Beranda Berita Semarang Semarang Macet 37 Jam Setahun

Semarang Macet 37 Jam Setahun

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang masuk ke dalam daftar 100 besar kota termacet di dunia. Kota Atlas ini menempati urutan ke sembilan termacet di antaranya kota besar di Indonesia.
Kesibukan kota bisnis yang tak pernah tidur ini menyebabkan hampir setiap rentan terjebak kemacetan. Rata-rata, tingkat kemacetan di Kota Semarang mencapai 37 jam dalam setahun.
Lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet 17 persen. Pada jam sibuk, persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen dan 19 persen di luar jam sibuk.
Secara berurutan, Jakarta menempati rangking pertama. Kemudian diikuti Kota Bandung, Malang, Yogyakarta, Medan, Pontianak, Tarogong, Surabaya, Semarang, dan Sungai Pinang.
Daftar 10 kota termacet di Indonesia tersebut merupakan hasil penelitian lembaga riset Inrix. Lembaga ini mencatat bahwa tingkat kemacetan kota-kota di dunia mengalami kenaikan. Termasuk di Indonesia.
Masuknya Kota Semarang dalam daftar 10 kota termacet di Indonesia tak dipungkiri oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik. “Kemacetan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, adanya kesenjangan cukup besar antara kapasitas jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang,” katanya, kemarin.
Dijelaskannya, tercatat pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen per-tahun. Samsat mencatat sedikitnya ada 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu kendaraan roda empat. Padahal, jumlah warga di Kota Semarang kurang lebih 1,6 juta. “Asumsinya, setiap orang memiliki satu kendaraan roda dua di rumahnya,” katanya. Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan yang berasal dari luar kota.
Upaya yang dilakukan, lanjut Khadik, secara rutin pihaknya melakukan penertiban parkir. Bahkan melakukan penindakan dengan cara menggembok mobil yang parkir di wilayah terlarang. “Selain itu kami juga menugaskan personel di lokasi titik rawan macet,” katanya.
Saat ini pihaknya juga telah melakukan pemantauan secara realtime berbasis teknologi, yakni ATCS. Sejumlah traffic light bisa diatur waktunya. Selain itu sedang dikembangkan sistem inteligent traffic system (ITS) 2018 ini.
Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menilai kronisnya masalah kemacetan di Kota Semarang tak terlepas dari kondisi mudahnya proses kredit motor. “Masyarakat bisa membeli motor hanya dengan uang muka Rp 500 ribu. Bahkan ada juga tanpa uang muka. Begitu pun membeli mobil hanya dengan uang muka Rp 3 juta,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News