33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Menuju Kurikulum yang Integral (3)

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – KAJIAN terhadap kurikulum pendidikan musti dilakukan. Hemat penulis, sudah saatnya Indonesia menerapkan kurikulum integratif. Yakni, mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Terkait integrasi antara Ilmu Agama dan Ilmu Umum, al-Faruqi telah menyampaikan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan pada Konferensi Islam pertama di Makkah pada 1977.
Wacana Islamisasi memunculkan perdebatan pro-kontra. Pertama, umat Islam membutuhkan sebuah sistem sains untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, baik materiil maupun spiritual. Sedangkan sistem sains yang ada, belum mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Karena ia banyak mengandung nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam.
Kedua, fakta membuktikan bahwa sains modern telah menimbulkan ancaman-ancaman bagi kelangsungan dan kehidupan umat Islam dan lingkungannya. Ketiga, umat Islam pernah memiliki peradaban yang Islami, sehingga untuk menciptakan kembali dalam peradaban yang Islami, kiranya dipandang perlu melakukan Islamisasi sains.
Dari perdebatan di atas, penulis menemukan bahwa yang menjadi akar permasalahan, terletak pada perspektif filosofis yang mendasari bangunan keilmuan; terkait persoalan apakah ilmu itu bebas nilai atau tidak. Di antara mereka yang setuju upaya Islamisasi Ilmu pengetahuan, mengajukan gagasan perlunya pengintegrasian ilmu-ilmu agama dan umum.
Salah satu tokoh yang menyetujui integrasi ilmu adalah Osman Bakar. Menurut Osman, mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan umum pada dasarnya merupakan upaya mengembalikan ilmu kepada asalnya (habitatnya). Pendapat ini dilandasi adanya kesadaran bahwa Allah SWT adalah sumber kebenaran dan sumber pengetahuan sekaligus.
Lantas, bagaimana cara mengintegrasikan antara kedua bangunan ilmu yang berbeda, sekuler, dan religius di lembaga pendidikan? Mulyadi Kartanegara menjelaskan, menggabungkan dua himpunan ilmu yang berbeda tanpa diikuti oleh konstruksi epistemologinya, merupakan upaya yang tidak akan membuahkan sebuah integrasi. Namun, hanya berjalan sendiri-sendiri. Sebagaimana yang terjadi selama ini, seperti di lembaga pendidikan pesantren, diajarkan pula ilmu-ilmu umum seperti matematika, bahasa Inggris dan sebagainya. Sebaliknya, di lembaga pendidikan umum– semisal SMA/SMK– diberikan pendidikan agama semisal boarding school.
Menurutnya, untuk mencapai tingkat integritas epistemologis, integrasi harus diusahakan pada beberapa aspek atau level, yaitu integrasi ontologis, integrasi klasifikasi ilmu, dan integrasi metodologi. Mulyadi berpendapat, pembelajaran yang integratif, terjadi jika seorang guru menjelaskan fenomena alam, dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman. Sebaliknya, ketika seorang guru agama menjelaskan ayat-ayat kauninyah, dikaitkan dengan fenomena alam. Karena itulah, sebagai sebuah alternatif dan upaya menyempurnakan Kurikulum 2013 ke depan, perlu disusun kurikulum integratif dengan konsep seperti yang dikemukakan oleh pakar epistimologi, Mulyadi Kartanegara di atas.
Betapa tidak, salah satu kelebihan kurikulum ini terdapat pada KI 1 dan KI 2 yang menjadi muara dari semua mata pelajara. Hanya saja, strategi menuju tercapainya KI 1 dan KI 2, belum ditemukan pendekatan yang tepat. Salah satu langkah yang perlu ditempuh menuju kurikulum yang integratif adalah adanya pelatihan metodologi terkait strategi atau pendekatan untuk mencapai pembelajaran yang integratif. Wassalam. (*/isk)
 Guru Pendidikan Agama Islam SMKN1 Salam, Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Magelang dan Anggota Bagian Litbang MGMP PAI Provinsi Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Targetkan Kemenangan 60 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pasangan Bakal Calon Bupati – Bakal Calon Wakil Bupati Banyumas Ahmad Husein – Sadewo Tri Lastiono menargetkan kemenangan sebesar 60 persen...

Panitia Tak Ingin Kecolongan

SEMARANG - Tim aju masing-masing kontingen dari 34 provinsi, Rabu (6/9) telah mengajukan berkas atlet yang akan turun di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional...

Sekolah Sahabat Keluarga

RADARSEMARANG.COM - SUDAH bukan waktunya lagi, orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak ke satuan pendidikan. Itulah pesan khusus Kemendikbud di laman resmi Sekolah Sahabat Keluarga....

Perempuan Magelang Contoh Semangat Kartini

MAGELANG – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Magelang menyerahkan bantuan kepada 17 warga kurang mampu saat memperingati Hari Kartini ke-138, dan HUT ke-65 GOW....

Ruang Rawat Inap Kelas III Terbatas Jadi Kendala

Sejak 1 November lalu, Pemkot Semarang meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC). Jaminan kesehatan gratis bagi warga Kota Atlas ini bekerjasama dengan Badan Penyelenggara...

Siapkan Lulusan Bersaing di Pasar Bebas

SEMARANG - Sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang konsen di pendidikan ahli statistik, Akademi Ilmu Statitika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar wisuda ke-XXIII 2017 di...