33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Hendi Kaji Pemekaran Kecamatan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemecahan titik keramaian Kota Semarang menjadi fokus Wali Kota Hendrar Prihadi sejak dilantik memipin Kota Semarang pada tanggal 17 Februari 2016.
Dalam upayanya tersebut, wali kota yang akrab disapa Hendi itu menjalankan pola pemerataan pembangunan yang lebih memprioritaskan pembangunan di wilayah penyangga atau pinggir. Hal tersebut disampaikannya selepas memimpin rapat Forum Gabungan OPD Pemerintah Kota Semarang, di balai kota, Senin (5/3).
Menurut Hendi, ada sembilan program besar yang ia bawa. Selain unit reaksi cepat kesehatan dan peningkatakan peran wanita, sisanya fokus pada pembenahan dan pengembangan kawasan sub pusat kota, seperti pembangunan taman kota dengan wifi, underpass Jatingaleh, normalisasi Banjir Kanal Timur, Kampung Wisata Bahari Tambaklorok, Simpang Lima kedua, Semarang Expo Center, dan Light Rail Transit  (LRT).
Alhamdulillah, hari ini hampir semuanya sudah berjalan. Bahkan sebagian sudah rampung,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Hendi, masih ada tiga PR (pekerjaan rumah) besar yang akan dimulai pengerjaannya, yatu Simpang Lima Kedua, Semarang Expo Center, dan LRT. Namun terkait  LRT / Monorail, Simpang Lima kedua, dan Semarang Expo Center, Hendi meyakinkan akan dimulai realisasinya sebelum periode masa jabatannya saat ini habis pada tahun 2021.
“LRT sudah masuk kajian, Simpang Lima kedua tahun ini sudah penyusunan Detail Engineering Design (DED), pembangunan Semarang Expo Center dalam hitungan kami tadi sudah bisa dimulai tahun depan,” tegas Hendi.
Selain itu, sebagai upaya pemerataan pembangunan ke semua wilayah, pihaknya tengah melakukan kajian untuk pemekaran kecamatan.
“Kota Semarang ini sebagai sebuah kota jumlah kecamatannya terlalu sedikit, sehingga masing-masing camat mengotrol wilayah yang terlalu luas, ini menjadi perhatian kami,” pungkas Hendi.
Menurutnya, di kota-kota lain, utamanya yang menjadi ibu kota provinsi, rata-rata memiliki 30 kecamatan. “Di Kota Semarang juga seharusnya begitu, mungkin antara 30 sampai 32 kecamatan,” tambahnya.
Hendi mengharapkan dengan adanya pemekaran kecamatan tersebut, tidak ada wilayah yang terlewatkan pembangunannya, karena masing-masing camat dapat lebih mudah untuk melakukan kontrol wilayah. Dengan begitu dirinya yakin bahwa pemerataan pembangunan dapat lebih mudah diupayakan. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...