33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Ditemukan 18 Penderita HIV Baru

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Catatan angka komulatif penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2017 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang 126 penderita. Terdiri dari 93 HIV, 33 AIDS dan 26 di antaranya meninggal dunia.
Sedangkan kasus baru, tahun lalu ditemukan 18 penderita HIV, 2 AIDS dan 1 penderita meninggal dunia. Grafik jumlah penderita mulai tahun 2004-2017 terus menunjukkan peningkatan.
“Kami yakin, masih ada yang belum ditemukan, dan untuk tahun 2018 ini, belum ada laporan temuan baru,” kata Sekretaris KPA Kota Magelang, Surasmono mewakili Ketua KPA Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang juga Wali Kota Magelang itu, kemarin.
Saat ini, begitu ada kasus ditemukan, sistem informasi HIV/AIDS (Si Hai) sudah jalan. Pemeriksaan dini HIV/AIDS justru menyasar pada orang-orang sehat. Terlebih bagi yang berada dalam pusaran populasi kunci (Poci) -yang riskan terdampak penyakit mematikan itu. Yakni  laki-laki suka laki-laki (LSL), waria, pengguna narkoba jarum suntik (penasun), wanita pekerja seks (WPS) dan laki-laki berisiko tinggi. “Nama pemeriksaannya, voluntary counselling test (VCT),” sebutnya.
Ia menyebutkan penderita terbanyak dari golongan usia produktif, antara 25-49 tahun. Namun bila dilihat dari sisi pekerjaan, swasta sebanyak 48 persen atau 61 penderita, disusul ibu rumah tangga (IRT) 26 penderita atau sekitar 21 persen. Sementara dari poci, LSL ada 1, WPS ada 2 penderita.
Terus terang, Surasmono meragukan keakuratan data penderita HIV/AIDS dari kalangan IRT yang menduduki urutan kedua terbanyak. Sebab, mengaku sebagai IRT saat ditanya oleh petugas, adalah alasan yang paling mudah.
“Bisa saja dulu WPS, terus menikah dan sekarang mengaku IRT. Tapi ada kemungkinan juga ibu-ibu yang tertular dari suaminya yang suka “jajan” di luar. Kami masih ragu apakah itu murni ibu rumah tangga atau nggak,” bebernya.
Pengelola Program KPA, Sri Hartati menambahkan, ia terus menggalakkan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat umum. Termasuk para pelajar juga menjadi sasaran program kerjanya. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Minta Uang Saku Kunker Naik Lagi Dinilai Masih Terlalu Kecil

MAGELANG- DPRD Kota Magelang menilai uang saku ketika melaksanakan kunjungan kerja (kunker) terlalu kecil dibandingkan daerah lain. Ada wacana untuk menaikkan lagi jumlah uang...

Konsep Rustic Bergaya Klasik  Jadi Daya Tarik

SEMARANG – Persaingan bisnis perhotelan di Kota Semarang kian ketat. Namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen All Stay hotel untuk terus berinovasi...

Hendi Respon Keluhkan Revitalisasi Kota Lama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (24/4) kemarin, mengundang kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama dan komunitas penggiat Kota Lama Semarang untuk berdiskusi terkait...

Mohammad Nuh Luncurkan Tiga Buku di Usia 60 Tahun

Sudah lebih dari setengah abad usia Mohammad Nuh. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu pun bertekad menebus sisa usia dengan melakukan kebaikan yang menyentuh...

Oknum Satpol PP Terancam Sanksi Tegas

SEMARANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang belakangan ini kerap terpojok akibat perilaku oknum anggota. Pihak Satpol PP sendiri saat ini...

Tak Ingin Kecolongan, Sidak Penjual Petasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jajaran Polsek Mijen menggelar sidak terhadap penjual petasan. Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Kapolsek Mijen Kompol Baihaqi...