32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Desak Pembangunan Rest Area

Target Lebaran 2018 Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, sudah hampir selesai. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mendesak kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, agar membangun rest area tipe A di Kabupaten Pekalongan. Menurut bupati, keberadaan rest area tersebut bisa membantu pengembangan produk Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut diungkapkan bupati dihadapan langsung Menteri PUPR, saat meninjau pembangunan tol, Rabu (7/3). Diketahui, di Kabupaten Pekalongan, terkenal dengan sentra batik tulisnya yang melegenda. Bahkan lebih dari 150 ribu para pekerja batik terlibat dalam industri rumah tangga tersebut, dan tercatat ada 32 ribu pengrajin batik, tenun dan konveksi jins.
Asip Kholbihi, megungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat, agar diadakan rest area tipe A di wilayah Kabupaten Pekalongan dari arah Jakarta, untuk menjual hasil-hasil produk dari para pelaku UMKM, baik batik, kompeksi, jeans, tenun, sarung.
“Usulan agar dibangun rest area tersebut sudah sejak 2009. Bahkan sejak pertama kali ide jalan tol ini muncul,” tandasnya.
Usulan tersebut sempat terganjal, karena Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menilai jarak yang cukup dekat antara jalan tol Kabupaten Pemalang dan Batang. “Bagi saya pokoknya ini harus dibangun, karena menyangkut aspirasi seluruh pedagang, para pelaku industri UMKM batik yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ungkap bupati.
Bupati Asip juga menegaskan bahwa batik di Kabupaten Pekalongan ini, menyumbang hampir separuh dari produksi batik nasional. Jadi sudah saatnya jalan tol itu di bangun di Kabupaten Pekalongan, supaya bermanfat untuk rakyat.
Bupati masih berharap rest area yang menjadi harapan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan, itu dapat terealisasi. Menurutnya persoalan jarak bisa diatur dan direkayasa. “Yang penting ada tempat rest area di wilayah Kabupaten Pekalongan dari arah barat (Jakarta), untuk memasarkan hasil-hasil produk unggulan dari Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.
Bahkan pihaknya sudah menyiapkan lokasi dengan berbagai pola, seperti kerjasama dengan pihak ketiga atau swasta. “Tidak menutup kemungkinan dibangun oleh Pemkab Pekalongan, atau dibangunkan oleh Pemerintah Pusat. Yang jelas kalau ini sudah pasti, akan dicarikan skemanya yang terbaik seperti apa,” tegas bupati.
Sementara itu, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa ruas tol dapat difungsionalkan sebagai jalur arus mudik Lebaran 2018.
“Jika pada Lebaran tahun sebelumnya ruas jalan tol Batang-Pemalang dan Batang-Semarang diberlakukan sebagai jalur darurat. Akan tetapi pada Mei 2018, jalan tol ini dapat difungsionalkan,” katanya di saat berada di exit tol Pasekaran Batang.
Sebagaimana diketahui, tol Pemalang-Batang memiliki panjang ruas 38,20 km yang dibangun oleh PT Pemalang Batang Toll Road. Tol ini tediri dari 2 seksi dari keseluruhan proyek jalan tol trans-Jawa yang terbentang sepanjang 661 km dari Jakarta-Surabaya yang diperkirakan rampung pada akhir 2018. (thd/han/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here