RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wali Kota Yuliyanto mengajak Dinas terkait untuk ‘keroyokan’ menggarap Kelurahan Kauman Kidul Menjadi Desa Wisata. Namun Kauman Kidul harus membuat yang unik, menarik dan berbeda agar nantinya kawasan sawah ini menjadi tempat kunjungan warga.

“Tolong nanti piranti desa wisata dibuat semaksimal mungkin, bila perlu studi banding ke daerah lain. Namun Kauman Kidul harus membuat yang unik, menarik dan berbeda agar nantinya kawasan sawah ini menjadi tempat kunjungan warga Salatiga khususnya bahkan warga dari daerah lain,” ujar Yuliyanto dalam acara panen lele Kelompok Pembudidaya Ikan
(Pokdakan) Putra Tirta Agung Kauman Kidul.

Wali Kota juga berkomitmen menggandeng semua dinas dalam mengembangkan Kauman Kidul sebagai desa wisata. “Tentunya kita juga membutuhkan petani untuk bekerjasama mewujudkan niatan tersebut. Sekarang sedang diproses konsolidasi 115 bidang tanah milik warga
untuk mendukung Kauman Kidul sebagai desa wisata. Terima kasih saya sampaikan kepada bapak-ibu semua yang telah sukarela berkonsolidasi dengan Badan Pertanahan,” imbuh Wali Kota.

Dalam acara tersebut, Pokdakan Putra Tirta Agung berhasil panen lele sembilan kolam di sawah Sri Gethuk Kauman Kidul. Wali Kota Salatiga Yuliyanto, didampingi Kepala Dinas Pertanian Mustain Soeradi serta anggota DPR RI Fadholi, sebelum seremonial panen digelar dialog
bersama para petani.

Kepala Dinas Pertanian Mustain Soeradi dalam sambutannya berharap petani sekarang harus lebih maju. “Kita patut bersyukur karena Kota Salatiga masih memiliki petani yang giat. Dan sekarang ini petaninya muda-muda maka tuntutannya adalah harus lebih maju dan
produktif,” harap Mustain.

Zuhro, salah seorang pembudiaya menjelaskan jika kelompoknya akan memanen lele sekitar 27 kwintal. Sekarang ini harga lele dipasaran sekitar Rp 14 ribu, panen kali ini termasuk sukses meski sempat ada kolam yang terkena banjir dan sekitar 4000 benih hanyut. Anggota
Pokdakan ini sebanyak 14 orang, secara bersama-sama mengelola 9 kolam lele. (sas/bas)