33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Lubang Menganga di Tengah Jalan

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jalan Sindoro I di Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mendadak amblas saat diguyur hujan deras. Tepatnya di depan Bukit Doa Getsemani. Jalan tersebut amblas menyisakan lubang menganga berukuran 8 x 8 meter, dengan kedalaman lubang mencapai 3,75 meter.

Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, mengungkapkan, secara teknis kualitas gorong-gorong yang berada di bawah jalan tersebut memang sudah rapuh. “Karena faktor usia, setelah kami cek juga gorong-gorong tersebut masih terbuat dari batu-bata bukan beton. Kabarnya itu gorong-gorong peninggalan zaman Belanda,” kata Totit kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (27/2).

Selain itu, lanjut dia, saat perbaikan jalan dulu, juga tidak dilakukan pemadatan tanah. Sehingga saat diguyur hujan deras, tanah mudah amblas.  “Waktu perbaikan dulunya mungkin tidak sempurna, sehingga gorong-gorong di bawahnya ambrol,” tuturnya.

Dikatakan Totit, kedalaman gorong-gorong sendiri mencapai 1,5 meter.  Pihaknya juga akan mengomunikasikan penanganan tersebut dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. Sebab, saat ini DPU Kabupaten Semarang belum ada anggaran khusus untuk penanganan lubang tersebut. “Karena itu masuknya bencana alam,” katanya.

Namun secara teknis, lanjutnya, penanganan yang bisa dilakukan dengan menanam gorong-gorong kembali yang lebih kuat. “Dipasang gorong-gorong baru dari beton, kemudian di atasnya ditutup tanah kemudian diaspal,” jelasnya.

Beberapa warga setempat mengungkapkan jika sebelum jalan tersebut amblas, pada Sabtu (24/2) lalu, di lokasi tersebut sudah ada lobang kecil. “Posisinya lubang kecil tersebut pas di tengah-tengah jalan, dan jalan sudah retak-retak,” ujar penjaga Bukit Doa Getsemani, Lukiyantoro.

Kemudian pada Minggu (25/2) lalu, lubang tersebut semakin membesar. Puncaknya, pada Senin (26/3) sore saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. “Kejadiannya sekitar pukul 17.00, jalan tiba-tiba ambrol membentuk lubang besar,” katanya.

Beruntung,  saat kejadian tidak ada warga yang melintas di sepanjang jalan tersebut. Praktis, karena kejadian itu, Jalan Sindoro I tidak dapat dilalui. Warga yang hendak melintas diarahkan ke Jalan Sindoro II.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, mengungkapkan, ambrolnya jalan tersebut dikarenakan tingginya intensitas hujan. “Di bawahnya juga ada gorong-gorong yang sudah tua,” ujar Heru.

Sebelum ambrol, lanjutnya, sudah ada lubang kecil di badan jalan tersebut. Lubang itu terus melebar karena digerus air hujan.

Heru menjelaskan, jalan yang amblas merupakan penghubung antara Jalan Sindoro I dan Sindoro II. Letak lubang berada di RT 02 RW 06 Kelurahan Bandarjo.  Hingga kini, di lokasi amblasnya jalan itu masih terpasang garis pembatas. (ewb/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Ganti Siap Dukung Petahana

SEMARANG - Gerakan Tani Nelayan Indonesia (Ganti) Jateng menyatakan siap mendukung petahana Ganjar Pranowo maju kembali meramaikan bursa Pilgub 2018 mendatang. Pasalnya, organisasi sayap...

Sidak ke Sejumlah Kejari di Jateng

SEMARANG – Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia, Prof Widyopramono bersma tim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa kantor...

Pameran Hometech 2017 Banjir Diskon 25-70 Persen

PAMERAN HomeTech 2017 ke-36 kalinya menampilkan ponsel pintar (smartphone) dan perangkat elektronik terkini. Pameran terbuka untuk umum sejak Rabu kemarin, 6 Desember sampai dengan...

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

WONOSOBO – Polres Wonosobo memusnahkan lebih dari 1.120 botol dan 100 liter miras yang disita selama Operasi Cipta Kondisi jelang bulan Ramadan 1438 H. Pemusnahan...

BPJS Kejar Pertumbuhan Peserta JKN-KIS

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Direktur Pelayanan dan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan defisit yang di BPJS Kesehatan terjadi karena besaran iurannya masih dibawah...

Dukung BPJS Kesehatan Cover Semua Warga  

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak mendukung upaya BPJS kesehatan untuk meng-cover jaminan kesehatan kepada semua warga di Kota Wali. Peran Pemkab Demak dalam mewujudkan...