Dapat Energi Baru dari Nasyiatul Aisyiyah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah mendapatkan energi baru saat bersilaturahmi dengan ratusan anggota Nasyiatul Aisyiyah Jateng. Selain bersilaturahmi, Ida juga didapuk sebagai pembicara dalam “Training of Trainers” Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah dengan tema “Pelayanan Remaja Sehat”.

“Ini membawa semangat baru, energi baru buat saya. Apalagi diajak diskusi soal remaja. Karena bicara soal remaja adalah berbicara masa depan bangsa,” katanya usai mengisi acara di Pekalongan.

Ida menambahkan, saat ini berbagai ancaman mengintai bangsa ini. Antara lain upaya penyelundupan narkoba dari negara lain. “Betapa sedihnya kita, jika benar narkoba itu bisa masuk dan mengancam para remaja kita,” jelasnya.

Saat ini, jelas Ida, pemerintah sudah mendapat bonus demografi. Keberadaannya bisa menjadi peluang emas, atau sebaliknya, yakni musibah. Karena ternyata saat ini di Jawa Tengah, angka partisipasi kasar pendidikannya baru 7,4 tahun. Belum sampai 9 tahun. “Artinya masih banyak pendidikannya yang SMP pun belum tuntas,” tambahnya.

Ke depan, hal itu harus diperbaiki, salah satunya dengan mengejar angka 9 hingga 12 tahun, atau lulus SMA. Sebab kalau kondisinya tak sampai lulus SMP, remaja-remaja akan lari ke pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, meskipun sampai ke luar negeri. Mereka yang ke luar negeri, sebut Ida, kebanyakan adalah kaum perempuan. “Bagi perempuan yang sudah berkeluarga dan punya anak, maka pendidikan anaknya bisa terbengkalai. Pendampingan pada anak juga tak maksimal,” tambahnya.

Satu sisi, lanjutnya, perkembangan teknologi saat ini, juga membawa dampak positif dan negatif. Sebab, jika remaja menggunakan gadget secara negatif, bisa terpapar hal negatif pula. “Karena tak ada pendampingan bisa terpapar pornografi. Lalu, bisa ke perbuatan lain dan nikah dini. Karena belum siap nikah, maka berimbas pula pada masa depan keluarganya,” terangnya.

Salah satu anggota Nasyiatul Aisyiyah, Latifah mengaku sepakat dengan gagasan-gagasan yang disampaikan Ida. Salah satunya mengurangi jumlah kemiskinan dan menambah lapangan pekerjaan. “Termasuk tentunya pemberdayaan bagi kaum perempuan, itu sangat bagus,” tambahnya. (fth/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -