33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Ditemukan 18 Penderita HIV Baru

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Catatan angka komulatif penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2017 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang 126 penderita. Terdiri dari 93 HIV, 33 AIDS dan 26 di antaranya meninggal dunia.
Sedangkan kasus baru, tahun lalu ditemukan 18 penderita HIV, 2 AIDS dan 1 penderita meninggal dunia. Grafik jumlah penderita mulai tahun 2004-2017 terus menunjukkan peningkatan.
“Kami yakin, masih ada yang belum ditemukan, dan untuk tahun 2018 ini, belum ada laporan temuan baru,” kata Sekretaris KPA Kota Magelang, Surasmono mewakili Ketua KPA Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang juga Wali Kota Magelang itu, kemarin.
Saat ini, begitu ada kasus ditemukan, sistem informasi HIV/AIDS (Si Hai) sudah jalan. Pemeriksaan dini HIV/AIDS justru menyasar pada orang-orang sehat. Terlebih bagi yang berada dalam pusaran populasi kunci (Poci) -yang riskan terdampak penyakit mematikan itu. Yakni  laki-laki suka laki-laki (LSL), waria, pengguna narkoba jarum suntik (penasun), wanita pekerja seks (WPS) dan laki-laki berisiko tinggi. “Nama pemeriksaannya, voluntary counselling test (VCT),” sebutnya.
Ia menyebutkan penderita terbanyak dari golongan usia produktif, antara 25-49 tahun. Namun bila dilihat dari sisi pekerjaan, swasta sebanyak 48 persen atau 61 penderita, disusul ibu rumah tangga (IRT) 26 penderita atau sekitar 21 persen. Sementara dari poci, LSL ada 1, WPS ada 2 penderita.
Terus terang, Surasmono meragukan keakuratan data penderita HIV/AIDS dari kalangan IRT yang menduduki urutan kedua terbanyak. Sebab, mengaku sebagai IRT saat ditanya oleh petugas, adalah alasan yang paling mudah.
“Bisa saja dulu WPS, terus menikah dan sekarang mengaku IRT. Tapi ada kemungkinan juga ibu-ibu yang tertular dari suaminya yang suka “jajan” di luar. Kami masih ragu apakah itu murni ibu rumah tangga atau nggak,” bebernya.
Pengelola Program KPA, Sri Hartati menambahkan, ia terus menggalakkan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat umum. Termasuk para pelajar juga menjadi sasaran program kerjanya. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Pedagang Diminta Berperilaku Bersih

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pedagang di kawasan wisata religi Kadilangu dan Tembiring, Kecamatan Demak Kota diminta berperilaku bersih, termasuk bersih dari sampah dan WC atau...

Main Musik di Mal, Pengunjung Melongo

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pertunjukan musik di Atrium, Artos Mall membuat melongo pengunjung. Pasalnya, alat-alat musik seperti drum, keyboard, dan gitar dimainkan oleh anak-anak yang...

Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Demak pada triwulan pertama 2018 ini menargetkan bisa memenuhi target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea...

Rancang Uji Coba dan Incar Pemain Tambahan

SEMARANG – Libur kompetisi di tengah persaingan yang masih ketat tampaknya memang harus disikapi dengan baik oleh PSIS dengan harapan di lanjutan kompetisi 6...

Melek Teknologi Informasi, Partisipasi Masyarakat Tinggi

RADARSEMARANG.COM - Dedikasi kepala daerah menjadi ujung tombak, kemajuan wilayah. Sebagaimana yang dilakukan Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM memajukan wilayah melalui pengembangan teknologi...

Portal Rel KA Desa Gebang Dibongkar Warga

KENDAL—Setelah ditutup oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub), akses jalan pintu perlintasan (JPL) rel kereta api (KA) di Dukuh Brogo Desa Gebang, Kecamatan Gemuh akhirnya dibongkar...