Integrasi Budaya Lokal Memudahkan Pembelajaran Bahasa Inggris

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SEPERTI yang kita ketahui pembelajaran bahasa Inggris di berbagai tingkat pendidikan mulai dari pendidikan dasar sanpai dengan pendidikan tinggi merupakan alat strategis untuk membangun sumber daya insani yang memiliki daya saing di era global. Bahasa Inggris memiliki kedudukan sebagai bahasa global, karena digunakan sebagai alat komunikasi internasional baik komunikasi tulis maupun lisan.
Hal ini mengimplikasikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu keniscayaan  untuk dikuasai oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di setiap tingkat satuan pendidikan.
Mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) merupakan mata pelajaran adaptif, bertujuan membekali peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris dalam konteks  material komunikasi yang diperlukan bagi program keahliannya, baik yang bersifat lisan maupun tulis. Berbeda dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA), tujuan pelajaran bahasa Inggris lebih diharapkan pada pencapaian tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi (Permendiknas nomor 22 tahun 2006).
Guru hendaknya sepenuhnya memahami hal ini sehingga pembelajaran yang diberikan kepada anak didik menjadi benar-benar bermakna sesuai dengan jenjang pendidikannya.Untuk itu pembelajaran bahasa Inggris di SMK diorientasikan pada penguasaan aspek-aspek  kebahasaan dan kemampuan berkomunikasi yang digunakan sebagai modal untuk memasuki dunia kerja.
Ada 2 (dua) aspek pengetahuan pembelajaran bahasa Inggris di SMK yang harus disampaikan, yaitu  pengetahuan kebahasaan dan pengetahuan non kebahasaan. Pengetahuan kebahasaan mencakup pengetahuan aspek-aspek kebahasaan mulai dari tata bunyi, tata kata, tata kalimat dan makna bahasa Inggris yang digunakan dalam konteks kerja. Sedangkan pengetahuan non kebahasaan yaitu kemampuan menggunakan bahasa dimasyarakat sesuai dengan konteksnya sehingga mis-konsepsi dan mis komunikasi dapat di minimalisasikan.
Dalam pengetahuan non kebahasaan peserta didik perlu juga di bekali pengetahuan budaya-budaya lokal, agar budaya lokal yang luhur tidak terkikis dengan budaya asing. Oleh karena itu pembelajaran bahasa Inggris dapat dilaksanakan dengan mengintegrasikan budaya lokal, yakni budaya lokal yang diintregasikan dalam berbagai kegiatan proses pembelajaran bahasa Inggris seperti: pembelajaran keterampilan menyimak (listening), membaca (reading), berbicara (speaking) dan menulis (writing).
Keterampilan menyimak (listening), dapat dilakukan guru dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mendengarkan lagu-lagu adat kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Buatlah suatu permainan di kelas secara kelompok atau individu, yaitu hasil dari terjemahan di sampaikan di depan kelas kemudian kelompok lain memberikan respon. Setelah itu jadikan suatu lagu dengan lirik bahasa Inggris, maka kelas akan semakin hidup karena siswa menjadi semangat dengan mengeksplor kemampuan seninya.
Keterampilan membaca (reading). Membaca merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa. Jika siswa mampu membaca dengan baik, maka kemampuan untuk berbicarapun menjadi baik.  Biasakan siswa membaca di depan kelas dengan bersuara untuk melatih siswa membaca dengan baik dan benar, karena siswa lain akan segera mengkoreksi jika terjadi kesalahan dalam membaca. Integrasikan materi yang di baca siswa itu tentang tulisan-tulisan budaya lokal dalam bahasa inggris.
Keterampilan berbicara (speaking). Merupakan tahapan yang menantang siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, karena siswa harus mampu menguasai vocab, grammar, dan pronounciation . Buatlah tugas bermain peran, yaitu dengan memainkan drama tentang kisah legenda cerita rakyat dalam bahasa inggris. Tugas ini sekaligus juga melatih keterampilan menulis (writing), karena siswa dituntut untuk membuat naskah drama tersebut dalam bahasa Inggris. Kemampuan menulis dan berbicara dilatih tanpa disadari oleh siswa, karena mereka tertantang untuk bermain peran dengan baik.
Dengan kegiatan-kegiatan strategi pembelajaran tersebut di atas, siswa akan lebih enjoy dan tertarik mempelajari bahasa Inggris karena siswa mempunyai kedekatan emosional dengan budaya lokal yang ada di daerahnya. Diperlukan kepandaian dan kecerdikan guru dalam membimbing, memotivasi dan menciptakan suasana kelas yang kondusif, untuk melakukan intergrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Inggris. Selamat Mencoba. (*/zal)
Guru SMK Negeri 3 Jepara

Author

Baca juga:   Perlunya Zoom Meeting dalam Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi

Populer

Lainnya