33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Maen Handphone Saat Berkendara, Ditilang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas, Polres Pekalongan dan Batang akan menggencarkan operasi keselamatan candi 2018, selama 21 hari, mulai Senin (5/3) hingga 25 Maret mendatang. Diharapkan operasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara. Oleh sebab itu pemeliharaan keselamatan berlalu lintas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, AKBP Wawan, usai memimpin apel gelar pasukan operasi keselamatan candi 2018, di halaman Mapolres, kemarin (5/3).
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman, sebagai Ka Satgas Gakkum dalam Operasi Keselamatan Candi 2018, menjelaskan, ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain melawan arah, kahususnya roda dua. Kemudian menggunakan handphone pada waktu mengemudi, berboncengan lebih dari satu- berkendaraan belum cukup umur.
“Selain melakukan tindakan tegas berupa tilang di tempat, petugas juga melakukan himbaun kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas,” kata AKP Bobby.
Operasi serupa juga digelar Polres Kabupaten Batang. Walaupuan kali ini lebih mengedepankan tindakan pencegahan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tilang bagi para pelanggarnya. Seperti aturan dilarang bermain HP saat berkendara, karena masuk dalam 7 kategori tindakan berbahaya.
“Pada operasi kali ini, lebih mengedepankan tindakan preventif dan edukasi sebesar 60 persen dari seluruh kegiatan, 20 persen kegiatan untuk patroli Lalin dan sisanya baru penindakan,” jelas Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo, usai gelar pasukan kemarin.
Beberapa hal yang akan disosialisasikan antara lain, 7 faktor larangan yang dilakukan selama bekendara kepada masysrakat. Seperti megendarai dalam keadaan mabuk, tidak mengenakan safety belt, masih di bawah umur, melawan arus, melebihi batas kecepatan di jalurnya, tidak menggunakan helm bagi roda dua, utamanya  bermain atau mengunakan HP saat berkendaraa.
“Tujuh faktor keselamatan lalu lintas, akan terus gencar kami sosialisasikan kepada pengguna jalan saat operasi,” lanjut Aristo.
Bupati Batang Wihaji saat ditemui setelah Apel mengatakan, bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.(thd/han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Asmaul Husna dari Cokelat di Aston

SEMARANG - Hotel Aston Semarang, membuat 99 nama Allah atau Asmaul Husna yang dibuat dari bahan cokelat. Bentuk Asmaul Husna tersebut, dibuat mirip dengan...

Penjualan Motor Matik Meningkat

Pengunjung sedang memilih motor matik Honda New Scopy di dealer Honda Gajahmada Semarang, Jumat (3/11). Penjualan sepeda motor matik di akhir 2017 diperkirakan masih...

Awas, Banjir dan Longsor !

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Musim penghujan diprediksi akan terus terjadi hingga pengujung Januari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengajak masyarakat untuk terus...

Ninik Rohayati, Jatuh Bangun Besarkan Usaha Roti

Tidak mudah menyerah. Itulah modal besar Ninik Rohayati, 45, dalam membangun bisnis roti Anda. Roti racikan perempuan jebolan SMEA itu menjadi langganan tetap para...

UM Magelang Juarai Robotik di Malaysia

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Prestasi membanggakan diukir oleh tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Mereka berhasil meraih juara pertama kontes robotik di ajang   4th TMAC Design Workshop...

Target Jumlah Pemilih Tak Terpenuhi

BATANG - Tingkat partisipasi pemilih Pilkada Batang hanya berkisar 74 persen, kurang 3 persen dari yang ditargetkan yaitu 77 persen. Namun dalam pelaksanaannya, masih...