33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pembebasan Sebidang Lahan Alot

Tol Semarang-Batang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih ada satu bidang lahan yang menghambat pengerjaan konstruksi jalan tol Semarang-Batang. Tepatnya di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/AA Nomor 36 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan. Padahal, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang sudah mencabut kepemilikan tanah dan menyatakan sebagai tanah negara. Pencabutan kepemilikan itu diambil karena pemilik lahan menempuh jalan konsinyasi.
Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto menjelaskan, meski status lahan sudah menjadi milik pemerintah, tapi pihaknya tidak bisa melakukan pengerjaan karena rumah masih berdiri. Sementara pihak Pengadilan Negeri (PN) Semarang belum mengeluarkan perintah eksekusi lahan. Padahal ganti untung untung bidang tanah seluas 228 meter persegi, Rp 1.986.393.000, sudah dititipan ke PN Semarang sejak 11 Juli 2017 lalu.
“Memang, lahan itu masih sengketa antara Sri Urip Setyowati dan Okkie Jaloe Laksono. Bahkan sengketa itu sudah ada sejak 3 Agustus 2004 silam. Ketika ada pembebasan lahan untuk tol, ditempuhlah langkah konsinyasi,” jelasnya, Selasa (6/3).
Dijelaskan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, lahan tersebut sudah menjadi milik negara. Artinya, PN bisa mengeksekusi lahan tersebut demi kepentingan percepatan pembangunan jalan tol.
“Yang kami pertanyakan, mengapa sampai sekarang PN tidak mengeksekusi lahan itu. Kalau soal sengketa, kan bisa diselesaikan di pengadilan. Yang penting tanahnya bebas dulu untuk kepentingan pembangunan jalan tol. Toh PPT (Panitia Pengadaan Tanah) sudah menitipkan uang ganti untungnya ke pengadilan,” tegasnya.
Pihaknya pun sudah mengirimkan surat permohonan eksekusi lahan ke PN. Tapi surat yang dikirimkan 22 Januari 2018 itu belum ada tanggapan hingga sekarang. Padahal, pengalaman pembebasan lahan dengan konsinyasi di sejumlah titik di Kendal, Pekalongan, dan Batang, beberapa waktu lalu, tidak ada masalah. Termasuk konsinyasi karena lahan sengketa seperti terjadi di Ngaliyan ini.
“Dulu sudah ada masalah seperti ini. Tapi dalam waktu sekitar 30 hari, lahan bisa dieksekusi PN wilayah setempat. Nah ini kok tidak bisa? Masa beda wilayah aturannya beda? Toh acuan regulasinya sama,” bebernya.
Dia pun mendorong PN Kota Semarang untuk segera melakukan eksekusi. Jika tidak, jalan tol Semarang-Batang terancam tidak bisa difungsionalkan untuk arus mudik Lebaran tahun ini.
Sementara itu, juru bicara PN Semarang Mochamad Sainal menjelaskan, pihaknya akan mengecek keberadaan berita acara penitipan uang ganti rugi warga terdampak proyek tol Semarang-Batang itu. “Di berita acara konsinyasi tentunya ada pihak yang berhak menerima uang ganti rugi tersebut,” katanya.
Jika memang masih terdapat sengketa atas lahan yang dimaksud, lanjutnya, harus dituntaskan dahulu. Menurut dia, pengadilan tidak bisa begitu saja melaksanakan eksekusi atas objek tertentu tanpa ada permohonan. “Kalau meminta dieksekusi, tentu harus ada permohonan yang disampaikan ke pengadilan,” imbuhnya.
Berkaitan dengan proyek jalan tol ini, lanjut dia, pengadilan tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. “Pengadilan merupakan lembaga independen yang memutus suatu perkara atas azas keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (amh/ric)

Berita sebelumyaAksi Tolak UU MD3
Berita berikutnyaGuru Jadul Vs Students Zaman Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sopir Sempat di Lokalisasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah 3 minggu menjadi buronan, Rohadi, 49, sopir penyebab kecelakaan di proyek tol di Desa Masin Warungasem Batang, akhirnya ditangkap petugas...

Semarang Sabet Dua Penghargaan Bidang Koperasi 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kota Semarang terus menunjukkan geliatnya sebagai kota yang berprestasi. Setelah beberapa waktu lalu, dinobatkan sebagai "Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih Sehat Tahun...

Istri Saya Kemambang di Atas Almari

BANJIR bandang kemarin memang hanya berlangsung sekitar satu jam. Namun efeknya luar biasa bagi warga. Lantaran meninggalkan lumpur di sepanjang jalan yang sejajar dengan...

Dua Siswi SD Diduga Disekap Dua Hari

SEMARANG - Dua bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di daerah Rowosari, Tembalang, Semarang diduga disekap selama dua hari di sebuah...

Quo Vadis Kebijakan Distribusi Tenaga Kesehatan Indonesia

RADARSEMARANG.COM - TANTANGAN pelaksanaan JKN tidak hanya terletak pada kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan, tetapi juga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan. Isu strategis...

Angkot Mogok, Muncul Gerakan Nebeng Gratis

SALATIGA –Puluhan mobil dan sepeda motor pribadi di Kota Salatiga mendadak menjadi ‘angkutan’ bagi masyarakat umum. Para pemilik kendaraan pribadi ini rela mengantarkan pelajar...