Ganjar Bayar Sewa Rusunawa

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Ketika menggelar kampanye di Tegal, petahana Ganjar Pranowo dicurhati Karno. Kakek 73 tahun itu mengaku tidak bisa bayar uang sewa di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kraton, Jalan Sipelem, Kelurahan Kraton, Tegal Barat, hingga terancam diusir.
Curhatan itu dilemparkan ketika duduk lesehan di lantai bawah rusunawa setelah senam pagi. “Pak Ganjar, tolong, saya mau diusir dari rusunawa,” kata Karno membuka pembicaraan.
Ganjar awalnya bingung dan tak paham maksud kakek itu. Ia meminta kakek itu lebih mendekat dan menerangkan lebih jelas. Karno kemudian menarik nafas panjang. Ia memperlihatkan secarik kertas kepada Ganjar seraya menerangkan kondisinya dengan terbata-bata. Ia tinggal sebatang kara di rusunawa. Ia tak tahu harus tinggal di mana jika diusir. Karno tak punya rumah lain, harta benda juga tak ada. “Oo jadi bapak ini mau diusir karena tidak mampu membayar angsuran? Sudah menunggak berapa lama?” tanya Ganjar.
Karno mengatakan, dirinya tiga tahun menempati rusunawa tersebut. Biasanya uang sewa dibayar oleh anaknya. Namun setelah sang anak diberhentikan dari pekerjaannya, suplai uang sewa Karno praktis berhenti. Terhitung Karno tak lagi bisa membayar uang sewa sejak Juli 2016 hingga sekarang. “Total tunggakan ya kira-kira ada kalau Rp 5 juta,” kata Karno.
Ganjar kemudian memanggil pengurus rusunawa dan memastikan tunggakan sewa rumah Karno akan ia tanggung. “Bapak tidak perlu khawatir, hari ini saya selesaikan administrasinya,” katanya.
Ganjar menyatakan, persoalan yang dialami Karno banyak sekali di Jateng. Untuk itulah pada periode pertama kepemimpinannya di Jateng menerbitkan Kartu Jateng Sejahtera. Pemegang kartu berhak menerima uang santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dalam setahun, warga yang menerima KJS lebih dari 12 ribu jiwa.
”Nah, yang seperti Pak Karno ini harus kita data. Pak Karno termasuk golongan warga yang tidak mampu maka harus mendapatkan jaminan. Pendataan harus kita update terus menerus supaya persoalan-persoalan yang tidak dialami oleh Pak Karno tidak terjadi lagi,” katanya.
Ganjar juga sempat memeriksa kondisi rusunawa. Menurutnya, Rusunawa Kraton perlu memperbaiki perawatan dan sistem pengelolaannya. “Saya ingin memastikan rusunawa-rusunawa di Jateng itu layak huni. Apalah butuh bantuan pemerintah untuk pengelolaan dan perawatannya, maka saya siap mengusahakannya,” terang Ganjar. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -