33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Komunikasi Keluarga Kondusif, Sukseskan Pendikel

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – KEBUTUHAN komunikasi pada setiap individu merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupannya. Komunikasi antara orang tua dan anak, dapat dipandang sebagai usaha untuk mengetahui, memantau serta mengarahkan perkembangan pada diri anak. Dalam hal ini, yang perlu diingat oleh para orang tua bahwa masalah komunikasi adalah masalah kebiasaan. Artinya, komunikasi harus dipelihara terus menerus sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lunturnya komunikasi orang tua dengan anak, sudah banyak terjadi di era globalisasi.
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat termasuk di antaranya budaya. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting, apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan.
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi anak dengan orang tua.
Keluarga merupakan pendidikan dini dalam pembentukan karakter anak. Cara polah asuh dan kebiasaaan yang sering dilakukan akan tercermin dalam karakter anak itu sendiri. Keluarga atau orang tua memberikan pengalaman kepada anak-anak dalam bidang kehidupan, sehingga anak memiliki informasi yang banyak, termasuk sebagai alat bagi anak untuk berfikir. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa menuju ambang dewasa. Anak merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang menuju tugas-tugas perkembangan remaja.
Sebagaimana dikemukakan HURLOCK (dalam Asrori,2003:13) adalah sebagai berikut berusaha mampu menerima keadaan fisiknya, berusaha mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa, berusaha mencapai kemandirian emosional, berusaha mencapai kemandirian ekonomi, berusaha memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua, berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan, dan berusaha mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis, serta berusaha memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.
Dalam rangka membantu anak yang bermasalah agar mau berkomunikasi dengan orang tua, perlu pola asuh orang tua yang ideal dalam berkomunikasi terhadap anak yang bermasalah tersebut untuk mengetahui sebab-sebab yang melatarbelakangi sikap dan tindakan anak tersebut. Dalam hal menangani masalah anak tersebut, orang tua melakukan serangkaian dialog/pendekatan dengan anak. Interaksi/komunikasi yang baik, hangat, dan akrap agar timbul keinginan untuk mengeluarkan kesulitan-kesulitanyang ada pada diri anak.
Dunia remaja selalu membuat kebanyakan orang tua maupun guru di sekolah pusing kepala. Para remaja selalu ingin tahu sampai batas mana mereka diperbolehkan melanggar aturan. Perhatian yang lemah dan ragu-ragu akan menjadi permainan anak remajanya dan secara tidak langsung turut mendorong anaknya ke jurang kehancuran.
Sebagai orang tua jangan merasa sungkan menjawab pertanyaan anak mengenai sesuatu hal yang terkesan tabu untuk dibicarakan, misalnya pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah seksual. Jelaskan kepada anak, tentang pentingnya menghargai dan menjaga kehormatan dirinya.
Di era globalisasi ini, banyak sekali permasalahan karena kurangnya komunikasi anak dengan orang tua. Di antaranya seringkali kita mendengar adanya pergaulan bebas, karena kurang perhatian orang tua atau orang tua sibuk dengan dunianya sendiri.
Dengan begitu, anak menjadi leluasa melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri. Pergaulan bebas bukan simbul moderat anak bangsa, tetapi simbol degradasi moral karena perilaku itu hanya simbul budaya barat yang sangat bertentangan dengan norma di masyarakat.
Solusi yang ditempuh untuk menangani masalah komunikasi orang tua dengan anak adalah menjadi pendengar yang aktif, sering melalukan dialog, dan tidak memaksakan kehendak.
Komunikasi yang lancar dan sehat dalam sebuah keluarga merupakan harapan setiap anggota keluarga. Oleh karena itu, dalam lingkungan keluarga antara anak dan orang tua, memiliki peran yang sangat penting dalam membina dan membimbing serta memberikan contoh yang baik dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak yang semua itu dipengaruhi oleh pola atau bentuk komunikasi yang orang tua ciptakan dalam keluarga. (tj3/ida)
*) Guru SMA Negeri 1 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Puluhan Politekes Terancam Tutup

MAGELANG -  Sebanyak 72 Politeknik Kesehatan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, baru 20 Politekes yang diambil alih oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian...

Bagikan Paket Sembako ke 300 Pekerja Informal

UNGARAN–Pemkab Semarang membagi paket sembako dan uang tunai kepada 300 pekerja informal di Kabupaten Semarang. Ratusan pekerja yang menerima paket tersebut antaralain berprofesi sebagai...

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Perkebunan

Direktur Utama (Dirut) PT. Tambi, Agus Wibowo, memiliki banyak inovasi selama mengelola perusahaan plat merah tersebut. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Wonosobo yang...

Bina Pratama Dominasi Juara Walet Cup Ke-12

KEBUMEN-Pemain kelompok usia dari klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Bina Pratama Kebumen, mendominasi hasil perolehan juara Djarum Foundation Kejurkab Bulu Tangkis Walet Cup XII, yang...

Ayo Obah, Bergerak Menuju Perubahan Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sabtu,  2 Juni 2018, bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan 1439 H, Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah akan menyelenggarakan pelatihan wirausaha Ayo Obah...

Kerja Sama TNI-Rakyat Percepat Pembangunan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pembangunan 12  unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) bagi warga kurang mampu merupakan salah satu kegiatan fisik program TMMD (TNI Manunggal...