33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Guru Jadul Vs Students Zaman Now

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – SAAT ini, guru dan teknologi adalah hal yang tak terpisahkan di dunia pendidikan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana sebaiknya guru zaman dulu, harus bersikap dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat. Bahkan seorang komika Stand Up Comedy pernah menjadikan hal ini sebagai lelucon utama, dimana seorang guru jadul harus menghadapi tes UKG online dengan susah payah.
Di satu sisi, meminjam istilah yang populer sekarang, Students Zaman Now adalah generasi yang sangat adaptif dengan perkembangan teknologi. Meski mereka kesulitan menguasai materi pelajaran, mereka seperti tak mengalami kesulitan ketika banyak aplikasi baru bermunculan.
Teachers will not be replaced by technology, but teachers who do not use technology will be replaced by those who do. (Hari Krishna Arya, Ahli Pendidikan India). Kutipan ini sering kita dengar dan tentu saja akan membuat jengah para guru jadul yang merasa pengabdian mereka selama ini seperti tak dihargai. Meski bagaimanapun, banyak di antara guru jadul yang masih merasa bahwa metode konvensional yang mereka terapkan lebih berhasil berdasarkan pengalaman mereka selama ini.
Sementara di sisi lain, Students Zaman Now, merasa bahwa pembelajaran klasikal yang konvensional sangatlah membosankan. Bagi mereka, mendengarkan orang berceramah adalah sesuatu yang sangat lama dan bertele – tele. Belum lagi kemauan untuk sekedar mencatat dan mengingat bagian terpenting dari metode ceramah tersebut.
Hal ini bukannya tak disadari oleh kalangan guru jadul, tapi sekeras apapun mereka menguasai teknologi terkini, namun Students Zaman Now bisa beberapa langkah lebih cepat dalam menguasai teknologi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu trik bagaimana seorang guru jadul bisa memanfaatkan Students Zaman Now dalam pembelajaran secara efektif, belajar menggunakan teknologi tanpa menunjukkan kegaptekan mereka akan hal tersebut.
Jembatan Jadul dan Now
Cara yang pertama, adalah dengan membiarkan Students Zaman Now menggunakan teknologi dalam materi ajar kita. Misalnya, bagaimana mereka memanfaatkan smartphone untuk menerjemaahkan. Bagaimana mereka membuat ringkasan materi dan menyajikannya. Kemudian, selain mempresentasikan pekerjaan mereka, mintalah mereka untuk menerangkan caranya, dengan alasan untuk mengecek orisinalitas pekerjaan. Maka sambil belajar kita akan menemukan hal–hal baru yang luar biasa.
Cara kedua adalah dengan memberi kepercayaan kepada Students Zaman Now  untuk belajar dan mengeksplorasi diri dengan cara mereka. Cara kekinian yang serba teknologi. Sebab, dari sebuah kepercayaan, diharapkan muncul rasa tanggung jawab pada Students Zaman Now. Dengan rasa tanggung jawab buah dari kepercayaan tersebut, maka hasil yang luar biasa bisa diperoleh. Benarlah kata dari Steve Jobs, Pendiri Apple Inc dari Amerika Serikat ini: Technology is nothing. What’s important is that you have a faith in people, that they’re basically good and smart, and if you give them tools, they’ll do wonderful things with them.
Yang terakhir, percayalah bahwa teknologi hanyalah sebuah alat yang masih bisa dikendalikan, bukan sebaliknya. Meminjam kutipan terkenal dari pendiri Microsoft, Bill Gates: Technology is just a tool. In terms of getting the kids working together and motivating them, the teacher is most important. Jadi dalam bidang pendidikan, kita sebagai guru adalah yang bisa mengarahkan Students Zaman Now untuk bisa memperoleh motivasi yang tepat dalam menyelesaikan pembelajaran. Dengan demikian, maka sinergi yang positif antara Guru Jadul dengan Students Zaman Now bisa terjalin dengan harmonis. (as3/ida)
*) Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 2 Sragen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...