33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

4 Tahun Sertifikat Tidak Jadi

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – SUDAH menjadi rahasia umum, butuh kesabaran ekstra jika mengurus dokumen pertanahan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang. Apalagi kalau tidak mengetahui jalurnya ataupun tak kenal orang dalam.
Seorang pemohon bernama Rizal mengeluhkan lambannya proses pengurusan pemecahan sertifikat tanah. Padahal tanah miliknya sudah diukur oleh petugas BPN Semarang sejak empat tahun lalu. “Tanah saya itu berlokasi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang. Nggak tahu kenapa kok tidak jadi-jadi,” keluhnya.
Sama halnya dengan, Hariono, mengeluhkan pelayanan BPN yang terkesan mempersulit penerbitan sertifikat lahan milik rakyat kecil.
Menurutnya, tidak sedikit warganya yang mengeluhkan tentang sulitnya memperoleh sertifikat hak milik dari BPN.
“Kami berharap adanya OTT ini bisa menjadikan pelayanan dan proses pengurusan dokumen tanah semakin cepat dan transparan,”kata salah satu Ketua RW di Semarang ini.
Seorang notaris bernama Karina juga mengeluhkan lamanya waktu pengurusan akta jual beli hingga menjadi sertifikat HM di BPN.
Ia mengatakan, untuk akta jual beli bisa selesai dalam waktu tiga hari. Dilanjutkan dengan pengurusan sertifikat dan validasi pajak bisa selesai dalam waktu lima hari kerja. “Tapi kenyataannya baru bisa selesai dalam waktu sekitar tiga pekan. Ditambah lagi dengan validasi pajak, menjadi 1,5 bulan,”katanya.
Sementara itu, kemarin Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Semarang, Bambang Riyadi datang ke Kantor Kejari Kota Semarang untuk memberikan dukungan terkait OTT tersebut. Dalam suratnya, IPPAT mengapresiasi kinerja penyidik. Pihaknya juga menyatakan akan menunggu tindak lanjut terkait kasus itu, dan berharap kasusnya dapat diusut tuntas. Bambang datang didampingi sekretaris Sasmito Raharjo beserta humas, anggota dan dewan penasehat IPPAT. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Empat Kasus Pidana Dapat Remisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 56 warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I, Kedungpane, Kota Semarang mendapatkan remisi khusus hari Natal 2017....

Hobi Jadi Penghasilan

HOBI yang ditekuni Nurul Ami Widiyasari, kini berbuah penghasilan. Awalnya, ia hobi mendesain busana dan menjahit. Kini, jasanya itu banyak digunakan orang lain. ”Sejak...

Pembagian Kartu Tani Kurang Merata

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemakaian kartu tani efektif diberlakukan per 1 Januari 2018 ini. Karena itu, petani wajib menggunakan kartu tani jika ingin memperoleh pupuk...

Kembangkan Ponpes Di Perumahan

DEMAK - Mayoritas pondok pesantren yang tersebar diseluruh Nusantara tumbuh dan berkembang dilingkungan pedesaan. Berbeda halnya dengan Pondok pesantren Tahfidz Bukit Alquran yang berada...

Wasit Jangan Memihak Magelang

MAGELANG -  Delapan belas tim tenis lapangan dari berbagai daerah di wilayah Jateng & DIY mengikuti kejuaraan tenis lapangan beregu putra Wali Kota Magelang...

500 Rumah Terendam, Gagal Panen 160 Ha

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Banjir yang melanda Kecamatan Sayung telah merendam 500 rumah warga di Desa Sayung dan Kalisari. Ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 100...