MEMPESONA– Curug Genting akan kembali dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan, karena memiliki akses yang cukup mudah dan potensi alam yang indah. (Lutfi Hanafi/ Radar Semarang)
MEMPESONA– Curug Genting akan kembali dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan, karena memiliki akses yang cukup mudah dan potensi alam yang indah. (Lutfi Hanafi/ Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kabupaten Batang Jawa Tengah dikenal dengan surganya curug atau air terjun. Tercatat ada ratusan air terjun di berbagai lokasi di hutan Batang. Salah satunya, Curug Genting yang menjadi salah satu lokasi wisata senior di Batang. Sejak tahun 1990-an curug ini dikenal di seantero Jawa Tengah, hingga jadi jujukan turis berbagai daerah.

Sempat ditutup, kini curug dengan ketinggian kurang lebih 40 meter ini kembali dibuka untuk umum. Bahkan pemerintah setempat,akan menjadikan Curug Genting sebagai salah satu destinasi pilihan utama di Batang.

“Dulu tahun 90-an curug ini sangat terkenal di Jawa Tengah, namun karena pernah ada kejadian, jadi sempat ditutup. Juga akses jalan rusak, jadi menyulitkan pengunjung untuk ke sini,” ucap Edi salah satu pengurus pokdarwis desa setempat, Jumat (2/3).

Menuju ke curug, butuh waktu kurang lebih 1 jam dari pusat kota Batang, atau berjarak tempuh, sekitar 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Sudah dibuka sejak tahun 1990-an, bahkan sudah dibuat jalan yang cukup baik. Namun belakangan ini, akses menuju curug sudah rusak, terutama jalan raya.

Dari pusat Kecamatan Blado hingga jalur menuju Desa Bawang akses masih sangat mulus. Setelah melewati desa setempat, menuju kawan hutan pinus jalan aspal sudah mulai rusak hingga mendekati pintu masuk kawasan curug.

Suara gemuruh air terjun sudah terdengar dari pintu masuk menyerupai gapura model kuno ini. Tepatnya berada di tengah rerimbunan pohon pinus dan pohon cengkeh yang menutupi bukit di Desa Bawang Kecamatan Blado. Dari parkiran kendaraan akan naik tangga menuju pintu masuk, di sekitar kanan kiri jalan banyak warung makan dan minuman.

Setelah melewati gapura masuk, kita diberi pilihan, jika fisik tidak memungkinkan, bisa menikmati curug dari gardu pandang di sebelah kanan. Namun untuk naik gardu pandang, dibatasi maksimal 6 orang berada di atas gardu kayu ini.

Jika menyukai tantangan, pengunjung bisa menuruni kurang lebih 427 anak tangga menuju curug di bawah. Dengan tingkat kemiringan cukup tajam dan tangga yang sudah berlumut, menjadi tantangan sendiri bagi pengunjung karena jalan sedikit licin.

Dina Indriani salah satu pengunjung asal Kendal mengaku penasaran dengan curug ini. Karena sudah lihat dari atas ingin langsung turun ke bawah.

“Perlu tenaga ekstra untuk menuju ke curug, namun pemandangan sangat indah dan kebersihan masih sangat terjaga,” ujar perempuan berhijab ini.

Selama turun tangga, tidak henti-hentinya Dina mengabdikan pemandangan tebing di sekitar jalan menuju curug yang cukup menarik dengan kamera ponselnya. Sesampainya di curug kekagumannya semakin bertambah besar. Karena melihat langsung dari dekat Curug Genting terlihat gagah dan tinggi. Ditambah derasnya air curug ke bawah, memunculkan kabut air hingga jarak 20 meter dari jatuhnya air, membuat suasana semakin syahdu.

Bupati Batang Wihaji yang mengunjungi Curug Genting berjanji akan memperbaiki akses jalan menuju objek wisata Curug Sigenting.

“Akses masuk ke curug sudah baik karena dekat dengan parkir, karena ini wisata senior di Batang. Pemandangan dan kebersihan juga sangat bagus,” ucap Wihaji Kagum.

Namun yang harus diperhatikan memang akses masuk atau jalan yang digunakan wisatawan saat mengendarai kendaraan. Untuk itu, pemerintah kata bupati mencoba membantu perbaikan akses jalan dan menambah wahana wisata lain.

“Nantinya mungkin akan lebih ke dana CSR untuk memperbaiki akses jalan, karena Pemkab Batang ingin bersinergi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Batang. Namun tetap Pemkab akan membantu perbaikan fisik dengan menambah sarana dan prasarananya nanti,” tandasnya. (han/lis)