Nasib Warga Kebonharjo Tak Jelas

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib baik tak kunjung berpihak pada ratusan warga Kebonharjo, Semarang Utara, yang menjadi korban penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu.
Angin segar dari hasil dari rapat koordinasi terkait tindak lanjut penyelesaian sengketa lahan Kebonharjo di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) yang dilangsungkan di Jakarta pada Oktober 2017 lalu, ternyata hanya hembusan kabar tak kunjung realisasi.
Ketua Forum RW Kebonharjo, Supardjo, mengatakan, pihaknya menunggu penyerahan surat dari Kementerian Perhubungan ke Kementerian Keuangan. Pihaknya berharap uang ganti layak untuk warga segera diberikan dan penyelesaian terkait payung hukum penggunaan anggaran segera dirampungkan.
Namun demikian, pihaknya tetap berterima kasih lantaran pemerintah pusat berinisiatif mengambil alih dan segera menyelesaikan permasalahan akibat penggusuran di Kebonharjo. Pihaknya memastikan, semua warga Kebonharjo tidak akan menghalangi proyek nasional tersebut dan akan selalu kooperatif. Hanya saja pihaknya juga meminta pemerinta memikirkan ganti yang layak untuk warga.
“Kami bersyukur pemerintah pusat ambil alih dan terjadi kesepakatan ganti layak itu. Sekarang kami masih menunggu kapan realisasinya,” kata Supardjo saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (4/3).
Belum lagi, masalah baru setelah digusur warga yang ditempatkan di rumah susun sewa (Rusunawa) Kudu, Karangroto, Genuk, telah diusir paksa oleh pengelola rusunawa. Seperti halnya yang dialami dua warga Kebonharjo, Sujat Aryanto dan Aris Sudibyo.
Sujat mengatakan, aksi pengusiran ini dilakukan setelah adanya pemeriksaan oleh pengelola rusun. Awalnya UPTD melakukan pemeriksaan dan pendataan ulang tanpa pemberitahuan ke pihaknya. Namun begitu usai, tiba-tiba barang barang keduanya dikeluarkan tanpa sepengetahuan.
“Tapi barang barang sudah kami pindahkan ke sana. Memang belum ditinggali karena air dan listrik saat itu tidak ada. Bocor juga di kamar mandi,” kata Sujat Aryanto yang juga anggota Forum Pemuda Kebonharjo (FPK) ini.
Warga Kebonharjo lainnya, Aris Sudibyo, menyayangkan tindakan pengelola rusun yang mengeluarkan barang barang tanpa sepengetahuan pemilik.
“Pengelola rusun sebelumnya memang telah meminta kepada sebagian warga untuk mengeluarkan barangnya, hanya saja tidak disampaikan ke semua warga Kebonharjo.
Sekarang malah sudah ada yang menempati, padahal bukan warga terdampak penggusuran,” imbunya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -