33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Heru Keberatan Kena OTT

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Terdakwa Moch Heru Prasetyo menyampaikan keberatan terkait kasus yang menjeratnya, karena dihembuskan ke publik oleh Penyidik Polda Jateng seolah terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) adanya pungutan liar (pungli) dalam pembuatan Program Nasional Agraria (Prona) pengurusan sertifikat masal yang diinisiasi oleh Presiden RI, Joko Widodo tahun 2017 dan dikabarkan gratis.
Ketua panitia, sekaligus Kadus II Trumon, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali ini menegaskan, adanya pungutan dana tersebut sudah atas kesepakatan bersama warga, sehingga informasi pungli tidak benar.
Ia juga menyampaikan, kasusnya tersebut bukanlah OTT, melainkan ia menduga seolah sudah dijebak dan hanya dikorbankan seorang diri. Pasalnya saat itu, ia baru saja selesai menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di bank keliling yang ada di halaman Kecamatan Wonosegoro, setibanya di rumah ia memberikan makan ayam, kemudain selang beberapa menit ada utusan dari desa yakni penjaga kebun, Sunarto.
Sunarto saat itu menyampaikan, bahwa dirinya diminta Kades untuk segera ke balai desa karena ada OTT Prona, akhirnya ia bergegas menuju kantor desa, begitu sampai lokasi, ternyata ruang kantor desa sudah tertutup rapat dengan kondisi polisi berada di dalam ruangan.
“Begitu saya masuk ke ruang kades, dan bertemu pak Kades (Sardi HS), saya diperkenalkan oleh kades dikatakan kalau penyidik dari Polda Jateng (Yusuf), dalam ruang itu ada sedikit perdebatan terkait prona,”kata Moch Heru Prasetyo, yang akan kembali disidang di Pengadilan Tipikor Semarang, hari ini, Rabu (6/2).
Kemudian, begitu dirinya pindah ke ruang perangkat desa, saat itu didalamnya sudah ada 5 penyidik, sekdes (Agus Salim) dan Ali Khamdani, ditambah warga yang membayar. Atas permasalahan itu, Ia, Pudjianto, Sardi HS dan Ali Khamdani dibawa ke Polda Jateng untuk dimintai keterangan, begitu selesai pemeriksaan langsung dikembalikan pulang.
Terpisah, Kuasa hukum terdakwa, Hermansyah Bakri mengatakan, seharusnya dalam kasus ini yang ditangkap bukan kliennya saja, melainkan seluruhnya yang menikmati uang tersebut.
“Seharusnya semua panitia maupun oknum kades, BPD, camat juga diusut, kasus ini banyak pihak yang turut serta, jangan cuma dipersalahkan seorang diri,” tandasnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...