33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Tolak Keberadaan Tempat Karaoke

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Demak menyatakan menolak keberadaan tempat hiburan karaoke yang tersebar diwilayah Kota Wali. Bahkan, GP Ansor telah mengeluarkan surat pernyataan resmi untuk mensikapi makin maraknya karaoke tersebut.
Ketua GP Ansor Demak, Nurul Muttaqin menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Sebaliknya, Ansor tetap mengambil peran secara proaktif untuk merespon keresahan masyarakat secara lahir dan batin dalam korisor hukum, etika dan kesantunan.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga menyerukan semua kader Ansor dan Banser diberbagai tingkatan untuk siaga satu komando. “Ini juga sekaligus menegaskan kepada Bupati selaku kepala daerah untuk melarang keberadaan usaha hiburan karaoke di seluruh wilayah hukum administrasi Kabupaten Demak secara seksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya,” kata Nurul dalam surat pernyataan sikap GP Ansor yang juga ditandatangani Sekretarisnya Muh Mas’ud.
Pelarangan usaha karaoke itu mendasarakan pada kewenangan yang dimiliki Bupati sesuai dengan UU Otonomi Daerah Nomor 23 Tahun 2014 pasal 12 ayat  1 huruf e dan f, ayat 2 huruf I dan p serta ayat 3 huruf b.
Dalam pernyataan tersebut, Ansor memandang bahwa usaha karaoke dinilai tidak selaras dengan nilai nilai agama, kesusilaan dan sosial budaya masyarakat. Kondisi ini menimbulkan keresahan, pergunjingan dan merusak citra sejarah luhur Kabupaten Demak  sebagai peninggalan Walisongo. “Ansor berkeyakinan bahwa karaoke menimbulkan gangguan ketenteraman, ketertiban dan keamanan dimasyarakat,” katanya.
Ketidakserasian itu juga bertolak belakang dengan visi Kabupaten Demak dimana nilai agama melekat pada setiap kebijakan pemerintah dan prilaku masyarakat. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah Ludes

UNGARAN – Rumah milik Akikit, 45, warga RT 03 RW 03, Dusun Watukebo, Desa Kalikayen, Ungaran Timur, ludes dilalap si jago merah, Selasa (23/5)....

Ketika Bayi Gibran Kupingnya Menyerupai Lafadz Allah

Pasangan suami istri Hudha Sungsang Purwita, 35, dan Erni Subekti, 29, warga Dusun Kuncen, Desa Bandran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, tengah berbahagia. Anak mereka...

Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Hukum

RADARSEMARANG.COM - BOB Horo SH MH CLA adalah owner Bob Horo & Partners yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaan....

LBH Ikadin Siap Advokasi Warga Tedampak Tol Batang-Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib 144 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang, mulai dari Desa Nolokerto, Kaliwungu, Sumbersari, Solomerto, Weleri dan warga sekitar Penggandon, Kabupaten Kendal,...

Tak Mau Merugi, Pedagang Pasar Yaik Tolak Relokasi

SEMARANG - Ratusan pedagang Pasar Yaik Baru di kawasan Pasar Johar Semarang Tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa...

Menelusuri Sisa-Sisa Kampung Begal di Lampung (2/Habis)

JawaPos.com – Dari kejauhan, terlihat sekumpulan warga di pos keamanan lingkungan (poskamling). Sebagian tampak bercengkerama sambil menyeruput kopi. Lainnya duduk bersila sembari menatap ke...