33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis TIK Lebih Efektif

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – BOSAN, itulah kata-kata yang terlontar dari sebagian siswa dalam memasuki pembelajaran PPKn. Yakni, ketika proses pembelajarannya hanya berkutat pada buku paket dan merangkum di dalam ruang kelas. Sehingga diperlukan metode dan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Ternyata, penugasan yang mengoptimalkan penggunaan gadget merupakan solusi dalam mengatasi persoalan tersebut.

Dalam proses pembelajaran siswa diminta menggunakan gadget untuk mencari informasi yang diperlukan. Dalam materi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara misalnya, kalau hanya mengandalkan dari buku paket informasinya terbatas, termasuk informasi tentang contoh kasus pelanggarannya. Sehingga kemampuan siswa untuk menganalisis pun terbatas. Oleh karena itu, siswa diminta mencari informasi tentang kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara yang kemudiaan dianalisis untuk mengetahui hak apa yang dilanggar, siapa yang melanggar dan solusinya apa, serta sanksi yang diberikan apa kepada pelanggarnya.

Dengan menggunakan gadget, maka siswa dapat memperoleh informasi lebih banyak lagi dari yang ada di buku paket. Selain itu, dapat mengurangi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan siswa seperti membaca facebook, WA, Line dll.

Dalam paradigma pembelajaran tradisional, proses belajar mengajar biasanya berlangsung di dalam kelas dengan kehadiran guru yang mendominasi sebagai sumber informasi dan bertanggung jawab atas efektivitas proses belajar mengajar. Sedangkan paradigma yang sekarang dominasi guru sudah berkurang, tidak lagi berperan menjadi sumber informasi melainkan hanya sebagai fasilitator.

Internet merupakan jaringan informasi terluas untuk saat ini. Fadli (2009) mengatakan bahwa internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Berdasarkan pengertian tersebut, kita dapat memanfaatkan jaringan internet sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Meskipun sudah diberikan keleluasaan dalam mencari informasi dari internet, namun masih ditemukan kelemahan atau kekurangan yaitu lemahnya minat baca pada diri siswa. Mereka apabila diminta untuk mencari informasi dari internet, kebanyakan hanya dibaca judulnya saja. Padahal sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai apa saja yang harus ditemukan dari kegiatan tersebut.

Setiap proses pembelajaran yang menggunakan jaringan internet, guru juga perlu memantau siswanya, supaya tetap terkendali dalam hal penggunaan jaringan internetnya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menegurnya melalui sindiran ataupun mengingatkan secara umum bahwa tidak diperbolehkan menggunakan jaringan internet selain untuk mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran saat itu. Bapak ibu guru selalu memantau sejauh mana hasil pencarian informasi oleh mereka sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam proses pembelajaran yang berbasis TIK selama ini juga masih ditemukan hambatan-hambatan yang cukup berarti, seperti akses yang terbatas untuk siswa karena hanya tersedia di laboratorium komputer. Sedangkan di ruang-ruang kelas belum ada akses internet yang dapat digunakan baik untuk guru maupun siswa apabila sedang melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Siswa lebih sering menggunakan jaringan internet dengan menggunakan kuota masing-masing. Hal itu yang kadang membuat siswa sering merasa kesal jika proses pembelajaran menggunakan jaringan internet. Sedangkan fasilitas untuk itu kurang memenuhi, bahkan tidak ada fasilitas internet di ruang kelas teori.

Akan tetapi dengan memanfaatkan fasilits TIK yang ada, diyakini pembelajaran akan menyenangkan. Bahkan bukan hanya itu, kualitas pembelajaran bisa lebih baik. Untuk itu, disarankan guru-guru mau dan lebih kreatif lagi memanfaatkan fasilitas berbasis TIK untuk meningkakan pembelajaran di kelas. (*/ida)

*) Guru SMK 11 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Meniru Trans Jateng

SEJAK diluncurkan 7 Juli 2017, bus sistem transit yang dikenal dengan bus rapid transit (BRT) Trans Jateng koridor Bawen-Semarang mengalami peningkatan jumlah penumpang. Layanan bus umum...

SMA/SMK Tunggu Pergub

SEMARANG - Pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, membuat  pihak sekolah terus memutar otak untuk meng-cover anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan siswa,...

Hendi Siapkan Konsep City Walk Kampung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua tahun terakhir (2016-2017), Pemerintah Kota Semarang telah merampungkan pembangunan 133 Kampung Tematik di 16 kecamatan. Tak hanya mengubah wajah kampung...

Generasi Micin Butuh Makanan Sehat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan siswa SMK Citra Medika Kota Magelang memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) di Alun-alun Kota Magelang dengan aksi teatrikal dan orasi,...

Buru Pemain Berkualitas

SEMARANG – Beratnya persaingan di babak 16 besar Liga 2 membuat tim PSIS Semarang harus menambah amunisi mereka agar bisa mewujudkan target lolos ke...

Teladani Nilai Cerita Rakyat

SEMARANG – Upaya menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI yang digelar Dinas Kearsipan...