33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Maen Handphone Saat Berkendara, Ditilang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas, Polres Pekalongan dan Batang akan menggencarkan operasi keselamatan candi 2018, selama 21 hari, mulai Senin (5/3) hingga 25 Maret mendatang. Diharapkan operasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara. Oleh sebab itu pemeliharaan keselamatan berlalu lintas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, AKBP Wawan, usai memimpin apel gelar pasukan operasi keselamatan candi 2018, di halaman Mapolres, kemarin (5/3).
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman, sebagai Ka Satgas Gakkum dalam Operasi Keselamatan Candi 2018, menjelaskan, ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain melawan arah, kahususnya roda dua. Kemudian menggunakan handphone pada waktu mengemudi, berboncengan lebih dari satu- berkendaraan belum cukup umur.
“Selain melakukan tindakan tegas berupa tilang di tempat, petugas juga melakukan himbaun kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas,” kata AKP Bobby.
Operasi serupa juga digelar Polres Kabupaten Batang. Walaupuan kali ini lebih mengedepankan tindakan pencegahan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tilang bagi para pelanggarnya. Seperti aturan dilarang bermain HP saat berkendara, karena masuk dalam 7 kategori tindakan berbahaya.
“Pada operasi kali ini, lebih mengedepankan tindakan preventif dan edukasi sebesar 60 persen dari seluruh kegiatan, 20 persen kegiatan untuk patroli Lalin dan sisanya baru penindakan,” jelas Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo, usai gelar pasukan kemarin.
Beberapa hal yang akan disosialisasikan antara lain, 7 faktor larangan yang dilakukan selama bekendara kepada masysrakat. Seperti megendarai dalam keadaan mabuk, tidak mengenakan safety belt, masih di bawah umur, melawan arus, melebihi batas kecepatan di jalurnya, tidak menggunakan helm bagi roda dua, utamanya  bermain atau mengunakan HP saat berkendaraa.
“Tujuh faktor keselamatan lalu lintas, akan terus gencar kami sosialisasikan kepada pengguna jalan saat operasi,” lanjut Aristo.
Bupati Batang Wihaji saat ditemui setelah Apel mengatakan, bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.(thd/han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menuju Desa Kuliner Berbasis Teknologi

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Gunung Tumpeng kecamatan Suruh memiliki beragam potensi, baik dari alam, peternakan maupun hasil olahan makanan warganya. Untuk hasil alam, desa ini...

Kelurahan Kuningan Jadi Kampung Ramah Anak

SEMARANG - Setelah Kampung Anggrek, Kampung Bandeng dan Kampung Jawi, Semarang kini memiliki Kampung Ramah Anak, tepatnya di Jalan Tambra RT 2 RW 9,...

Gaya Pujian Pembangkit Motivasi Belajar

RADARSEMARANG.COM, PROSES pembelajaran adalah sebuah proses yang unik karena selain dituntut untuk mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru pada peserta didik juga harus...

Desa Perlu Punya Perpustakaan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Masih sedikitnya perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Wonosobo disinyalir menjadi salah satu penyebab rendahnya budaya literasi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah...

Dikemas dengan Akulturasi Budaya

SEMARANG - Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Az-Zuhri, Jalan Ketileng Raya 13 A Kecamatan Tembalang akan memperingati Khoul IV Abah Syeikh Muhammad Saeful Anwar Zuhri...

320 Pelajar Diajak Jaga Pesisir Laut

BATANG-Sebanyak 320 pelajar yang terdiri atas pelajar SMA 1 Gringsing, SMP 1, SMP 2, SMP 3 dan SMP 4 Gringsing diajak menjaga pesisir laut Gringsing...