33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Perda Izin Gangguan Dihapus

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang akhirnya menghapus Perda Nomer 13 Tahun 2006 tentang Perubahan Perda Kabupaten Semarang Nomer 3 Tahun 2003 tentang Izin Gangguan atau Hinder Ordonantie (HO). Hal tersebut muncul saat sidang paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (5/3).
Bupati Semarang Mundjirin mengatakan pencabutan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pencabutan Permendagri Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan (HO) di Daerah.“Sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat, maka kita di daerah juga menghapus,” ujar Mundjirin saat ditemui usai mengikuti sidang Paripurna DPRD Kabupaten Semarang.
Dijelaskan Mundjirin penggunaan HO selama ini untuk bangunan saja. Meski begitu, terkait dengan mulai maraknya pendirian toko modern di Kabupaten Semarang, menurut Mundjirin dihilangkannya perda HO tidak memiliki dampak. Pasalnya, dalam pendirian toko modern HO hanya untuk saat pendirian bangunan saja.“Setelah pencabutan HO, toko modern berbeda. HO kan Cuma untuk bangunannya saja, jadi nanti tidak perlu sampai ijin HO,” ujarnya.
Meski begitu dalam pendirian toko modern, pihak pengusaha harus tetap memperoleh izin dari lingkungan yaitu melalui pemintaan tanda tangan kepada para warga disekitar lokasi. Tentunya lokasi yang akan didirikan bangunan toko modern.
Menurut Mundjirin, adanya Perda yang mengatur tentang HO sangat memberatkan bagi para pengusaha dan investor. Banyak investor yang hendak masuk ke daerah harus ‘mundur’ lantaran kesulitan saat mengurus HO.“Pencabutan HO memang memperberat pengusaha, namun nantinya tandatangan mengetahui lingkungan juga harus ada kalau mau mendirikan usaha,” katanya.
Dikatakan Mundjirin, selain menetapkan pencabutan Perda izin gangguan tersebut dalam paripurna juga menetapkan perda yang mengatur tentang arsip daerah. Dimana selama ini, di Kabupaten Semarang belum ada badan yang dikuatkan dengan Perda. “Karena kita belum punya,” ujarnya.
Selama ini, kearsipan di Kabupaten Semarang memang kurang diperhatikan. Padahal, kearsipan di dalam pemerintahan sangat perlu. Kearsipan dapat digunakan untuk membantu pembangunan di suatu wilayah. “Selama ini arsip tidak perlu diperhatikan padahal penting karena untuk pembangunan. Juga untuk pelaporan pertanggung jawaban,” katanya.
Selain itu, retribusi untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sesuai dengan perda di Kabupaten Semarang juga ditetapkan pada paripurna tersebut. Dijelaskan Mundjirin, melalui perda yang mengatur tentang IMB, nantinya besaran pajak akan diperbaharui.“Berikutnya tentang IMB, mau disesuaikan kembali tentang tarifnya. Sesuai peraturan 3 tahun sekali ditinjau kembali,” katanya. (ewb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Kerja Ahli Bersertifikat

SEMARANG—Indonesia masih kekurangan tenaga ahli konstruksi bersertifikat. Padahal, di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), tenaga kerja konstruksi Indonesia akan bersaing dengan tenaga kerja dari...

Tanggul Jebol, 3 Kelurahan Banjir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Hujan deras yang disertai angin kencang Kamis siang (15/2) sampai malam kemarin, menyebabkan tanggul Sungai Beringin di RT 3 RW III Kelurahan Mangkang...

Anak Difable Bagikan Takjil

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Puluhan anak berkebutuhan khusus asyik membaur dengan ratusan anak lainnya, di Musala Al Fikr, Dusun Jetis Pancuran Mas, Kecamatan Secang, Kabupaten...

Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup ABK

ADANYA Undang Undang yang menaungi ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus dalam hal pemenuhan hak ataupun kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan  pekerjaan di tengah-tengah masyarakat...

Persibat Ajak Suporter Ngabuburit

BATANG-Untuk mengisi jeda rehat kompetisi dan memanaskan mesin, Laskar Alas Roban Persibat Batang dipastikan menjamu Laskar Alas Ketonggo Persibanga Ngawi, dalam pertandingan bertajuk Ngabuburit...

Nilai Impor Jateng Turun

SEMARANG – Nilai impor kumulatif Jawa Tengah turun hingga 17,9 persen. Yaitu dari 10 miliar US Dollar pada Januari-Desember 2015 menjadi 8,8 miliar US...