33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Windari Sudah Pernah Diperiksa

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – OPERASI tangkap tangan (OTT) yang menimpa 4 pegawai BPN Kota Semarang menimbulkan keprihatinan dari Kepala Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Jateng, Heri Santoso. Heri sendiri kemarin belum bisa berkomentar banyak, karena belum ada kejelasan resmi adanya OTT tersebut. Bahkan ia mengaku, untuk berkoordinasi dan konfirmasi dengan Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, belum bisa dilakukan. Namun pihaknya mengaku terkait masalah pungli dalam pengurusan dokumen pertanahan sudah diingatkan setiap saat.
“Terakhir kami ingatkan pas pelantikan kemarin. Termasuk Ibu Windari juga sudah kami lakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Awalnya ada pengaduan warga, kemudian langsung saya BAP dan sidak di lokasi,”kata Heri kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Ia mengaku menyesalkan kejadian tersebut kembali dilakukan Windari. Padahal dikatakannya, yang bersangkutan sudah akan dimutasi.  “Kami menyesalkan kok malah mengulangi lagi, padahal mau dimutasi, ini nanti bisa saja dicopot. Tapi memang, saya belum tahu persis masalah ini, nanti kalau terbukti adanya pungli, kami tetap menunggu proses pengadilan untuk memberikan sanksi selanjutnya,”ujarnya.
Selama yang bersangkatan menjalani proses hukum, lanjut Heri, untuk sementara, pihaknya akan menunjuk pelaksana tugas (Plt)  agar proses pelayanan BPN Kota Semarang tidak berhenti.
Terpisah, Plt Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng, Sabarudin Hulu mengaku, di instansi yang dipimpinnya pada 2017 lalu, mendapat beberapa laporan masyarakat atas dugaan maladministrasi berupa penundaan berlarut terkait pelayanan BPN di Jawa Tengah. Namun atas aduan itu, lanjut Sabarudin, ada respons cepat dari Kakanwil BPN Jawa Tengah, sehingga dapat memberikan penyelesaian terhadap laporan tersebut.
“Waktu itu, dominan yang dilaporkan adalah pelayanan di kantor BPN yang ada di Kabupaten/Kota di Jateng,”katanya.
Sedangkan terkait OTT tersebut, Sabarudin menilai semua itu sudah menjadi bagian dari tugas aparat penegak hukum dalam memberantas praktik pungli. Ia berharap peristiwa OTT yang terjadi di BPN Kota Semarang menjadi pembelajaran kepada penyelenggara pelayanan publik yang lain, sehingga kasus yang sama tidak terulang kembali.  “Kami dorong pengawas internal untuk mencegah praktik-praktik perbuatan maladministrasi dan mencegah perbuatan korupsi,”tandasnya.
Ia juga mengaku, pada 2017 ada beberapa laporan dugaan pungli atas pelayanan di BPN. Namun  pelapor kurang kooperatif dalam memberikan data dan informasi yang cukup atas laporan dugaan pungli tersebut. Sehingga pihaknya memutuskan, laporan itu tidak cukup bukti pendukung terjadinya maladministrasi berupa pungli.  “Tapi, kami tetap monitoring atas aduan dimaksud sebagai petunjuk kepada ORI Jawa Tengah,”ujarnya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Kelas Disulap Jadi Pulau, Tumbuhkan Nasionalisme Siswa

TEMANGGUNG- Beragam kreasi, mulai produk kuliner dan benda ilmiah, dipamerkan siswa Toddler-KB-TK Cor Yesu dan SD Pangudi Utami Temanggung dalam ajang Edu Fun Days...

Karyanya Banyak Dipesan Konsumen Mancanegara

RADARSEMARANG.COM - Yoga Siratmoko, satu-satunya perajin patung pahat dan ukir berbahan dasar kayu di Kota Magelang. Meski tak mengenyam pendidikan seni rupa secara khusus,...

Pendaki Hilang Ditemukan di Jurang

SALATIGA – Pencarian besar–besaran dua pendaki yang hilang di Gunung Merbabu oleh puluhan relawan dari berbagai organisasi membuahkan hasil. Selasa (16/5) siang, kedua pendaki...

Kumuda Klaim Siap Bertanggung Jawab

TEMANGGUNG—Bupati Temanggung Bambang Sukarno akhirnya menunjuk Sri Haryanto—PNS di Inspektorat Setda—sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Daerah (PD) Bhumi Phala Temanggung (pengelola wisata Pikatan...

2 Bulan, Otopsi Belum Dikerjakan

SALATIGA-Kematian Bambang Heri Susanto pada 13 Oktober 2016 lalu masih misterius. Penjaga SD Negeri 06 Ledok ini ditemukan tergantung di kamarnya. Pihak keluarga menduga...

Rekam KTP-el di Rumah Warga

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang memberikan pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas yang akan merekam data kartu tanda penduduk...