33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Sulap Hutan Kota Tinjomoyo Jadi Pasar Digital

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, terus berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Semarang melalui pengembangan sektor pariwisata. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan revitalisasi aset-aset milik Pemerintah Kota Semarang yang luput dari perhatian pemerintah sebelumnya, untuk dijadikan daya tarik wisata Kota Semarang.
Aset milik Pemkot Semarang yang direvitalisasi tersebut antara lain Hutan Kota Tinjomoyo yang berada di Kecamatan Banyumanik. Tinjomoyo sendiri sebelum 2006 lebih dikenal sebagai kebun binatang.  Namun akibat adanya banjir besar Kaligarang,  akses jembatan menuju Tinjomoyo terputus, hingga akhirnya Pemkot Semarang memindahkan kebun binatang ke kawasan baru di daerah Mangkang.
Pasca pemindahan kebun binatang yang semula di Tinjomoyo ke daerah Mangkang itu, aset milik Pemkot Semarang seluas 57,5 hektare tersebut pun seakan terbengkalai. Hal tersebut terlihat dari kondisi infrastruktur di dalamnya yang tidak terawat dan tidak tersentuh oleh pemerintah.
Namun saat ini Tinjomoyo mulai kembali bergeliat sebagai daya tarik wisata Kota Semarang di bawah kepemimpinan wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut. Setelah membangun kembali akses jembatan menuju Tinjomoyo yang terputus, kini aset milik Pemkot Semarang yang dulu terbengkalai itu sedang digarap menjadi sebuah area pasar digital, bernama ‘Pasar Semarangan Tinjomoyo’.


“Jadi, konsepnya Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah Pasar Digital terbuka, yaitu sebuah pasar tradisional yang Instagramble di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai),” jelas Hendi saat meninjau pembangunan Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa (6/3).
“Konsep ini juga menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City“, tambahnya.
Beberapa agenda wisata juga telah terencana untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut. “Untuk soft launch-nya kita agendakan pada tanggal 17 Maret, dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April nanti juga akan diselenggarakan di sini,” tutur Hendi.
“Pasar Semarangan sendiri rencananya pada tiga bulan pertama akan dibuka setiap Sabtu dari jam tiga sore sampai sembilan malam, di luar waktu itu masyarakat juga dapat menggunakan area Pasar Semarangan ini untuk santai-santai atau jogging,” detailnya.
Hendi optimistis, revitalisasi aset-aset wisata milik Pemerintah Kota Semarang seperti Hutan Tinjomoyo ini dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar 6 persen, dari yang semula pada 2016 telah berada di angka 5,69 persen. “Pertumbuhan ekonomi tentu saja komponennya banyak, tapi target saya, sektor pariwisata yang sebelumnya tidak tergarap, dapat lebih berkontribusi saat ini,” katanya. (den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berharap Fasilitas Ruang Pajang

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 300 pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Semarang yang tergabung dalam koperasi UMKM Center berharap Pemkab Semarang memfasilitasi...

Pedagang Minta Lantai Keramik

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pedagang Pasar Blauran 2 Salatiga minta pemkot untuk meningkatkan lantai pasar dengan keramik. Selain itu, jika hujan deras, para pedagang masih...

Aksi 1.000 Lilin untuk NKRI

UNGARAN – Ribuan warga terdiri dari berbegai elemen tumpah ruah di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, menggelar aksi bakar 1.000 lilin, Sabtu (13/5) malam. Aksi...

Tinggi, Penderita Sakit Jiwa di Selomerto

WONOSOBO—Penyandang sakit jiwa di Kecamatan Selomerto tergolong tinggi. Terbukti, saat dilakukan pendataan keluarga sehat oleh Puskesmas Selomerto, petugas menemukan sedikitnya 5 penderita sakit jiwa...

Hadapi Era Disrupsi Humas Harus Miliki Standarisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Profesi kehumasan dipandang oleh masyarakat sebagai profesi yang bisa dilakukan oleh siapapun. Humas, identik dengan jumpa pers dan media relation. Oleh...

Belajar Penyertaan Modal BUMD dan Teknik Penentuan Direksi PDAM

RADARSEMARANG.COM - Anggota DPRD Kabupaten Demak melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Indamayu dan Kota Cirebon, Jawa Barat. Selain belajar soal Raperda Badan Usaha...