33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Sertifikat Warga Sekitar Waduk Jatibarang Clear

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Senyum bahagia bercampur haru terpancar dari sosok Maryati, seorang nenek berusia 78 tahun, warga Dusun Jatibarang RT 1 RW III, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Pasalnya, setelah 10 tahun menunggu nasib tanahnya yang terkena pembebasan lahan untuk proyek Waduk Jatibarang, akhirnya Maryati beserta tujuh warga lainnya menerima sertifikat tanah resmi dari Pemerintah Kota Semarang yang diserahkan langsung oleh Wali KotaHendrar Prihadi di ruang VIP, Rabu (28/2).
“Inilah yang kami nanti-nanti. Tanah saya yang terkena pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Jatibarang seluas 5.200 meter. Sekarang masih 4.800 meter, termasuk sabuk hijau saya tanami sengon dan rencana mau saya buat perumahan,” ungkap Maryati disela-sela acara penerimaan sertifikat.
Ia mengapresiasi kinerja Pemkot Semarang yang dianggap responsif. Sebab baru sebulan lalu warga mempertanyakan nasib sertifikat tanahnya, kini dokumen resmi sertifikat tersebut sudah jadi.
Sementara itu, Hendrar Prihadi mengaku jika penyerahan sertifikat tersebut merupakan bukti Pemkot Semarang memenuhi janji untuk melayani masyarakat sekitar objek wisata Waduk Jatibarang yang terkena pembebasan lahan.
“Pembebasan tanah untuk Waduk Jatibarang dimulai tahun 2008, jadi cukup banyak yang terkena pembebasan lahan. Waktu jalan sehat, kurang lebih sebulan yang lalu ada warga yang menanyakan; Pak ini saya punya tanah 1.200 meter, waktu itu yang terpakai 200 sekarang sertifikat barunya mana? Itu kemudian kita telusuri, kita telisik, Alhamdulillah bisa diketemukan ada 8 bidang, milik 8 warga yang sudah displit sama BPN dan hari ini kita serahkan,” tegas Hendi.
Pemkot Semarang, menurut Hendi, sapaan akrabnya, sangat memahami betul bagaimana perasaan berat seseorang yang mempunyai tanah sudah puluhan tahun kemudian digunakan pemerintah untuk kepentingan pembangunan.
Wali kota mengimbau kepada seluruh warga Kota Semarang untuk segera mengurus sertifikat tanahnya. Sebab, dengan kepemilikan sertifikat tanah yang sah maka ketika ada persoalan, akan mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah Kota Semarang. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sita Sekardus Oplosan dan Miras

WONOSOBO—Tim Gabungan masih menemukan penjual yang memperdagangkan minuman keras jenis murni dan oplosan. Tim beranggotakan unsur Kodim 0707, Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas...

Ditinggal Mudik, Rumah Purnawirawan TNI Ludes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ditinggal mudik ke Palembang, rumah milik Imam Subeki, purnawirawan TNI berpangkat Kolonel di Jalan Tembalang Selatan 5 No 9 RT 3...

Padi Unggul di Internal, Tertinggal di KPU

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP dan Edi Cahyana (Padi) mengklaim unggul dalam perhitungan sementara di internal. Pasangan...

Pemkab Luncurkan Majalah Handal

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal meluncurkan Majalah Handal, majalah tersebut digunakan sebagai sarana menumbuhkan kebanggan dan kecintaan terhadap Kabupaten Kendal dalam menyikapi dinamika perubahan...

Klaster Naraya Residence Diminati

SEMARANG - Bukit Semarasng Baru (BSB) City, awal tahun 2017 ini kembali memperkenalkan produk barunya, yakni klaster Naraya Residence. Produk baru ini unik, karena...

Dekonstruksi Troubling Legacy Agama-Agama (1)

RADARSEMARANG.COM - ADA tiga peristiwa yang menyita perhatian dunia sepanjang minggu terakhir menjelang bulan suci Ramadan 1439 H. Pertama, kerusuhan akibat ulah narapidana teroris...