33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Karyawan PT Tossa Sakti Tuntut Gaji

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Upaya karyawan PT Tossa Sakti Kaliwungu, untuk mendapatkan hak gaji terus dilakukan. Kamis (8/3) kemarin, ratusan karyawan menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran kompensasi akibat dirumahkan selama sembilan bulan ini.
Dalam aksinya, massa memblokade pintu masuk ke perusahaan di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu. Mereka membentangkan spanduk tuntutan kepada menejemen perusahaan untuk memberikan hak gaji dan status pekerjaan mereka.
Aksi tersebut sempat memicu terjadinya adu mulut antara perwakilan menejemen perusahaan dangan karyawan yang berjumlah lebih kurang 750 orang. Pasalnya pihak manejemen hanya bisa memberikan 25 persen dari gaji. Padahal sesuai perjanjian para karyawan selama dirumahkan akan menerima 50 persen dari gaji setiap bulannya.
Hal tersebut tentu saja membuat ratusan karyawan pabrik kaca tersebut marah. Mereka menilai perusahaan sudah tidak menepati janjinya. Selain itu gaji tersebut sangat diharapkan karyawan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Kami buruh tidak mau gaji kami diangsur lagi. Kami minta bukti bukan janji. Kami menuntut agar gaji dibayarkan penuh sesuai perjanjian yakni 50 persen selama kami dirumahkan,” kata Doni salah satu perwakilan buruh PT Tossa Sakti.
Selain melakukan aksi  blokade pintu masuk perusahaan, sejumlah perwakilan karyawan melakukan audensi dengan Bupati Kendal Mirna Annisa. Mereka menyampaikan keresahan terkait nasib yang mereka alami. Mereka berharap Pemkab Kendal bisa menjadi fasilitator atas permasalahan ini.
Doni mengatakan jika Sekitar 750 buruh ini dirumahkan sejak Mei 2017 lalu. Alasan dirumahkan karena perusahaan mengalami pengurangan produksi sehingga beban perusahaan semakin berat. Sesuai perjanjian mereka dirumahkan sampai dengan Januari 2018.
“Tapi Hingga Maret ini belum ada kepastian terhadap nasib kami, apakah masih dipakai dan dipekerjakan lagi ataukah akan di PHK. Kami butuh kepastian karena juga memiliki tanggungan keluarga,” kata Basuki Rahmat.
Jika tuntutan hak gaji tidak juga diberikan, maka karyawan akan menduduki kantor perusahaan. Selain itu akan melaporkan pengingakaran kesepakatan bersama ini kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kendal. “Sebab kesepakatan ini dibuat bersama di Disnaker, jadi kami akan mengadukan masalah ini ke Kendal,” tandasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun Kebersamaan di Segala Kegiatan

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Beji Lor memiliki warga yang sangat guyub dalam segala kegiatan bersama. Salah satunnya dapat disaksikan pada kegiatan merti Desa yang  rutin digelar...

Cabup PKB Tunggu Restu Ulama

MUNGKID—Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Magelang belum menentukan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju dalam Pilkada Kabupaten Magelang...

Kunto Aji Puaskan Pengunjung Verve Bistro

SEMARANG - Tampil ekpresif membawakan setiap koleksi lagunya, Kunto Aji mampu memuaskan pengunjung Verve Bistro & Caffee Bar Semarang, dalam acara Grand Opening yang...

Butuh Inovasi Alat Peringatan Bencana

SEMARANG – DPRD meminta pemprov dan kabupaten/kota se-Jateng lebih tanggap dan melakukan inovasi antisipasi bencana. Mengingat Jateng merupakan daerah yang rawan bencana setiap tahunnya....

IP Turun, Bidikmisi Dicabut

WONOSOBO - Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang Prof Cahyo Yusuf bersama jajaran melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program Bidikmisi ke rumah salah satu penerima...

Mirna Larang Dump Truk Melintas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Geram dengan kondisi jalan kabupaten yang rusak, Bupati Kendal Mirna Annisa mengambil kebijakan melarang dump truk pengangkut hasil tambang galian C...