33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sempat Kabur Pakai Perahu Mesin

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – SARKONI Rifai alias Rembulan, 23, warga Mangunharjo Kecamatan Tugu berjalan tertatih-tatih dibantu petugas masuk ke dalam Mapolsek Ngaliyan. Kaki sebelah kirinya diterjang timah panas oleh petugas, lantaran berusaha kabur setelah menunjukkan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh Meta Novita Handayani, 38.
Pisau warna putih berukuran 25 sentimeter tersebut dibuang Rifai di area pertambakan di daerah Mangkang Kecamatan Tugu. Usai ditusukkan ke tubuh korban di Kompleks Perumahan Bukit Delima B 9 Nomor 17 RT 03 RW 08 Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan, Kamis (1/3), pukul 08.00 lalu.
Lokasi pembuangan pisau tidak jauh dari rumah tinggalnya, sembari bersembunyi beberapa saat setelah membunuh Meta. Meskipun petugas telah mengendus lokasi tersebut, namun pelaku berhasil kabur menggunakan perahu mesin.
“Tadi malam sudah dikejar oleh petugas, disanggongi disitu, ternyata perahunya itu belok. Tujuan perahu ke daerah mana belum diketahui,” ungkap seseorang yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (3/3) kemarin.
Meski berhasil kabur, pelaku akhirnya ditangkap bersama kekasihnya bernama Yuliana Anggraeni alias Lina di daerah Temugiring Banyumanik, Sabtu (3/3) sekitar pukul 09.30. Pelaku ditangkap petugas Polsek Banyumanik, selanjutnya diserahkan ke Polsek Ngaliyan untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. “Dalam penangkapan kali ini, berkat kerjasama dan informasi masyarakat juga,” ungkap Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto, di kantornya kemarin.
Namun demikian, pihaknya enggan memberikan keterangan lebih detail terkait penangkapan dan pengungkapan kasus tersebut. Kapolsek beralasan masih dalam proses pengembangan, guna mengungkap motif pelaku dan siapa saja pelaku yang terlibat. “Yang bisa kami berikan keterangan sementara itu,” tegasnya.
Sementara itu, kekasih Rifai, Yuliana Anggraeni alias Lina merupakan mantan Pembantu Rumah Tangga (PRT) korban yang telah dipecat beberapa bulan lalu oleh Meta. Hal itu diperkuat oleh kerabatnya Lina.
“Setahu saya kerja disitu (rumah Meta) hanya 2 bulan, kemudian dihentikan. Semula Lina beralasan penghentiannya, karena bosnya mau kerja di Jakarta. Ternyata setelah istriku, saya suruh mencari informasi, dia (Lina) dipecat karena sering pacaran disitu,” kata Istito, saat di Mapolsek Ngaliyan.
Laki-laki yang menjadi kakak ipar Lina ini mengakui jika antara Lina dan Rifai telah merencanakan pernikahan, setelah Lina berusia 17 tahun nanti. “Sekitar tiga bulan lalu, laki-lakinya (Rifai) itu ke rumah Lina. Karepe bar nekoke rep omah-omah (Maksudnya setelah menyampaikan maksud, akan membangun rumah tangga), cuma tidak disitu. Memang nikahnya belum, karena Lina belum berusia 17 tahun. Dia itu 16 tahun saja belum genap,” bebernya.
Diakuinya, Lina memang salah pergaulan sehingga dekat dengan minuman keras (miras). Gadis yang pernah bersekolah di SD, tidak jauh dari tempat tinggalnya di Dusun Krajan Bebengan Boja Kabupaten Kendal ini sudah memperlihatkan tingkah laku kurang baik sejak kecil.
“SD tidak lulus. Dari sejak kecil, dari rumah berangkat sekolah, tapi tidak sampai sekolahan. Di dalam tas isinya bukan buku, tapi pakaian. Sepengatahuan saya, ikut pergaulan teman-temannya, ikut minum, ngoplonan,” katanya.
Tak hanya itu, Lina juga sering bergonta-ganti pasangan. Sebelum menjalin hubungan asmara dengan Rifai, pernah dekat dengan dua pemuda lain. “Gak tahu, kok kenal sama orang ini,” bebernya.
Jalinan asmara antara Lina dan Rifai, kurang lebih baru enam bulan. Istito menyebutkan, keduanya saling kenal melalui jejaring internet. “Kenal sama Rifai, kemungkinan lewat media sosial (medsos), kenal kurang lebih 6 bulan, jadi tambah parah kelakuannya. Bisa dikatakan pacaran sama dia saat kerja disitu (rumah korban Meta). Kalau masalah keluarga Rifai saya kurang tahu,” ujarnya.
Istito menambahkan, pihaknya sebagai kerabat tak henti-hentinya menasehati Lina. Namun, hal tersebut kurang direspon oleh Lina. Sehingga membuatnya semakin gerah dan malas untuk kembali menasehati. “Keluarga sudah lepas tangan,” imbuhnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KPU Pastikan Surat Suara Pilgub Jateng Utuh

Komisioner KPU Surakarta bidang logistik Suryo Baruno menjelaskan ratusan ribu surat suara tersebut dikemas dalam 206 dus. "Tiap dusnya diisi 2.000 lembar. Pengirimannya bersama surat...

Hendi Kembali Terima Penghargaan Tertinggi

SEMARANG- Setelah menerima penghargaan Upakarti dari pemerintah pusat atas inovasinya mengembangkan industri kecil menengah (IKM), kini atas inovasinya tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi...

Cekatan Selamatkan Pasien

SEMARANG – Sebuah asap membumbung di ruang Darussalam RSI Sultan Agung Semarang, akibat kejadian tersebut perawat lari tunggang langgang untuk menyelamatkan pasien. Diduga kebakaran...

Kenalkan Kopi Lewat Lomba Menembak

Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Temanggung bersama Kodim 0706/Temanggung, Polres Temanggung dan Walet Shooting Club Temanggung menggelar Kejuaran Menembak Temanggung Open 2017. Kejuaraan...

Guru Zaman Now dan Mindset Teacher Leadership

DUA bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 24 sampai 25 November 1945, para guru berkumpul di Kota Surakarta melaksanakan kongres untuk mendukung kemerdekaan Indonesia....

Membumikan Hidup Toleransi

Belajar di negara orang, dengan teman yang juga berasal dari berbagai negara membuat Arif Royyani mendapatkan satu pelajaran hidup. Yakni tentang bagaimana menghargai perbedaan....