33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Pembagian Kartu Tani Kurang Merata

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemakaian kartu tani efektif diberlakukan per 1 Januari 2018 ini. Karena itu, petani wajib menggunakan kartu tani jika ingin memperoleh pupuk bersubsidi. Meski demikian, hingga kini masih banyak petani yang belum mendapatkan kartu tani.
Karena itu, masih diberikan kelonggaran untuk mendapatkan pupuk subsidi tersebut. Demikian, mengemuka dalam rakor pelaksanaan kartu tani yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, kemarin. Rakor diikuti 9 kabupaten di Jateng. Yaitu, Kabupaten Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Kota Semarang dan Kendal.
Hadir dalam acara ini, Staf Ahli Gubernur Bidang Kedaulatan Pangan, Witono, Asisten II Setda Bidang Perekonomian Pemkab Demak, Windu Sunardi, Kepala Dinas Pertanian Demak Ir Wibowo, Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Ir Sri Sulistyowati dan para kepala Dinas Pertanian sejumlah daerah tersebut, distributor pupuk, serta pihak terkait.
Kepala Dinas Pertanian Demak, Wibowo mengatakan, penggunaan kartu tani di Demak sebetulnya sudah mulai 2017 lalu. Namun, fakta dilapangan masih banyak kekurangan. “Masih terseok-seok. Banyak yang belum mendapatkan kartu tani. Karena para petani kita ini memang sulit untuk mengumpulkan identitasnya seperti kartu keluarga (KK), KTP, dan lainnya. Sekarang, 2018 kartu tani sudah mulai implementasi,” katanya.
Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Ir Sri Sulistyowati menuturkan, kartu tani merupakan alat atau sarana untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut. “Kita harapkan semua petani dapat menggunakan kartu tani miliknya untuk mendapatkan pupuk,” ujarnya.
Asisten II Setda, Windu Sunardi mengatakan, penggunaan kartu tani dinilai penting agar penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dapat tepat sasaran. “Semua sudah ada standar operasinya (SOP) dan regulasi atau paying hukumnya. Sebelumnya pupuk subsidi belum tepat sasaran sehingga pemerintah meluncurkna kartu tani,” ujarnya.
Diakuinya masih ada kendala dilapangan. Misalnya, walau sudah terdaftar dalam rencana definitive kebutuhan kelompok (RDKK), namun masih banyak yang belum mendapatkan kartu tani. Adapula yang berdaftar di RDKK sehingga tidak dapat kartu tani. Selain itu, meski sudah ada yang punya kartu tani, tapi belum diaktifkan. Karena itu, kartu tersebut perlu diaktifkan,” kata Windu.
Menurutnya, yang terpenting dari itu semua adalah jangan sampai ada keluhan dari petani lagi akibat pupuk langka. Karenanya, jangan sampai ada keterlambatan pasokan pupuk ke gudang distributor maupun pengecer.
Staf Ahli Gubernur Jateng, Witono menegaskan, petani yang belum mempunyai kartu tani dapat segera mengurusnya ke perbankan yang membuat kartu tani.“Sebab, pupuk subsidi bisa didapatkan hanya dengan kartu tani. Bagi yang belum masuk RDKK, bisa menunjukkan KTP atau surat lainnya agar bisa didaftar dan dialokasikan,” katanya.
Dia menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 44 Tahun 2017 disebutkan, bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan dengan menggunakan kartu tani. Pupuk bisa diperoleh dipengecer resmi dengan kartu tani. “Karena itu, data kartu tani harus valid dan benar. Jika data tidak valid, maka pengambilan kebijakan bisa salah,” katanya.(hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sehari Layani 460 Penumpang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jumlah pengguna BRT Trans Semarang dari Bandara Baru Ahmad Yani melejit. Sebelumnya, di bandara lama, pengguna BRT koridor IV hanya berjumlah...

Layanan Kependudukan Selesai Sehari

WONOSOBO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Wonosobo mulai serius mengoptimalkan perangkat teknologi informasi yang dimiliki. Dampaknya, bila sebelumnya butuh waktu 10...

Memotret Model Hijab

RADARSEMARANG.COM - Puluhan fotografer dari berbagai kota di Jateng uji kebolehan memotret model dengan tema hijab. Dalam acara yang berlangsung di cafe komplek Dieng...

Longsor, Akses Desa Terputus

KAJEN - Hujan deras yang turun lebih dari 4 jam tiada henti pada Senin (25/9) mengakibatkan tanah longsor di Jalan Raya Dukuh Sidokidul, Desa...

Bupati Janji Segera Diperbaiki Jalan Kandangserang

KAJEN - Lantaran jalan utama rusak selama lebih dari 10 tahun dan belum juga diperbaiki, warga Desa Klesem, Bubak dan Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten...

Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta

TEMANGGUNG - Jajaran Polres Temanggung berupaya mencegah mobilisasi massa ke Jakarta untuk ikut acara Tamasya Al Maidah. Di antaranya dengan melakukan operasi penyekatan di...