33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Kurang Personel, Penegakan Satpol PP Lemah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – DPRD Kabupaten Batang melalui Komisi A terus belajar dan bertukar pikiran dengan pemerintah dari berbagai daerah dalam upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) setempat. Kali ini, Komisi A belajar di DPRD Kabupaten Gianyar Bali, pada Rabu (21/2) kemarin.

Rombongan Komisi kali ini komplit, antara lain I’anatul Fikriya dan Fatkhurrohman dari Fraksi PKB, Junaenah dan H Purwanto dari Fraksi PDIP, Istikhanah dari Fraksi Golkar, H Juki JS dari Fraksi PAN PKS, Tuhlan dari Fraksi Demokrat, Purwandi dari Fraksi PKB (Nasdem), Triyanto dari Fraksi Gerindra dan KH Zainal Faizin dari Fraksi PPP.

Diungkapkan Untung, politisi dari Fraksi Golkar ini menjelaskan bahwa selama ini, di Kabupaten Batang untuk penegakan Perda masih sangat kurang. Apalagi kekurangan personel, sehingga penegakan Perda terbilang lemah.

“Kami kesini, ingin bertukar pikiran dan informasi tentang bagaimana Pemerintah Gianyar melakukan penegakan Perda,” jelas Untung, Selasa (27/2) kemarin.

Menurut I’anatul, jika ingin serius melakukan penegakan Perda, memang harus diimbangi dengan jumlah personel Satpol PP yang tepat pula. “Di Kabupaten Batang, dengan 15 kecamatan dan luas wilayahnya, sangat kurang sekali jika hanya memiliki 57 personel,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Batang Suresmi mengatakan bahwa total anggota saat ini hanya 57 orang yaag berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Hingga kini, personal kami memang kurang. Total anggota PNS 57 orang yang terdiri atas anggota Satpol 45 orang dan Pemadam Kebakaran (Damkar) 12 orang,” jelasnya.

Meski begitu, katanya, Damkar memiliki 63 orang anggota yang hanya tenaga kontrak. Sehingga, dalam penegakan Perda sangat kurang. Terlebih, wilayah Batang memang sangat luas.

Saat ini, sedang dilakukan kajian untuk penambahan personel baru, baik PNS maupun kontrak, walaupun baru sebuah wacana. Karena belum masuk dalam Rencana Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJMD). Kalaupun akan diganti, harus pada tahun 2020, sesuai batas waktunya.

“Saat ini, memang dalam tahap kajian dan belajar. Makanya pemerintah Batang dan dewan, rutin belajar ke berbagai daerah sebagai pembanding. Sebelum ke depannya bisa dijadikan kebijakan,” tutupnya. (han/adv/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lomba Arung Jeram Ukur Prestasi Olahraga

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Sebanyak 20 operator yang tergabung dalam Paguyuban Operator Arung Jeram Magelang (POAJM) antusias mengikuti lomba arung jeram. Kompetisi dalam rangka memeriahkan HUT...

Berharap Jamu Bisa Diresepkan Dokter

SEMARANG – Jamu herbal mulai banyak digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit. Sayang, hingga saat ini, jamu herbal belum direkomendasikan di dunia kedokteran. Karena itu...

Boyke untuk Dampak Ma’erot

Oleh: Dahlan Iskan Saya seperti tidak sabar. Ingin segera kembali ke Samarinda. Ketemu dokter Boyke Soebhali lagi. Yang akan mencopot ‘selang’ yang masih tertinggal di...

Bayi Cantik Ditemukan Warga

JOGJA- Bayi mungil berjenis kelamin perempuan, Kamis (2/11) dinihari ditemukan di teras rumah warga bernama Naufal bin Nafal, warga Balakan RT 5 Sumberagung, Jetis...

Bantuan Tersendat, Hendi Wadul Jokowi

SEMARANG - Janji pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan anggaran Rp 100 miliar untuk pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya hingga kini belum ada kejelasan. Tentu...

Menentang Keberagaman = Menentang Kehendak Tuhan

MAGELANG– Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Komaruddin Hidayat, berpendapat, pluralisme di bumi Indonesia tidak bisa dibantah. Menentang keberagaman sama saja dengan...