33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Petani Bawang Wadul Ganjar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Surat Edaran (SE) Dirjen Pertanian dan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) soal harga eceran tertinggi (HET) bawang putih justru menuai penolakan. Para petani bawang putih di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung wadul ke Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo soal keresahan itu.

Anggota Kelompok Tani Al Fata, Tarif mengatakan harga jual bawang putih saat ini berkisar Rp 20 ribu untuk jual basah dan Rp 25 ribu untuk jual kering. Sementara untuk modal beli bibit, Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, untuk lahan seluas satu hektare, butuh antara 2 sampai 2,5 kuintal bibit. “Jadi kalau harga diatur, petani tidak akan untung,” ucapnya, Selasa (27/2).

Dengan kondisi tersebut, untuk mendapatkan Break Event Point (BEP) harga pasca panen minimal Rp 14 ribu. “Kami berharap kepada Pak Ganjar untuk menyampaikan ke pusat agar surat tersebut dievaluasi lagi. Kami bertani tidak untuk rugi, seharusnya pemerintah melindungi petani,” tegasnya.

Selain itu, petani di Temanggung juga sepakat menolak kebijakan impor bawang putih. Tarif menyatakan produksi bawang putih dari dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumen. “Petani kita mampu. Hasil panen cukup bagus dan melimpah, jadi tidak perlu ada impor,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Ganjar menyatakan akan menyampaikan ke Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. “Ya kalau melihat kondisi saat ini, dengan harga maksimal Rp 11 ribu sesuai surat edaran tersebut tentu petani belum untung. BEP-nya kan kisaran Rp 14 ribu,” paparnya.

Selain perlindungan mengenai harga, petani juga harus diperhatikan pasca panen. “Kita berharap petani menjual kering karena harganya lebih tinggi. Petani juga harus diajarkan untuk berjualan secara online agar bertemu langsung dengan pembeli, sehingga harganya bagus dan yang penting petani untung,” terang Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar yang dalam kunjungan tersebut ditemani istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti disambut tarian Topeng Ireng. Dia juga mendapat slayer kehormatan karena dinilai menjadi pejuang petani. Bahkan, dia enggan naik motor dan rela jalan menanjak sejauh dua kilometer untuk menyapa ratusan petani dan warga yang ada sepanjang jalan kampung menuju ladang. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gandeng Pengusaha Siapkan Bonus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali menunjukkan dukungannya kepada tim sepakbola kebanggaan Kota Semarang, PSIS. Dukungan ini diberikan wali kota agar...

Siapkan Investasi Masa Depan

RADARSEMARANG.COM - DI sela kuliah, Diana Albanna juga menjadi desainer baju muslim. Bahkan bermodal keahliannya itu, kini ia telah merintis bisnis busana muslim. Ia...

Paslon PDIP Tanpa Koalisi dengan Gerindra

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengumumkan tujuh pasangan calon (paslon) yang diajukan pada bursa Pilkada di tujuh daerah di Jateng....

Harus Ada Intelejen Olahraga

SEMARANG - Berkaca dari gelaran Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) 2017, Jawa Tengah akan lebih detail dalam membaca situasi. Pada gelaran Popnas lalu, banyak atlet provinsi lain...

Hendi Tetapkan HET 4 Komoditi

SEMARANG - Menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menetapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk empat komoditi...

Suguhkan Tari Kuntul Blekok

SEMARANG - Sanggar Greget bakal mewakili Kota Semarang dalam Parade Seni Jateng sebagai rangkaian acara HUT ke 67 Jateng di Kabupaten Jepara, Jumat (25/8)...