32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Tommy Soeharto Dapat Gelar Keraton

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Putra mantan Presiden RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra mendapat penghargaan berupa gelar Kanjeng Pangeran Haryo. Gelar kehormatan itu diberikan oleh Raja Keraton Kawitan Amarta Bumi, Sri Angling Prabu Punta Jaya Negara Cakra Buana Giri Nata pada acara Pengetan Abhiseka Sri Anglung di Keraton Kawitan Amarta Bumi, Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Alasan pemberian lantaran kepedulian Tommy Soeharto atas budaya bangsa.
Panitia penyelenggara, KRA Wangsit Setyanagoro menerangkan bahwa pemberian gelar kehormatan terhadap Tommy Soeharto, sebagai sesepuh dari Majelis Adat Budaya Nusantara (Madukara). Selain itu, Tommy juga masih memiliki darah keturunan dari Mangkunegaran Surakarta.
“Selain itu, beliau sangat peduli dengan budaya bangsa. Atas kepeduliannya, maka diberikan gelar sebagai sebuah kehormatan dan penanda,” kata Wangsit disaksikan 17 raja dari seluruh nusantara serta tamu undangan dari sejumlah negara, serta abdi dalem keraton.
Gelar kehormatan yang diterimanya, menurut Tommy adalah amanah untuk dirinya agar bisa berbuat lebih baik lagi di masa depan. “Saya sangat terharu atas penghargaan yang diberikan. Semoga dengan gelar kehormatan ini, bisa membuat saya lebih baik lagi di masa mendatang,” katanya.
Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya itu menambahkan, sangat prihatin dengan perhatian pemerintah yang belum maksimal terhadap keraton di nusantara. “Padahal, Bangsa Indonesia dulunya berupa kerajaan. Saya berharap ada perhatian lebih kepada keraton. Sebab mereka masih mempertahankan adat budaya bangsa,” tambahnya.
Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya pada Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Lutfi TMA, mengatakan, sekitar 40 persen wilayah Indonesia sudah dikuasai secara budaya oleh Majelis Adat Budaya Nusantara.
Sejarah mencatat, pada abad ke-7, Indonesia sangat jaya dengan Kerajaan Sriwijaya yang kekuasannya hingga Madagaskar. “Hal itu menunjukkan para pendahulu telah bersungguh-sungguh bekerja membesarkan nama nusantara,” tuturnya.
Setelah pada abad ke-14 muncullah kerajaan Majapahit hingga sekarang dan nilai-nilai bangsa terus dipertahankan. “Sekarang sudah abad ke-21 dengan dinamika dan fenomena yang berbeda. Peran raja-raja sangat penting, untuk mempertahankan adat budaya. Peran budaya tidak bisa dilepaskan begitu saja untuk keutuhan bangsa,” imbuhnya. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here