33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Tommy Soeharto Dapat Gelar Keraton

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Putra mantan Presiden RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra mendapat penghargaan berupa gelar Kanjeng Pangeran Haryo. Gelar kehormatan itu diberikan oleh Raja Keraton Kawitan Amarta Bumi, Sri Angling Prabu Punta Jaya Negara Cakra Buana Giri Nata pada acara Pengetan Abhiseka Sri Anglung di Keraton Kawitan Amarta Bumi, Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Alasan pemberian lantaran kepedulian Tommy Soeharto atas budaya bangsa.
Panitia penyelenggara, KRA Wangsit Setyanagoro menerangkan bahwa pemberian gelar kehormatan terhadap Tommy Soeharto, sebagai sesepuh dari Majelis Adat Budaya Nusantara (Madukara). Selain itu, Tommy juga masih memiliki darah keturunan dari Mangkunegaran Surakarta.
“Selain itu, beliau sangat peduli dengan budaya bangsa. Atas kepeduliannya, maka diberikan gelar sebagai sebuah kehormatan dan penanda,” kata Wangsit disaksikan 17 raja dari seluruh nusantara serta tamu undangan dari sejumlah negara, serta abdi dalem keraton.
Gelar kehormatan yang diterimanya, menurut Tommy adalah amanah untuk dirinya agar bisa berbuat lebih baik lagi di masa depan. “Saya sangat terharu atas penghargaan yang diberikan. Semoga dengan gelar kehormatan ini, bisa membuat saya lebih baik lagi di masa mendatang,” katanya.
Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya itu menambahkan, sangat prihatin dengan perhatian pemerintah yang belum maksimal terhadap keraton di nusantara. “Padahal, Bangsa Indonesia dulunya berupa kerajaan. Saya berharap ada perhatian lebih kepada keraton. Sebab mereka masih mempertahankan adat budaya bangsa,” tambahnya.
Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya pada Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Lutfi TMA, mengatakan, sekitar 40 persen wilayah Indonesia sudah dikuasai secara budaya oleh Majelis Adat Budaya Nusantara.
Sejarah mencatat, pada abad ke-7, Indonesia sangat jaya dengan Kerajaan Sriwijaya yang kekuasannya hingga Madagaskar. “Hal itu menunjukkan para pendahulu telah bersungguh-sungguh bekerja membesarkan nama nusantara,” tuturnya.
Setelah pada abad ke-14 muncullah kerajaan Majapahit hingga sekarang dan nilai-nilai bangsa terus dipertahankan. “Sekarang sudah abad ke-21 dengan dinamika dan fenomena yang berbeda. Peran raja-raja sangat penting, untuk mempertahankan adat budaya. Peran budaya tidak bisa dilepaskan begitu saja untuk keutuhan bangsa,” imbuhnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lilik Setiawan Terpilih dalam Seleksi Perangkat Desa

BATANG - Untuk mengisi formatur Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan yang kosong, Panitia Penjaringan Perangkat Desa Sumurbanger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, menggelar ujian untuk mendapatkan...

Kejurkab Bulutangkis Hari Jadi Demak

DEMAK - Sebanyak 350 atlet dari klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) dan pemain perwakilan sekolah meramaikan kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Kejurkab Hari Jadi Demak...

Persibat Gagal Dulang Poin

MEDAN-Melakoni pertandingan lanjutan babak 16 besar Liga 2 Grup B di Stadion Teladan Medan, Persibat Batang gagal mendulang poin. Karena dikalahkan tuan rumah PSMS...

BPR Arto Moro Bagikan Nasi Bungkus

BPR Arto Moro Semarang, Minggu (12/11) lalu, menggelar aksi sosial. Yakni, bagi-bagi nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur BPR...

Izin Minimarket 24 Jam Disorot

MINIMARKET yang beroperasi 24 jam kembali mendapat sorotan pasca aksi perampokan sadis di Indomaret 24 jam Jalah Gajah Raya, Pandean Lamper, Gayamsari, yang menewaskan...

Bupati Ajak ASN Senam Otak

BATANG – Ada hal menarik dalam apel pagi rutin di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Bupati Batang Wihaji, mengajak seluruh peserta apel senam...