33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Karakter dalam Pengajaran Bahasa Jerman

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – KURIKULUM di tingkat SMA/MA/SMK, siswa-siswi diberikan pengajaran bahasa asing. Salah satunya, bahasa Jerman. Banyak keuntungan belajar bahasa Jerman. Seperti diketahui, perkembangan ilmu pengetahuan di Jerman lebih maju. Juga di bidang seni dan olah raga. Artinya, siswa juga tidak akan lepas belajar budaya masyarakat Jerman.
Jerman sebagai bahasa pengetahuan dan teknologi berperan penting dalam penelitian dan pendidikan. Bahasa Jerman menempati kedudukan kuat dalam pengetahuan dan sastra pada abad 19. Sisi positif lainnya, masyarakat Jerman modern saat ini, menempatkan pengetahuan dan penelitian yang cukup kuat kedudukannya, dalam kehidupan.
Sebagai bahasa kebudayaan, bahasa Jerman membuka wawasan intelektual. Kebudayaan Jerman mewujudkan diri dalam berbagai bentuk. Seperti: sastra dan musik, teater-film, filosofi, arsitektur, lukisan, dan seni. Pengetahuan bahasa Jerman, memungkinkan kita mengenal satu dari kebudayaan besar Eropa dalam bentuk aslinya.
Di dunia sastra, misalnya, ada nama-nama cukup kondang, di antaranya Goethe, Schiller, Kafka, Grass. Di bidang musik, apalagi, bertengger nama komposer dunia seperti Bach, Mozart, Beethoven, dan Wagner. Filosofi, ada Luther, Kant, Schopenhauer, Nietzsche. Sedangkan untuk psikologi: Freud, Adler, dan Jung. Di dunia penelitian dan pengetahuan, sebut saja Kepler, Einstein, Röntgen, Planck. Maka, tidak salah jika ada yang berpendapat bahwa bahasa Jerman adalah bahasa bagi pikiran besar.
Di sinilah, arti pentingnya bahasa Jerman untuk dipelajari. Tidak sekadar belajar teks maupun kosakata. Tapi lebih dari itu, dengan belajar bahasa Jerman, siswa bisa masuk ke dimensi lain, dengan belajar seni, sastra, budaya, ilmu pengetahuan, dan sebagainya, yang itu sejatinya bisa mengenal karakter positif orang-orang Jerman.
Orang Jerman dikenal teliti, cermat, dan sangat memperhatikan detil, juga menuntut kesempurnaan. Baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun di perusahaan. Dalam melakukan apa pun, orang Jerman selalu menuntut dilakukan hingga tuntas.
Tidak hanya itu, orang Jerman juga dikenal sangat mengutamakan standar. Maka, tidak salah, jika dua per tiga standar pembuatan mesin internasional mengacu pada “Institut Standarisasi Jerman” atau DIN (Deutsches Institut für Normung). Sisi postiif orang Jerman lainnya adalah matang dalam merencanakan sesuatu, dan berdisiplin tinggi. Filsuf Fichte dalam pidatonya “To The Deutsche” menekankan sifat bangsa Jerman dengan mengatakan begini: “Kita harus serius memperlakukan segala sesuatu, sama sekali tidak bisa mentolerir sedikit pun sikap lengah dan tidak peduli.”
Dengan belajar bahasa Jerman, siswa bisa menggali budaya lokal masyarakat negeri itu. Ini penting untuk memperkuat mental dan karakter budaya siswa. Harapannya, siswa bisa memadukan budaya sendiri dengan karakter masyarakat Jerman, agar lebih tangguh, kreatif, dan inovatif.
Satu sisi, penulis juga prihatin, masih adanya orang Indonesia yang mengadopsi budaya luar dan menerapkannya mentah-mentah dalam kehidupan. Sebaliknya, mereka kadang merasa bangga dengan budaya asing yang diikutinya. Cerita pada novel Salah Asuhan karya Abdul Muis dan Namaku Hiroko, misalnya, bisa menjadi cerminan kehidupan a sang tokoh yang tinggal di negara lain, meniru budaya mereka dan melupakan budaya asalnya.
Dalam konteks ini, penting bagi guru-guru bahasa Jerman untuk memberikan penjelasan, agar siswa jangan malah meniru atau menyontek budaya maupun karakter masyarakat Jerman, yang tidak pas dengan kehidupan orang Indonesia. Sebaliknya, karakter positif orang-orang Jerman yang teliti, cermat, pekerja keras, berdisiplin tinggi, itulah yang bisa diambil dan diterapkan, dengan dikolaborasikan karakter khas bangsa kita: yang sopan santun, rendah hati, tepo seliro, suka menolong, tidak egois, dan sebagainya. Semoga. (*/isk)
Guru Bahasa Jerman SMA Negeri 1 Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...