33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Kades Klaim SDM Rendah Menjadi Lalai

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang, Kepala Desa Simbangdesa, beralasan bahwa, bisa terjadinya kasus laporan korupsi tersebut akibat faktor sumber daya manusia di kantor desanya yang sangat kurang, sehingga dalam pelaksanaan proyek terjadi kelalaian.

“Kami kekurangan tenaga dalam masalah administrasi, karena pegawai kami memang SDM-nya sangat rendah. Saya masuk ke sini sudah seperti itu, tidak tahu bagaimana perekrutannya dulu,” jelas Kepala Desa Simbangdesa, Eko Surya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (6/3).

Selain hanya memiliki 7 perangkat desa, pihaknya juga tidak memiliki tenaga ahli yang paham dengan proyek. Selain itu, petugas pendamping katanya tidak bisa membantu dengan maksimal.

Terkait dana yang dipakai dalam rehab kantor desa memang aliran dana aspirasi dari anggota DPRD Kabupaten Batang. Anggota dewan yang dimaksud adalah Teguh Sulakmono dari Fraksi Partai Demokrat. Namun dijelaskan lebih lanjut, sebenarnya dana yang mereka terima tidak sesuai dengan permintaan yang diajukan. Karena dari awal, mengajukan bantuan dana aspirasi ke dewan sebesar Rp 600 juta, namun yang keluar hanya Rp 400 juta.

Dijelaskan Eko, pihaknya saat itu mengajukan bantuan dana aspirasi rehab kantor balai desa kepada salah seorang anggota dewan bernama Teguh Lumaksono, yang diketahui merupakan anggota Fraksi Demokrat. Bahkan sebenarnya, pihaknya hanya akan dapat Rp 200 juta, namun akhirnya bisa dapat Rp 400 juta.

“Kami memang minta bantuan dana aspirasi dari Pak Teguh. Namun saat itu dia mengaku hanya memiliki dana aspirasi senilai Rp 200 juta. Saya tidak mengetahui, dana tambahan Rp 200 juta itu didapat dari mana. Kami hanya menerima bersih bantuan dana aspirasi itu senilai Rp 400 juta,” ungkapnya.

Bahkan, menurut kades sebenarnya bangunan balai desa yang akan dibuat menjadi dua lantai itu membutuhkan biaya sampai dengan miliaran rupiah. Namun karena melihat anggaran dana yang ada sangat minim, akhirnya tidak rampung 100 persen.

“Memang, di RAB kami buat anggaran senilai Rp 400 juta, dan hasilnya, dengan dana segitu tidak dapat merampungkannya. Karena sebenarnya, untuk merampungkan bangunan balai desa itu, kami membutuhkan dana hingga miliaran rupiah,” bebernya.

Namun pihaknya akan tetap merampungkan pengerjaan pembangunan balai desa tersebut. Ia akan kembali mengajukan bantuan dana aspirasi dari anggota DPRD Kabupaten Batang.

“Terkait mangkraknya bangunan balai desa ini sekarang, kami akan tetap melanjutkan kembali pembangunannya, dengan mengajukan bantuan dana aspirasi lagi ke anggota dewan. Karena kami tidak bisa menggunakan dana desa (DD) untuk merampungkan pekerjaan bangunan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tulis Wawan Nurdiansyah menambahkan, saat ini pihaknya membutuhkan ahli teknik untuk menghitung, apakah memang benar ada kerugian dari negara dari proyek ini. Dari RAB, hingga pelaksaan proyek karena mereka tidak paham.

“Kami saat ini butuh tenaga ahli proyek, untuk menghitung apakah memang memang ada kerugian negara dan salah,” ujarnya.

Lebih lanjut  ujar Wawan, dalam proyek seperti ini seharusnya harus ada pendamping teknik dan quality kontrol. Karena pada proyek tahun 2017, hanya ada 2 orang pendaping untuk 17 desa, jadi sangat kurang. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Inovasi Kunci Utama Kurangi Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng, Jamaluddin menyebut salah satu kunci utama membantu program pengentasan kemiskinan adalah inovasi dari masyarakatnya. Menurut Jamaluddin,...

Bandara Baru Beroperasi 6 Juni

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani akan dioperasikan pada 6 Juni mendatang. Terminal baru ini akan menambah kapasitas penumpang bandara menjadi...

Investasi Jateng Tembus Rp 51,54 T

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Minat investor menanamkan modal di Jateng cukup tinggi. Realisasi investasi Jateng tahun 2017 tercatat sebesar Rp 51,54 triliun. Jumlah itu mencapai...

Marak, Upaya Penggulingan Pemerintahan Jokowi-JK

UNGARAN – Maraknya upaya untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla diakui oleh Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto. Saat ditemui usai apel siaga DPC PDIP...

PKK Idol Meriahkan Pekan Raya Kajen

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-395, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten...

Tiga Hakim Jateng Dilaporkan KY

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak tiga hakim dari Kota Semarang dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY), dengan tuduhan melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)....