33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Semarang Macet 37 Jam Setahun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang masuk ke dalam daftar 100 besar kota termacet di dunia. Kota Atlas ini menempati urutan ke sembilan termacet di antaranya kota besar di Indonesia.
Kesibukan kota bisnis yang tak pernah tidur ini menyebabkan hampir setiap rentan terjebak kemacetan. Rata-rata, tingkat kemacetan di Kota Semarang mencapai 37 jam dalam setahun.
Lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet 17 persen. Pada jam sibuk, persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen dan 19 persen di luar jam sibuk.
Secara berurutan, Jakarta menempati rangking pertama. Kemudian diikuti Kota Bandung, Malang, Yogyakarta, Medan, Pontianak, Tarogong, Surabaya, Semarang, dan Sungai Pinang.
Daftar 10 kota termacet di Indonesia tersebut merupakan hasil penelitian lembaga riset Inrix. Lembaga ini mencatat bahwa tingkat kemacetan kota-kota di dunia mengalami kenaikan. Termasuk di Indonesia.
Masuknya Kota Semarang dalam daftar 10 kota termacet di Indonesia tak dipungkiri oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik. “Kemacetan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, adanya kesenjangan cukup besar antara kapasitas jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang,” katanya, kemarin.
Dijelaskannya, tercatat pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen per-tahun. Samsat mencatat sedikitnya ada 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu kendaraan roda empat. Padahal, jumlah warga di Kota Semarang kurang lebih 1,6 juta. “Asumsinya, setiap orang memiliki satu kendaraan roda dua di rumahnya,” katanya. Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan yang berasal dari luar kota.
Upaya yang dilakukan, lanjut Khadik, secara rutin pihaknya melakukan penertiban parkir. Bahkan melakukan penindakan dengan cara menggembok mobil yang parkir di wilayah terlarang. “Selain itu kami juga menugaskan personel di lokasi titik rawan macet,” katanya.
Saat ini pihaknya juga telah melakukan pemantauan secara realtime berbasis teknologi, yakni ATCS. Sejumlah traffic light bisa diatur waktunya. Selain itu sedang dikembangkan sistem inteligent traffic system (ITS) 2018 ini.
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menilai kronisnya masalah kemacetan di Kota Semarang tak terlepas dari kondisi mudahnya proses kredit motor. “Masyarakat bisa membeli motor hanya dengan uang muka Rp 500 ribu. Bahkan ada juga tanpa uang muka. Begitu pun membeli mobil hanya dengan uang muka Rp 3 juta,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tusuk Teman Karaoke Hingga Tewas

KENDAL—Diduga gara-gara senggolan saat karaoke menyulut pertikaian hingga menyebabkan satu tewas dan dua luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi di tempat karaoke di Hotel Gading Asri, Kecamatan...

Cerita Bidan Aryati, Korban Selamat Banjir Bandang

Tatapan mata Aryati Rahayu tampak kosong. Beberapa orang yang mengajaknya bicara tak digubrisnya. Dia irit bicara. Matanya begitu sembab. Kondisi tubuhnya juga ngedrop. Dia...

Sopir Ugal-ugalan, Truk Disandera

KAJEN – Jalan sepanjang Sragi hingga Bojong rusak, licin dan berdebu akibat ulah sopir armada pengangkut galian tanah milik PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) yang...

Kemasan Beras akan Dilabel Premium dan Medium

SEMARANG - Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tingkat medium dan premium, sudah diimplementasi mulai...

52 Ribu Warga Belum Melakukan Rekam Data E-KTP

UNGARAN – Sebanyak 52.029 warga di Kabupaten Semarang belum melakukan rekam data. Data tersebut dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. Jumlah...

Beri Apresiasi Perusahaan Lewat CSR Award

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan mulai meningkatkan sinergitas program kegiatan corporate social responsibility (CSR) dengan sejumlah perusahaan, untuk mempercepat pembangunan. Hal tersebut dilakukan mengingat...