26 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Dewan dan Kades Dilaporkan Korupsi

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang dan kepala desa (Kades) di Kecamatan Tulis dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang atas dugaan korupsi dana aspirasi senilai ratusan juta rupiah.
“Kami tadi memang menerima laporan dari warga, tentang kasus korupsi. Kami menunggu perintah Kepala Kejari untuk proses selanjutnya,” ucap Kasi Intel Kejari Batang M Arfan, Senin (5/3).
Pada laporan tersebut, kata Arfan memang melibatkan seorang anggota dewan dan kepala desa. Laporannya terkait dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan rehab balai desa, yang bersumber dari APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2017.
“Yang melaporkan GNPK Batang. Saya belum baca isinya dengan pasti, namun ada dua orang yang dilaporkan kepada kami,” lanjutnya.
Ketua GNPK Batang Nur Izza Kalam menjelaskan, selain data korupsi, juga dilampirkan pula nama 6 saksi yang terdiri dari anggota pelaksana pembangunan dan bendahara desa.
“Korupsi yang kami laporkan terjadi di Desa Simbangdesa, Kecamatan Tulis, Kabupatan Batang. Korupsi tersebut diduga kuat dilakukan oleh H Eko Suryanto Jabatan Kepala Desa Simbangdesa anggota DPRD Batang Sri Umami dari Fraksi Partai Golkar,” jelasnya.
Dijelaskan Izza, korupsi ditengarai terjadi pada rehab Balai Desa Simbangdesa dengan volume 1 unit dan dua lantai, dengan volume 266 m2. Dananya bersumber dari APBD Kabupaten Batang senilai Rp 400 juta. Proyek tersebut dikerjakan dari tanggl 4 September 2017 hingga 14 Desember 2017. Namun saat dilakukan pengecekan di lapangan, pada beberapoa poin proyek tidak dilakukan pembangunan serta terjadi dugaan penyimpangan atau mark up anggaran.
Seperti untuk pemasangan rangka kuda-kuda baja ringan dan penutup multi proff dengan nilai proyek Rp 54.880.000. Kegiatan pemasangan keramik lantai senilai Rp 10.175 000. Kemudian pemasangan pintu kaca alumunium, BV kaca pintu alumunium, jendela alumunium, BV kaca jendela alumunium. BV 2 alumunium, BV 1 alumunium dengan total senilai Rp 43.180.000.
Sementara itu, Ketua DPRD Batang Imam Teguh Raharjo, saat dikonfirmasi melalui telepon hinga berita ini ditulis tidak memberikan tanggapan sama sekali terkait pelaporan anggotanya ke Kejari Batang.
Dikonfirmasi langsung, anggota dewan yang dilaporkan Sri Umami mengakui bahwa itu adalah memang dana aspirasinya. Namun dia tidak sendirian, dalam memberikan dana ada anggota dewan lain, yaitu Teguh Lumaksono dari Fraksi Demokrat.
“Itu sebenarnya wilayah rekan saya Teguh Lumaksono, karena dia hanya punya dana aspirasi Rp 200 juta, maka dana saya Rp 200 juta saya berikan, hingga total dana Rp 400 juta,” jelasnya.
Atas laporan tersebut, dirinya baru tahu jika dilaporkan kepada Kejari Batang. Pihaknya akan segera konfrontasi dengan berbagai pihak yang bekepentingan terhadapa kasus ini. (han/zal)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here