh tim penyidik.
“Itu sudah masuk materi perkara. Nanti bisa mengganggu penyidikan tim. Saat ini masih didalami tim, keterlibatan yang bersangkutan. Dia (M) mengakui telah memberikan uang dalam amplop itu ke Windari,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Disinggung soal jumlah 116 amplop dan temuan uang total hampir Rp 600 juta yang didapatkan kejari setelah melakukan penggeledahan di kamar kos, mobil pribadi, dan ruang kerja Windari, Samudji mengaku dalam amplop tersebut ada beberapa nama yang sama.
“Jadi, ada nama yang sama, namun amplopnya ada beberapa biji. Jadi, saya rasa orang yang sama itu sudah terbiasa memberikan amplop berisi uang untuk Windari, dan semuanya masih terus kita periksa,” ujarnya.

Windari Rochmawati (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Windari Rochmawati (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Samudji juga mengungkapkan, untuk mengurus berbagai dokumen pertanahan di BPN memang ada biayanya, namun sudah ditetapkan oleh negara.  “Ada biayanya, tapi itu yang ditetapkan oleh pemerintah, dan biaya itu masuk ke kas negara. Nah ini oleh tersangka ada indikasi pemaksaan untuk memberikan biaya lebih dari yang sudah ditetapkan,” bebernya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, Samudji memastikan akan ada pendalaman dalam proses penyidikan yang dilakukan tim penyidik Kejari Kota Semarang.
Dikatakannya, termasuk Sriyono dan dua pegawai honore,r Jimmy dan Fahmi, yang masih berstatus saksi, jika nantinya ada dua alat bukti, maka statusnya bisa saja naik, dari saksi ke tersangka. Namun sampai saat ini, diakuinya, belum ada dua alat bukti tersebut, sehingga masih didalami.
Pihaknya juga memastikan, akan memeriksa keluarga tersangka atau keluarga saksi jika ada keterkaitan. Namun hingga saat ini, saksi yang diperiksa masih dari tersangka dan terperiksa. “Proses saat ini masih terus berlanjut, nantinya juga akan ada pemeriksaan lainnya. Termasuk gelang emas yang ada di tumpukan uang yang ada di mobil tersangka. Saat ini proses pemanggilan saksi akan terus kami lakukan, khususnya ke notaris ini, dan nama perusahaan yang tertera di amplop yang ada di tangan tersangka Windari,”tandasnya.
Kasi Tipidsus Kejari Kota Semarang, Adi H Wicaksono, menambahkan, status Sriyono masih aktif bekerja, karena pihaknya memang tidak menahan. Ia juga mengaku, Sriyono Kamis (8/3) kemarin tidak diperiksa. Pihaknya memastikan timnya akan terus bekerja menuntaskan kasus ini.
“Kalau untuk S dan 2 honorer lainnya, kita masih lanjut pemeriksaan, karena masih ada pemeriksaan tambahan. Yang jelas, kita masih fokus ngejar BAP, dan menangani perkara ini secara profesional,”katanya.
Sementara itu, temuan 116 amplop berisi uang suap yang diperkirakan berjumlah Rp 600 juta diduga akan lebih besar lagi. Sebab, amplop tersebut baru ditemukan di mobil, ruang kerja dan tempat kos Windari. Sedangkan di rumah dan mobil pribadi Sriyono diduga belum dilakukan penggeledahan.
Sumber internal kejaksaan yang enggan disebut namanya menyebutkan, amplop yang ditemukan di kos dan mobil pribadi Windari di antaranya berasal dari notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Dia mengakui, mobil pribadi Sriyono belum digeledah saat penangkapan, termasuk di ruang lantai II. Padahal saat OTT berlangsung, tidak ada tim Kejari yang dihalang-halangi, semua dipersilakan bergerak leluasa. Mobil Sriyono baru dilakukan penggeledahan Kamis (8/3) kemarin.
Dikatakan sumber itu, saat OTT, Windari yang pertama diamankan, sedangkan Sriyono masih berada di ruang kerjanya. Saat Windari akan ke ruang Sriyono, pihaknya menghalangi. Petugas Kejari akhirnya memeriksa seluruh ruang lantai 1, termasuk ruang Sriyono.
Kepala Kejati Jateng, Sadiman, menilai kejadian tersebut sebenarnya bukan OTT, melainkan sudah ada Sprin Lid (surat perintah penyelidikan) sejak lama, karena awalnya ada informasi dari masyarakat terkait praktik pungli dan suap di BPN Kota Semarang.
Dikatakannya, ketika malam terjadi OTT, sebenarnya akan dilakukan pengeledahan untuk melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Dia juga menyatakan masalah tersebut bukanlah OTT Tim Saber Pungli.
“Yang jelas sikap saya mendukung penuh penanganan kasus ini, bahkan saat OTT itu berlangsung pertama kali, saya datang ke kejari sampai jam 11 malam, itu pas keempatnya diamankan,”kata Sadiman kepada koran ini.
Disebutkan, untuk 3 orang yang diamankan, yakni Sriyono, Jimmy dan Fahmi,  statusnya masih terperiksa, sehingga semua masih melihat perkembangannya fakta di lapangan. Pihaknya memastikan, setelah ada alat bukti baru nanti akan dikembangkan. Ia menegaskan, siapa saja yang terkait kasus tersebut akan diproses hukum. “Yang jelas kami akan berbuat adil, yang terlibat pasti diproses. Siapapun yang terlibat dalam pungli dan suap itu akan kita proses dan tetapkan status tersangka,”tandasnya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Berdoa untuk Negara Aman dan Tenteram

SEMARANG - Menjelang detik-detik pergantian tahun baru penanggalan Imlek, warga Tionghoa Semarang menggelar sembahyang bersama pada pukul 00.00 tadi malam. Sembahyang ini dilakukan untuk...

Pemudik Jalur Laut Turun 70 Persen

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Hingga H-3 Lebaran, jumlah pemudik di Pelabuhan Tanjung Kendal dari Pelabuhan Kumai, mengalami penurunan hingga 67 persen dibandingkan musim Lebaran tahun lalu. Kapal...

Musyawarah Reboan, Serap Masukan Grassroot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah, akan menjadikan musyawarah sebagai metode dalam perjuangan. Ketua Tim...

Geram: Jangan Ada Kesan Tebang Pilih

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Angka penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah tergolong tinggi. Indikasinya, napi yang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang, justru didominasi napi penyalahgunaan narkoba. Baik itu...

PDIP Kumpulkan 348 Legislator

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal mengumpulkan seluruh legislator di Jateng, Jumat (2/2) mendatang. Selain untuk kepentingan Legislator Summit, momen itu...

Blog Clickbait Catut Nama TNI

JawaPos.com – Pengelola blog turbinsuinfo.blogspot.com, tampaknya, cukup bernyali. Demi mengejar klik, dia membuat berita hoax dengan mencatut institusi TNI. Dia mengatakan, TNI siap ambil...